<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020</id><updated>2012-01-19T11:39:55.840+07:00</updated><title type='text'>A slice of thought with Indonesia topping and jellyjuice sauce, spicy yet releasing!</title><subtitle type='html'>"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..." (Pramoedya Ananta Toer)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://umihanik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-9125003482731242626</id><published>2012-01-07T00:56:00.004+07:00</published><updated>2012-01-07T19:49:01.552+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:"ＭＳ 明朝";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:128;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:fixed;  mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face  {font-family:"ＭＳ 明朝";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:128;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:fixed;  mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-536870145 1073743103 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:Cambria;  mso-ascii-font-family:Cambria;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"ＭＳ 明朝";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Cambria;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-family:Cambria;  mso-ascii-font-family:Cambria;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"ＭＳ 明朝";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Cambria;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page WordSection1  {size:595.0pt 842.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.WordSection1  {page:WordSection1;} --&gt; &lt;/style&gt;       &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Merekaulang Kegagalan;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Merencanakan Kembali Pencapaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tahun 2012. Pergantian tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan berarti tahun ini suku Maya meramalkan sebagai tahun berakhirnya dunia alias kiamat; bukan pula karena 2012 adalah tahun dimana siklus banjir besar lima tahunan akan melanda Jakarta. Saya tidak peduli dengan keduanya, bukan berarti saya takabbur. Yang punya dunia dan alam hanya Allah, saya sebagai makhluk cukup ikhtiar yang terbaik, sisanya pasrahkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya juga tidak kawatir dengan krisis Timur Tengah yang makin memanas, meski suka gemes dengan gerakan Barat memprovokasi, menggelitik, dan memancing kemarahan Iran. Bukan juga karena krisis zona Eropa yang kian memburuk, juga ekonomi Amerika yang tak kunjung membaik, meski kadang suka mbatin “mungkin ini balasan the invisible hand”. Bukan pula karena elite yang mengendalikan Republik ini tak bervisi atau dagelan politik domestik yang sumpah nggak lucu dan bikin mual. Tapi bukan ini yang mau saya tulis. Kali ini saya ingin menceritakan kegagalan saya pribadi, tepatnya mereka ulang kegagalan. Untuk apa? Bagi saya mungkin akan jadi memoar untuk bangkit dan berencana kembali, juga pengingat bahwa gagal itu bikin nggak enak makan juga nggak nyenyak tidur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Serasa limbung mengawali hari-hari di 2012. Tidak tau mau ngapain. Rencana yang ada sudah tidak relevan karena tidak siap menerima kegagalan yang saya alami di penghujung 2011. Kenapa? Yaa karena seharusnya saya tidak boleh gagal, tidak ada kata gagal dalam perencanaan yang saya “pikir” sudah cukup matang dan “sempurna”. Ironisnya saya biasa menyarankan dalam tiap-tiap perencanaan program idealnya menyelipkan asumsi dan resiko.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ya, jujur saya terpukul. Pada saat menerima kekalahan itu saya tersenyum simpul dan sempat terpikir jika “dunia” tengah menguji dan mengejek saya. Ya, saya marah. Juga pada saat memulai menulis ini, kepala saya mungkin berasap jika bisa dianimasikan. Tapi inilah hikmahnya menulis. Menulis membuat saya kembali berpikir "jernih". Lalu sayapun tersentak, karena tak jauh-jauh, sumber kegagalan itu ada disini *menunjuk hidung sendiri*.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Alhamdulillah, lagi-lagi Allah "menjewer" telinga saya. Maafkan hambaMu yang takabbur dan lupa syukur ini Allah, hamba yang kufur nikmat. Dekat denganMu hanya pada saat-saat butuh, dan lalu semakin menjauh. Merasa tanpa siapapun dunia dengan mudahnya bisa masuk dalam kepalan tangan kecil saya. Di titik itu saya tidak takut dengan siapapun. Kadang-bahkan seringkali-saya takut dengan diri saya sendiri. Ya saya pongah. Dan itu bukan diri saya, saya tidak mau pongah. Pongah itu capek dan melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang bisa saya lakukan saat ini mensyukuri semua yang saya punya di titik ini. Allah maha baik dan tidak seharusnya saya menjauhiNya hanya karena satu keberhasilan yang tertunda. Selamat tinggal 2011, sungguh tahun yang emosional dan melelahkan. Belum terlalu terlambat untuk memulai 2012 dengan antusiasme layaknya mengawali tahun-tahun sebelumnya…Bismillaahirrohmaanirrohiiim…dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang...Semangaaat!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-9125003482731242626?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/9125003482731242626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/9125003482731242626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2012/01/merekaulang-kegagalan-merencanakan.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-2362323554297181295</id><published>2011-08-17T12:51:00.002+07:00</published><updated>2011-08-17T13:00:47.966+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Xw1Dm0czq0s/TktY-wSGupI/AAAAAAAAAI4/bICodJGl1FA/s1600/ina_flag.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Xw1Dm0czq0s/TktY-wSGupI/AAAAAAAAAI4/bICodJGl1FA/s320/ina_flag.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641700793347652242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;| Happiness | Content | Love |&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasa pagi - 16 Agustus 2011 - bersama rekan di kantor ikut menyimak video streaming dari ujung pidato kenegaraan presiden, lalu coba baca detailnya di Kompas. Dalam pidato presiden salah satunya disinggung tentang rencana kenaikan tunjangan guru hingga 65%, kenaikan gaji sebesar 10% untuk PNS, TNI, dan Polri. Juga berbagai indikator makro yang menyatakan kita berbahagia dan baik-baik saja. Saya tentu (konsisten dengan coretan saya sebelumnya) tidak sepenuhnya percaya dengan klaim politik atau kepentingan, bahwa jika makronya baik-baik saja maka demikian pula kondisi mikronya. Empat juta PNS yang dinaikkan gajinya juga mungkin tak sepenuhnya girang karena angkanya nggak signifikan, mendekati angka inflasi, atau bisa saja tahun depan inflasi sudah menyentuh angka dua digit. Jadi maksud kenaikan ini saya artikan sebagai kompensasi tingginya inflasi sekaligus supaya PNS nggak banyak tekor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat juta juga belum cukup representatif bagi 200juta penduduk lainnya. Apakah 200juta lainnya tidak lebih susah dari 4juta PNS tersebut ataukah sebaliknya? Dikatakan pula angka pengangguran terbuka hanya menjadi sekitar 8 juta orang saja, lucunya salah satu pembaca Kompas ada yang heran kok angkanya lebih kecil dibanding Jerman? Model perhitungan penduduk bekerjanya juga aneh, over estimate dan sarat kepentingan. Dan bukan saya saja yang mempertanyakan hal ini, tapi banyak, dan selalu..anjing menggonggong kafilah berlalu ☺.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Okelah, ini pahitnya. Lalu apa sisi positifnya? Ada harapan baru yang ditawarkan dan ditulis dalam MP3EI atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 yang diluncurkan Mei lalu dan disinggung-singgung kembali dalam pidato kemarin. Pucuk dicinta ulam tiba, malamnya sesampai di rumah buku MP3EI sudah ada di meja. Menarik, buku ini mencoba menjadi breakthrough atas berbagai keterbatasan. Buku ini juga mencoba memetakan berbagai proyek infrastruktur yang tengah dan akan berlangsung di seluruh koridor. Bagi yang kesehariannya bergelut di area pembangunan, dokumen-dokumen seperti ini tentu bukan hal yang asing. Keberadaan dokumen ini tak beda jauh dengan RPJP atau RPJM ketika pertama kalinya diluncurkan. Meski sempat muncul pertanyaan gimana hubungannya dengan dua dokumen itu, juga rencana strategis dan operasional lainnya milik kementerian/lembaga juga daerah tapi lagi-lagi hal baru tetap membawa arti. Semangat baru dari yang sudah-sudah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya kita tahu apa yang akan kita tuju dan capai dalam sekian tahun ke depan. Selorohan kalo kita kaya strategi tapi miskin implementasi musti ditepis. Ya, memang butuh lebih dari sekedar strategi untuk menjadikan Indonesia merdeka dari segala keterpurukan. Strategi tanpa kecintaan dari pekerjanya menjadikan Indonesia tidak berbahagia, hampa, kering cinta dan membuatnya kian terpuruk. Karenanya kita yang masih peduli dan (utamanya) mempunyai kesempatan untuk dekat dengan area pembangunan ayo bareng-bareng kita berikan kebahagian, isi-penuhi, dan cintai Indonesia melalui pemikiran, tulisan, kerja keras, dan bukan sekedar rutinitas tanpa makna. Dari sini saya yakin strategi akan menjadi setara dengan implementasi. Dirgahayu Indonesia, moga makin berbahagia dan makin dicintai. Merdeka! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-2362323554297181295?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2362323554297181295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2362323554297181295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/08/happiness-content-love-selasa-pagi-16.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Xw1Dm0czq0s/TktY-wSGupI/AAAAAAAAAI4/bICodJGl1FA/s72-c/ina_flag.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-1604637350765993310</id><published>2011-06-26T06:38:00.012+07:00</published><updated>2011-06-26T12:15:26.883+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#009900;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: normal; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#009900;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;Terima Kasih Fajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 200px; height: 158px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-4yvuohYcskw/Tga4mSvLqbI/AAAAAAAAAIU/XfozRTtNsMk/s200/Allahu%2BAkbar%2521-1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622384152822917554" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar jam 8 lebih tadi malam - bersama adik saya Fathoni - kami ke kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng. Kebetulan waktu itu remaja masjid setempat mengadakan Itikaf dalam rangka Isra' Mi'raj, kebetulan pula pas dengan malam ulang tahun saya, dan satu laporan saya telah tuntas, jadi kenapa tidak ☺. Sesampainya disana, kami makan dulu. Saya pesan mie goreng jawa, sementara adik saya nasi goreng gila. Namun ternyata tempat duduk telah penuh, kami akhirnya numpang duduk di warung Tegal yang sudah mau tutup seraya pesan minuman panas pada si penjual karena merasa tak enak hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maaf mbak, kami sudah tutup, bisa pesan yang di sana aja mbak" kata si Bapak santai sambil duduk-duduk dan mengarahkan telunjuknya ke pedagang yang ada di seberang warungnya, "Oh, kalo gitu nggak usah pak, kami numpang duduk di sini aja boleh?" lalu si Ibu yang sedari tadi sibuk bersih-bersih menimpali "Duduk aja gpp mbak, kalo nurutin nyari uang memang nggak ada habisnya mbak" masih lanjut, kali ini sambil ngelap meja "Saya dari jam 3 pagi udah buka mbak, jadi sekarang harus tutup dan pulang buat siap-siap besok pagi lagi" saya merespon "emang tinggal di mana buk?", "Deket sini aja kok mbak", sayapun manggut-manggut belum sempat berkata apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa detik kemudian nasi goreng gila adik saya datang dan langsung dilahapnya. Mengalihkan pembicaraan, saya coba tanya "gimana, sedap?", "kalah sama yang di kampus mbak" sahutnya pendek. Tak berapa lama, makanan saya-pun datang. Dari aromanya nampaknya cukup menggugah selera dan benar saja begitu sendok pertama, saya langsung berujar "mantap Ton". Lalu sambil makan, ekor mata saya masih mengikuti gerak ibu yang mungkin sudah jadi nenek itu. Si Ibu sedang sekuat tenaga menggosok dan membersihkan kaca etalase makanan. "Gila dapat tenaga dari mana ibu itu, jam segini masih kuat aja" gumam saya dalam hati. Si Ibu juga dibantu dua asisten yang sama-sama perempuan dan mungkin baru lulus SMP. Keduanya tampak sibuk menurunkan tv dan membungkusnya, mengepak perabot, dll. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktis jam 9 mereka telah selesai dan mohon ijin mematikan lampu. “Monggo” sahut saya, dan merekapun pamit. Si Ibu mencangklong tas lusuhnya yang (mungkin) penuh (duit) hasil dagangan hari itu dan berjalan pulang dengan raut kelelahan. Tak ada senyum atau kegembiraan di antara garis-garis muka yang dalam dan mengeras di wajah yang telah menua itu. Tapi saya tahu ada sejuta kelembutan dibalik wajah keras si ibu. Hidup keras yang dijalaninya, mengeraskan pula tulang dan garis mukanya. Ah, melihat ibu-ibu pekerja di sektor informal dengan jam kerja panjang, menguras fisik-pun emosi memang selalu membuat nurani saya bergejolak. Apalagi ibu-ibu itu harusnya telah menikmati masa pensiun, mensyukuri masa-masa tuanya, dan memaknai sisa usia. Tapi, lagi-lagi saya hanya bisa melihat kosong dan tak kuasa bicara apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepeninggal Ibu itu dan segera setelah makan, kamipun memasuki masjid yang tentu disambut dengan atmosfir yang lain. Ada experience sharing dari beberapa dokter yang pernah jadi relawan MER-C untuk Palestine. Sempat pula mengikuti teleconference langsung dengan rekan-rekan MER-C di Jalur Gaza yang telah menyelesaikan 20% pembangunan struktur Rumah Sakit Indonesia di sana. Melihat dukungan dan doa dari tanah air - raut haru sekaligus gembira nampak melingkupi arsitek dan dokter (keduanya masih muda) yang mewakili jadi jubir relawan di sana. Lalu setelah sholat Shubuh berjamaah, acara ditutup dengan pengumuman kelulusan sekitar 10 anak asuh SMP dan SMA dengan nilai yang menggembirakan. Kesepuluh siswa itu seluruh fasilitas pendidikannya dibiayai oleh remaja-remaja masjid di situ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pemuda, ada idealisme dan antusiasme, ada semangat mendobrak, ada harapan perubahan. Saya percaya ini template terbaik yang bisa ditempel untuk mendobrak dan merubah tidak hanya di satu isu ketidakadilan. Kalo kita bisa lakukan sedikit di Jalur maut Gaza, kita pasti juga bisa berbuat banyak untuk di dalam negeri. Keduanya penting. Terima kasih Allah untuk fajar di 26 Juni 2011 yang membuka mata kembali, pula untuk fajar yang lalu dan fajar-fajar baru di masa yang akan datang. Semangat ☺. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-1604637350765993310?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1604637350765993310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1604637350765993310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/06/terima-kasih-fajar-sekitar-jam-8-lebih.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4yvuohYcskw/Tga4mSvLqbI/AAAAAAAAAIU/XfozRTtNsMk/s72-c/Allahu%2BAkbar%2521-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-3179187459431663197</id><published>2011-06-18T11:16:00.005+07:00</published><updated>2011-08-01T18:16:26.264+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gcW6xTObchU/TfwpLL5WkaI/AAAAAAAAAIE/bE2mwi4dxzg/s1600/blog.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gcW6xTObchU/TfwpLL5WkaI/AAAAAAAAAIE/bE2mwi4dxzg/s200/blog.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619411707200180642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 15px; font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;h1 style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 4px; padding-right: 0px; padding-bottom: 4px; padding-left: 0px; display: block; font-size: 16px; color: rgb(10, 99, 149); "&gt;Umi Hanik, Tak Membatasi Ruang Gerak&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;uswah&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;/strong&gt;Indah Wulandari&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Umi mempunyai tekad kuat untuk terus menempa diri dan menimba ilmu. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perbaikan tak terwujud hanya dengan melontarkan kata-kata. Inilah yang mendorong Umi Hanik memutuskan untuk masuk ke dalam sistem. Satu angan yang ada di dalam dirinya, membawa perubahan ke arah lebih baik. Dan jalan yang ditempuh lajang dari kawasan dingin, Batu, Malang, Jawa Timur, itu cukup strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dikenal aktif di balik penyusunan perencanaan proyek pembangunan. Ia pun kini spesialis Monitoring dan Evaluasi Program Pendidikan Biaya Operasional Sekolah- Knowledge Improvement for Transparency and Accountability  (BOS KITA) Bank Dunia di Jakarta. Selain soal perubahan, ia pun punya alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjadi Muslimah sebaiknya tak membatasi ruang gerak. Maka, saya tak ragu menerima tawaran Bank Dunia yang memberi akses luas bagi Muslimah," papar Umi saat ditemui beberapa waktu lalu. Mantan aktivis kampus ini tak merasakan keraguan di hatinya saat mulai bekerja di Bank Dunia kantor Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, banyak tersedia fasilitas bagi Muslim untuk beribadah secara layak. Lebih dari itu, keyakinan lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini pun kian bertambah karena merasa mempunyai kemampuan dalam bidangnya. Dan keahlian itu tak banyak dimiliki oleh laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menapak karier di Bank Dunia, Umi merupakan Assistant Specialist untuk Studi Ekonomi Makro di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pertengahan  Maret 2002 hingga 2005. Kariernya masih terfokus di bidang monitoring dan evaluasi hingga 2007. Ia sempat bekerja sebagai staf ahli fraksi di DPR RI hingga 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela rangkaian pekerjaan yang ditekuni sebelumnya, ia mulai menemukan bidang yang diminatinya, yaitu monitoring dan evaluasi pembangunan. Untuk menopang minatnya itu, ia melanjutkan studi dan akhirnya meraih gelar master manajemen ekonomi publik dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bidang yang ditekuninya, Umi mengatakan, perempuan punya kelebihan dalam bekerja sebagai pembuat kebijakan. Ia beralasan, dalam diri perempuan melekat ketelitian dan menguasai hal yang perinci. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang disusun lebih baik dan perinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pengalaman yang direngkuhnya, sebut Umi, ia membuktikan Muslimah bisa masuk ke dalam sistem kebijakan pemerintahan dan harus mengubah ke arah kebaikan. Umi pun makin melebarkan sayapnya di bidang itu. Bersama rekan-rekannya dari AusAID, UNDP, USAID, lembaga donor lainnya, dari universitas, pemerintahan maupun nonpemerintah, ia  membentuk sebuah wadah profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadah yang dinamakan Indonesian Development Evaluation Community (InDEC) itu lahir pada pertengahan Juni 2009. Umi ditunjuk sebagai administrator sekaligus co-founder. Komunitas ini dibentuk untuk menambah pengetahuan dan berbagi pengalaman bagi profesional di bidang monitoring dan evaluasi. Anggotanya berjuluk "Monever".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme pada perkembangan komunitas ini makin menjulang. Apalagi, komunikasi yang tumbuh dari jejaring milis dunia maya yang mereka lakukan dirasakan sangat membantu. Sehingga Umi berharap, ilmu tentang monitoring dan evaluasi yang peminatnya sangat terbatas bisa dikenal luas lewat milis tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beragam diskusi di antara puluhan anggotanya, Umi berharap bisa memberikan kontribusi penting bagi pembangunan Indonesia. "Kami ingin menciptakan pembangunan yang efisien dan cepat, tentunya dengan perbaikan yang dimulai dari bidang pekerjaan yang kami geluti," urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dan teman-temanya juga mengadakan kelas-kelas edukasi. Pelatihan ini diperuntukkan bagi pendatang baru maupun lama yang ingin menambah kapasitas ilmunya. Dengan langkah ini, Umi berharap InDec mampu berkembang menjadi organisasi profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, kata Umi, rencana pembangunan tercapai, kapasitas evaluator terpenuhi, pembangunan bisa cepat, dan memenuhi target. Di tengah kesibukan itu, Umi pun masih sempat membimbing pelatihan-pelatihan teknis untuk perencanaan pengembangan lembaga formal, seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. ed: ferry kisihandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memperluas Jejaring &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Indah Wulandari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas lain ditempuh Umi Hanik. Ia terus membangun dan memperluas jejaringnya. Ia terus memelihara jalinan komunikasi dengan teman-teman almamaternya serta orang-orang terdekatnya. Pada 2004 hingga saat ini, ia memegang amanah sebagai Sekjen Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga alumni yang berbasis di Jakarta ini berguna menyambung silaturahim sekaligus memperluas jejaring alumni. Tak tanggung-tanggung, dengan bantuan sebagian besar alumni universitas yang berdomisili di Jakarta, Umi merintis Koperasi Kauje Mandiri Nusantara (KKMN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi ini, terang Umi, sebagai corong alumni di beberapa wilayah Indonesia sekaligus kontribusi dan pemberdayaan kegiatan perekonomian alumni. Jejaring sosialnya pun diberdayakan untuk membantu lembaga pendidikan milik keluarganya yang berbentuk yayasan, Pondok Pesantren Al-Hidayah di Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan di tempat kami seluruhnya gratis karena ada donatur dari jejaring sosial kami," ungkap Umi yang juga sebagai bendahara yayasan ini. Selain memiliki asrama yang menampung sekitar 100 santri, yayasan yang berdiri sejak 1977 ini memiliki madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pembelajaran santri pun dilakukan langsung oleh pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Batu, yaitu KH Muhammad Marta'in Karim. Menurut dia, pendidikan penting sebagai pintu keluar dari kemiskinan. Maka, ia bertekad membantu pendirian madrasah aliyah dan perguruan tinggi di kompleks yayasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi menyadari saat ini kesibukannya kian bertambah dan menyita waktu pribadinya. Setiap hari, ia menuntaskan pekerjaan sekitar pukul 21.00 WIB. Bahkan, setibanya di rumah, ia masih melanjutkan beberapa urusan. "Namun, saya menikmatinya." Meski ada kegiatan pribadi yang dikorbankan, ia tak keberatan karena untuk kepentingan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, ketekunannya di bidang pekerjaan pun bakal diseriusi lagi untuk mendapatkan gelar S-3. Hal ini ia lakukan untuk meningkatkan profesionalitasnya. "Saya ingin ngangsu kaweruh (mencari pengetahuan) karena fondasi diri yang kuat mesti ditopang dengan pendidikan," cetusnya. ed: ferry kisihandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biodata &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama         : Umi Hanik, SE, ME&lt;br /&gt;Lahir        : Batu, 26 Juni 1978&lt;br /&gt;Pendidikan     : Sarjana, Ekonomi Manajemen, FE Universitas Jember&lt;br /&gt;            Master, Kebijakan Publik, FE Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah        : Muhammad Marta'in Karim&lt;br /&gt;Ibu        : Muslihah Syahrie&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Koran Republika, Dialog Jumat Republika 17 Juni 2011/ 15 Rajab 1432 H&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://republika.co.id:8080/koran/52/137239/Umi_Hanik_Tak_Membatasi_Ruang_Gerak&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-3179187459431663197?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3179187459431663197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3179187459431663197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/06/umi-hanik-tak-membatasi-ruang-gerak.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gcW6xTObchU/TfwpLL5WkaI/AAAAAAAAAIE/bE2mwi4dxzg/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-7290195867599754163</id><published>2011-06-17T15:37:00.008+07:00</published><updated>2011-06-17T16:31:57.735+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;!--StartFragment--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#009900;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;Doaku, berbahagialah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Melalui tulisan refleksi di buku Cak Nur in-memoriam 10 tahun bertajuk “Gita Islam SMA: Santri Kota Mencari Tuhan” kau mencoba mengajakku mengenalmu lebih jauh. Dan benar saja, tulisan itu membuatku berpaling kepadamu.  Kemudian menyusul dengan tulisan-tulisanmu yang lain. Meskipun kau kirim ke banyak orang, akupun menjadi makin terikat dan tak bisa lepas dari(tulisan)mu. Berawal dari tulisan, kitapun menjadi dekat sampai suatu waktu (karena ketakutanku yang tak jelas) kuputuskan “this is too good to be true”. Akhirnya aku memilih mundur dan melupakanmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Hingga sore itu ditengah rapat, kudengar kabar dari salah seorang rekan yang sama-sama kita kenal jika dalam empat hari ke depan kau akan segera melepaskan masa sendirimu. Kutimpali dengan ringan, tanpa ekspresi, dan seolah kabar itu tak penting, "Oya?". Selebihnya kembali membahas pekerjaan dan laporan hingga malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Disaat perjalanan pulang dan sendiri, baru terasa ada yang sesak. Setengah panik dan dengan gemetaran kucoba cari tau kembali no hpmu ke beberapa teman karena tentu nomormu sudah kubuang lama. Setelahnya, kukirimkan sms singkat ke nomormu, "Benarkah?".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Sesampai di rumah, keluarga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://sinergi-inc.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;Sinergi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt; mengajak untuk makan di resto Jepang tempat kami biasa makan di sekitar Wijaya. Setengah hampa dan pikiran melayang berharap kabar itu tak benar, kucoba ikut menikmati makanan yang ada. Mungkin berlebihan, biasanya aku makan disitu dengan lahap, tapi malam itu kuahnya berasa pahit. Selera makanku hilang, lututpun lemas gemetaran. Aaaarg… kenapa pula lama sekali kau jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Nyaris dua jam kemudian, sekembali di rumah, pesanmu masuk dan benar saja kabar itu. Allah, kenapa secepat itu? Ataukah waktu berjalan normal dan hanya karena aku tenggelam dalam tumpukan pekerjaan karenanya menjadi tertinggal? Aku tak benar-benar siap. Belum genap pula lupaku. Ini tak adil. Tapi mungkin saja aku yang dibutakan dan tuli oleh pekerjaan. Sebulan lalu tak sengaja kita bertemu dan kau mencoba menyambung kembali komunikasi tapi kutanggapi hanya sekedarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Dan malam itu, kaupun menelpon dan bercerita banyak hal lebih dari satu jam. Terputus-putus karena sinyal yang tak bagus akhirnya akupun keluar rumah. Namun suaramu juga tak jadi jelas dikupingku, deru bajaj dan kendaraan yang lalu lalang di depan rumah menambah drama malam itu, tapi kau-pun berusaha mempertahankan obrolan (mungkin untuk yang terakhir kalinya). Sampai obrolan itupun harus berakhir karena handphoneku mati kehabisan baterai. Kembali ke dalam rumah aku isi baterai dan mencoba menyambung lagi ke nomormu, namun sinyal tak cukup bagus dan percuma. Ya, mungkin waktunya untukku berhenti dan (untuk kesekian kalinya) mencoba melupakanmu (kembali).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Kau memintaku untuk datang, tapi gimana caranya? I’m dying inside already. Akhirnya, kujanjikan doa dan harapan moga kita tetap bisa berteman baik. Tapi aku sendiri ragu, sanggupkah? Aaargh, kenapa pula aku musti mengalami ini, apa dosaku Allah? Ah, kenapa lagi-lagi Tuhan yang harus disalahkan. Akhirnya kuberanikan mendoakanmu, “Berbahagialah” dan kututup malam itu dengan tahajjud dan uraian air mata seraya mengadu, “Maafkan aku yang tak bersungguh-sungguh mengharapkanmu”. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;!--EndFragment--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-7290195867599754163?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7290195867599754163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7290195867599754163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/06/doaku-berbahagialah.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-6588121085248108090</id><published>2011-05-17T01:39:00.005+07:00</published><updated>2011-05-17T11:04:25.631+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XC95hbNaBC4/TdFxlAihhSI/AAAAAAAAAH4/FWF2PGExQDI/s1600/macet.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-XC95hbNaBC4/TdFxlAihhSI/AAAAAAAAAH4/FWF2PGExQDI/s200/macet.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607387891666879778" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Indahnya Jakarta [Tanpa PNS]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Diluar kontroversi pengambilan keputusan cuti bersama, pagi ini setengah ngedumel saya meluncur ke kawasan Matraman untuk mengambil laptop dan data yang terselamatkan kepada seorang kawan kantor dan lanjut berdiskusi tentang banyak hal. Kemudian setelah makan siang, agak terkantuk-kantuk lanjut ke beberapa tempat lainnya secara sekaligus untuk sebuah urusan. Ngedumel karena keputusan cuti mendadak menyebabkan satu urusan saya tertunda dan setengah yang lainnya kegirangan karena merasakan indahnya Jakarta yang lengang dan lancar tanpa macet. Tanpa macet tak ada lagi kelelahan di jalanan, masih sempat pula bersilaturrahmi bersama sahabat dan sampai rumahpun kita masih punya banyak sisa waktu untuk mengerjakan aktivitas lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Kenapa lengangnya Jakarta hari ini begitu penting? Mari kita berhitung. Dalam kondisi normal, rata-rata minimal waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat yang kita tuju dalam kota Jakarta adalah 1 jam dan tambahkan lagi 1 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan di jalan (genangan, pohon roboh, kecelakaan, dll) jika kita sedang ada janji untuk meeting atau urusan penting lainnya yang tidak mentolelir keterlambatan. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Seorang petugas ekspedisi yang harus mengantar paket ke 5 tempat sekaligus dalam sehari mau tak mau harus menghabiskan 10 jam dalam sehari, akankah dia bertahan lama di jalanan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Sudah cukup lelah dengan jalanan yang macet dan seringkali nyaris terhenti masih pula harus dipaksakan minggir jika ada rombongan mobil pejabat pemerintah lewat dengan sirine yang meraung-raung. Gimana nggak minggir kalo ancamannya gak beda sama preman jalanan ‘pilih mobil dipentung atau tendang’? &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Berapa kali sehari mereka menyusuri jalanan Jakarta, 2, 3 kali? Dan jika ada &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;3 Menteri Koordinator dan 1 Sekretaris Negara, 20 menteri yang memimpin departemen, dan 10 menteri negara, kemudian tambahkan dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;presiden, wakil presiden, gubernur, dan pejabat teras lainnya…aaarghh alangkah banyak, sering, dan mengganggunya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span&gt; Pun di hari normal, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mencari parkir tak kalah melelahkan. Kantor-kantor pemerintahan terpaksa harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk membangun gedung parkir yang setara dengan tinggi gedung utamanya. Ruang kerja pegawai yang berhimpit dikalahkan demi sebuah mobil, minimal satu mobil butuh 2 meter persegi dan dibandingkan dengan ruang staf yang semeter persegi saja mungkin tak sampai. Wah kalo saya jadi pegawai di gedung itu, sudah pasti saya akan iri berat, mungkin juga akan berteriak “Kaya gini nuntut berkinerja tinggi? Apa kata dunia?”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Pertanyaan berikutnya, apa iya dengan semakin tingginya gedung parkiran, semakin panjangnya jalan layang, makin banyaknya under pass, adanya tol lingkar luar-dalam ekonomi kita menjadi lebih baik? Bapak/Ibu pemimpin, kita ini mau di bawa kemana? Apa tujuan kita bernegara? Daripada uang kau hambur-hamburkan untuk membangun infrastruktur jalan namun tak jua menurunkan angka kemacetan, kenapa tidak kau bangun yang sama di Papua atau Kalimantan yang memang butuh untuk menyambungkan dengan kabupaten dan kota di sekelilingnya? &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Dan jika boleh jujur, sesungguhnya tulisan ini diinspirasi oleh sentilan ringan yang berujung pada diskusi agak panjang setelah Isya’ tadi bersama Pak Nugroho Ananto-guru kami di &lt;a href="http://sinergi-inc.com/"&gt;Sinergi&lt;/a&gt;. Dan masih ada hubungannya dengan yang saya alami tadi pagi dengan jalanan Jakarta, nampaknya wacana tentang pemindahan pusat pemerintahan yang sempat ramai diulas berbagai media nasional beberapa waktu lalu perlu untuk diungkit kembali dan mulai diberanikan pula untuk berandai-andai jika pusat pemerintahan dipindahkan. Ini artinya jumlah pegawai pemerintahan yang berada di Jakarta mau takmau melekat dalam skenario pemindahan pusat pemerintahan, karenanya judul tulisan ini demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Jakarta tak kuat menanggung beban dan menjalankan dua fungsi besar sekaligus, sebagai pusat bisnis dan pusat pemerintahan. Terlalu berat dan overload. Cuti bersama membawa kita pada kondisi untuk mencicipi indahnya Jakarta jika satu bebannya dilepaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Thus, pemindahan pusat pemerintahan bukan wacana ngawur. Lagi, mari kita berhitung. Dilihat dari manfaatnya oleh dua pihak baik yang ditinggalkan maupun yang kedatangan, keduanya tentu akan mendapat manfaat meski bentuknya berbeda, yang ditinggalkan pastinya kemacetan akan hilang dan menjadi fokus pada kegiatan bisnis dan genjot produktivitas, sementara yang kedatangan akan banyak peluang ekonomi baru yang masuk. Biaya, kata siapa pindahan tidak butuh biaya? Betul biayanya mahal tapi ayo coba kita bandingan dengan biaya dan nilai kerugian jika kita berlarut-larut dengan macet, berapa biaya keluar untuk bangun jalan, jembatan, tol, dll, berapa peluang yang hilang akibat kesehatan dan produktivitas yang terganggu, kalikan dengan jumlah penduduknya. Berapa Rupiah? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Ekonom &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Michael Grossman&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;memperkenalkan &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;model health production&lt;/span&gt; yang menggarisbawahi bahwa kesehatan adalah salah satu bentuk investasi penting yang mempengaruhi produktivitas, jumlah hari sakit, dan pendapatan. Namun memang untuk berinvestasi disini menjadi mahal karena untuk olahraga kita musti sewa lapangan mengingat minimnya public area di Jakarta dan macet membuat kita lebih banyak memilih untuk tinggal di rumah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Nah lalu, kesempatan apa yang akan diterima oleh yang kedatangan? Peluang investasi baru, properti meningkat, menggerakkan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ekonomi daerah tersebut dan penyangganya, dll, you name it, we got it &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt; line-height:115%;font-family:Wingdings;mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-hansi-font-family:Calibri;mso-hansi-theme-font: minor-latin;mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin; mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Wingdings"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol;mso-symbol-font-family:Wingdings"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size: 10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;. Bagaimana dengan resiko? Resiko yang pasti adalah, akan ada wilayah semaju Jakarta di kawasan yang lain, entah itu di Kalimantan atau Papua, rela? Belum rela atau belum yakin? Silahkan berhitung lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:115%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;Jika Malang dengan keterbatasan anggaran cukupcerdas berstrategi untuk mengalihkan pusat pemerintahannya ke kawasan pinggiran Malang yakni Kepanjen, kenapa Pemda DKI tidakberani ‘secerdas’ Malang? Jika Malaysia cukup nekat melawan pertentangan dan ketidakniscayaan lantas menariknya ke kawasan Putra Jaya, nampaknya sudah saatnya kita senekat Malaysia untuk hal yang positif sekali ini saja. Ada yang mau sharing wilayah manalagi yang memindahkan pusat pemerintahannya?&lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-6588121085248108090?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6588121085248108090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6588121085248108090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/05/indahnya-jakarta-tanpa-pns-diluar.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XC95hbNaBC4/TdFxlAihhSI/AAAAAAAAAH4/FWF2PGExQDI/s72-c/macet.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-303249397745245264</id><published>2011-04-03T22:38:00.004+07:00</published><updated>2011-04-04T00:56:50.500+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Antara Lamunan, Mimpi, dan Cita-cita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana engkau menggambarkan awan? Benarkah awan itu putih, ringan, teduh, dan memberikan kesejukan? Atau sebaliknya, awan itu suram, pertanda akan ada bencana, dan mengerikan? Suka nggak dengan jeruk limau? apakah engkau suka karena ia minuman yang menyegarkan ataukah benci karena ia buah yang masam dan bikin sakit perut? Lantas bagaimana pula engkau memandang hidup? apakah ia menyenangkan, suram, ringan, berat, menggembirakan, menyedihkan, menyegarkan ataukah masam *bergidik*?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_Dr5dPPPyj0/TZiytOR8XLI/AAAAAAAAAHw/_en_4Dceq1Q/s1600/ambition-poster-c10316003.jpeg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 254px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_Dr5dPPPyj0/TZiytOR8XLI/AAAAAAAAAHw/_en_4Dceq1Q/s320/ambition-poster-c10316003.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591415427377683634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selalu ada dua sisi baik dan buruk, terang-suram, juga surga dan neraka yang melekat dalam setiap elemen hidup. Sepenuhnya tergantung kita mau melihatnya dari perspektif yang mana. Kita pula yang menentukan mau berpihak sama yang mana, karena memang hidup harus berpihak. Yang berani mengatakan tidak berpihak dan netral, merekapun secara sadar sebenarnya juga berpihak. Hidup bisa menjadi baik dan mendapat surga jika kita mau berspektif bahwa hidup itu memang baik dan layak mendapat surga sebagai hadiah. Sebaliknya menjadi buruk bagai di neraka-pun jika kita berkehendak. Dari perspektif pula lahirlah keberpihakan yang lantas menimbulkan perbedaan atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gaps&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stiglitz dalam bukunya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Economics of the Public Sector&lt;/span&gt;" mengatakan ada empat pertanyaan utama terkait lahirnya ekonomi sektor publik yakni: 1) Barang apa yang mau diproduksi? barang publik ataukah barang privat?; 2) Bagaimanakah proses pengadaannya? melalui sektor publik ataukah swasta?; 3) Untuk siapakah kepentingan tersebut diwujudkan? karena tentu saja beda program pemerintah akan membawa keuntungan pada kelompok yang berbeda pula; dan 4) Bagaimanakah keputusan tersebut dibuat? apakah diputuskan secara kolektif ataukah perorangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Stiglitz, keputusan kolektif alias keputusan sosial merupakan keputusan yang mampu diambil dalam alam yang demokratis. Satu pihak musti berhati-hati dalam menentukan pihak manakah yang kira-kira akan mendapatkan manfaat dan pihak mana yang bakalan kesialan akibat kebijakan yang terlanjur ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, demo ada tiap hari, kritik luar biasa bertubi-tubi, media juga liar mencerca dan mengekspos borok pemerintah, bom kecil-kecilan juga tak mau kalah (katanya) sebagai protes atas ketidakadilan. Hal ini lantas memperkuat pernyataan Stiglitz bahwa kebijakan publik itu berpihak. Merekalah pihak-pihak yang mungkin merasa dirugikan dengan kebijakan yang diambil. Namun semuanya hanya angin lalu. Partai besar dan kroninya tetap yang mendapat manfaat luar biasa besar dari kebijakan yang dibuat, korupsi makin kenceng, kesenjangan makin besar, alih-alih mau bicara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;closing the gaps&lt;/span&gt;. Bangsa kita memang hidup di alam yang demokratisasinya agak aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bustanul Arifin dalam fgd bersama INFID tentang ketahanan pangan untuk menyongsong pertemuan G20 minggu lalu mengatakan bahwa teori kebijakan itu saling meniadakan. Pangan dan ketahanan dalam ekonomi akan selalu general equilibrium. Tapi saya percaya bahwa ilmu ekonomi hanyalah alat untuk menganalisa kebijakan dan dia tidak berpihak. Anggapan bahwa ekonomi melulu hanya melihat efisiensi dan efektivitas adalah salah besar. Yang perlu dipertanyakan adalah keberpihakan si-pengambil kebijakannya dan bukan ilmunya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya jelas, misalnya ada dua pilihan yakni pilih bangun flyover non tol ataukah perbaiki kualitas dan jumlah transportasi massal? anda sudah tau kan mana yang dipilih? siapa yang diuntungkan? siapa yang dirugikan? ilmu ekonomi menyediakan semua alat analisanya, dan pengambil kebijakan yang menentukan siapa yang mau dirugikan atau diuntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula pemerintah kita dihadapkan pada pilihan untuk melamun, bermimpi, dan bercita-cita tentang 1) kecukupan; 2) swasembada; 3) ketahanan; dan 4) kedaulatan pangan, setelah dihitung-hitung kira-kira mereka mau memilih yang mana? sampai kapan kita akan bermain-main dengan angka kecukupan? berani nggak melamun, bermimpi, dan bercita-cita sampai berdaulat? termasuk tampil garang di pertemuan G20 nanti. Nggak perlu takut mereka akan menutup pintu pasarnya buat kita. Sudah terlalu lama pula kita tak punya impian dan cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-303249397745245264?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/303249397745245264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/303249397745245264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/04/antara-lamunan-mimpi-dan-cita-cita.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_Dr5dPPPyj0/TZiytOR8XLI/AAAAAAAAAHw/_en_4Dceq1Q/s72-c/ambition-poster-c10316003.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-1282613102811818243</id><published>2011-03-19T14:28:00.004+07:00</published><updated>2011-03-30T20:37:50.892+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Wl0hPMLjpdc/TYRi1CpE7SI/AAAAAAAAAHU/qsrBmuGpt20/s1600/raja.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 73px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Wl0hPMLjpdc/TYRi1CpE7SI/AAAAAAAAAHU/qsrBmuGpt20/s400/raja.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585698101228006690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Diri Yang Agung&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Alkisah setelah penobatan Raja Nufsibaal dari Byblus, ia, raja itu, pergi istirahat ke kamarnya - kamar yang dibangun oleh tiga orang pertapa dari gunung untuknya. Ia melepaskan mahkota dan jubah rajanya, dan berdiri di tengah kamar memikirkan dirinya yang sekarang menjadi penguasa yang paling kuat di Byblus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia berpaling; dan melihat seorang lelaki polos keluar dari kaca perak pemberian ibunya. Raja terkejut, dan berteriak pada laki-laki itu, "Siapa kau?". Laki-laki polos itu menjawab, "Hanyalah aku; mengapa mereka menobatkanmu menjadi raja?". Raja menjawab, "Karena aku manusia paling mulia di negeri ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki polos itu berkata, "Bila engkau mulia tentu engkau tidak akan menjadi raja." Dan raja berkata, "Karena aku manusia paling kuat di negeri ini, itulah mengapa mereka menobatkanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu kemudian berkata, "Bila engkau kuat, tentunya engkau tidak menjadi jadi raja." Kemudian raja berkata, "Karena aku orang yang paling bijak. Itulah mengapa mereka menobatkanku menjadi raja." Dan laki-laki polos itu lagi-lagi berkata, "Bila engkau bijak tentu engkau tidak akan dipilih menjadi raja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian raja tersimpuh ke lantai dan menangis dengan pedihnya. Lelaki itu memandanginya. Ia mengambil mahkota dan dengan lembut diletakkan di atas kepala sang raja. Lelaki itu memandang penuh cinta pada raja lalu masuk kembali ke dalam cermin. Kemudian sang raja bangkit, ditatapnya cermin itu lekat-lekat. Yang terlihat hanyalah dirinya yang dimahkotai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip penuh dari Kahlil Gibran "Diri yang Agung": Cinta, Keindahan, dan Kesunyian (1998, p.5) dan dipersembahkan untuk saya pribadi juga dunia yang tengah bingung dengan definisi pemimpin, presiden, dan sejenisnya... :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-1282613102811818243?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1282613102811818243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1282613102811818243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/03/diri-yang-agung-alkisah-setelah.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Wl0hPMLjpdc/TYRi1CpE7SI/AAAAAAAAAHU/qsrBmuGpt20/s72-c/raja.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8582470572343801575</id><published>2011-02-27T18:33:00.005+07:00</published><updated>2011-02-27T21:42:43.866+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vP4oCNjBn6g/TWpU9l0bpJI/AAAAAAAAAHE/Xq7fWvtGoaw/s1600/inspiration.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vP4oCNjBn6g/TWpU9l0bpJI/AAAAAAAAAHE/Xq7fWvtGoaw/s200/inspiration.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578364505552561298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Inspirasi, Ku Kejar-Kau Lari...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indonesiamengajar.org/index.php?m=profil.tentangindonesiamengajar"&gt;Anis Baswedan&lt;/a&gt; dalam novel biografi Iwan Setiawan bertajuk "&lt;a href="http://aremakita.blogspot.com/2011/02/9-summers-10-autumns-kisah-inspiratif.html"&gt;9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel ke The Big Apple&lt;/a&gt;" menggoreskan catatannya "Bapaknya supir angkot tinggal di Gang Buntu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batu"&gt;Kota Apel Batu&lt;/a&gt;, anaknya kemudian jadi Direktur &lt;a href="http://www.nielsen.com/content/corporate/us/en.html"&gt;AC Nielsen US&lt;/a&gt; berkantor di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_York_City"&gt;the Big Apple New York&lt;/a&gt;. Kisah Iwan adalah bukti nyata tentang efek pendidikan karena itu berikanlah akses pendidikan berkualitas pada setiap anak Indonesia. Tidak peduli anak miskin atau kaya, anak kota atau desa karena keterdidikan mereka akan membawa Indonesia menuju cita-citanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Iwan ini menyusuli kisah-kisah inspiratif sebelumnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi"&gt;Laskar Pelangi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sang_Pemimpi"&gt;Sang Pemimpi&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negeri_5_Menara"&gt;Negeri Lima Menara&lt;/a&gt;. Meski disajikan dalam plot yang tidak mudah dan kurang mengalir, pesan yang coba disampaikan Iwan cukup besar. Benar bahwa kita tidak bisa memilih masa kecil kita, artinya betapapun sulitnya hidup, tekanan keadaan, himpitan ekonomi, dengan kerja keras dan perjuangan yang tak kenal lelah semuanya bisa kita lalui, bahkan pencapaian yang kita dapatkan akan jauh dari yang kita impikan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sama-sama wong mBatu, sudut-sudut yang disajikan Iwan dalam bukunya begitu akrab. Meski tak seterjal perjalanan Iwan, dalam melihat dan menapaki dunia, kurang lebih saya juga memiliki kesamaan dengan dia. Termasuk ketika menjalani masa sekolah di Batu juga saat merajut mimpi di sepanjang Jalan Sudirman Jakarta. Bersekolah di SMP dan SMA yang sama dengan Iwan (senior saya, angkatan 94/95), meninggalkan Batu dengan segenggam asa untuk kembali dan memberikan sesuatu untuk Batu. Kerja keras, perjuangan tanpa kenal lelah kuncinya. Ikhtiar dan istiqomah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;success story&lt;/span&gt; yang dibukukan ini, belakangan membuat saya jadi berpikir. Tentu kita menulis karena ingin memberikan inspirasi serta dampak nyata dan bukan hanya sekedar membuat orang membaca tulisan kita lantas berhenti dan tidak melakukan apapun. Apalagi untuk target utama pembaca anak-anak, tantangannya menjadi dobel. Pertama, bagaimana membuat mereka mau membaca; kedua, bagaimana memberikan inspirasi bagi mereka melalui tulisan yang mereka baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo boleh tau, berapa sih usia rata-rata orang mulai membaca novel ? usia SMP, SMA, kuliah? atau usia pensiun? Harus diakui, banyak juga yang kurang menyukai novel - termasuk saya - apalagi jika melihat ketebalannya, saya mungkin akan mual duluan. Sementara jika membaca catatan Anies di atas, kita berharap inspirasi ini dibaca dan menular ke sebanyak-banyaknya orang, hingga Indonesia akan mampu mencapai cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan inspirasi dan dampak luas, lantas kenapa tidak anak-anak disasar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak ada kata terlambat untuk belajar, namun memulai dari usia anak-anak untuk menyenangi bacaan-bacaan inspiratif akan memberikan dampak yang jauh lebih besar, karena banyak waktu untuk anak-anak tersebut bersiap diri, mengejar mimpinya, dan mencapainya. Semakin awal mereka mengenal inspirasinya, cita-cita tinggi bukan lagi menjadi tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khayalan saya adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Negeri Lima Menara, dan novel Iwan ini di cetak pula dalam bentuk komik layaknya Kapten Tsubasa atau Slam Dunk bikinan Jepang yang menginspirasi jutaan anak-anak Jepang untuk menjadi pemain bola dan pebasket nasional yang tangguh dan tak terkalahkan.  Hasilnya luar biasa, talenta-talenta pemain basket dan bola usia dini tidak sulit untuk mereka dapatkan dan tidak perlu repot-repot harus melakukan naturalisasi. Ayo Indonesia bisa !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8582470572343801575?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8582470572343801575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8582470572343801575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/02/inspirasi-ku-kejar-kau-lari.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vP4oCNjBn6g/TWpU9l0bpJI/AAAAAAAAAHE/Xq7fWvtGoaw/s72-c/inspiration.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-167188472573310348</id><published>2011-02-19T21:58:00.003+07:00</published><updated>2011-02-19T23:29:31.262+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jAseDeIakGQ/TV_qxPdsY8I/AAAAAAAAAG8/gu0pg7puzC8/s1600/public%2Bservice.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jAseDeIakGQ/TV_qxPdsY8I/AAAAAAAAAG8/gu0pg7puzC8/s200/public%2Bservice.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575432995393528770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Kabar Pelayanan Publik Hari Ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelum mudik libur Maulid, saya berkesempatan untuk mengurus sendiri perpanjangan STNK motor matic yang hampir dua tahun ini berada di Batu. Perpanjangan STNK yang terlambat saya perkirakan akan memakan waktu, proses yang lama dan ribet. Karena berkah kakak dan adik lelaki yang banyak, seumur hidup jujur saya belum pernah berurusan dengan polisi termasuk menyambangi kantornya. Ya, dalam benak saya, kantor polisi pastinya tidak nyaman, sumpek, dan angker. Aparatnya-pun mungkin tak ramah dan berwajah sangar. Jadi saya persiapkan stamina hari itu untuk akibat terburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah paginya menghadap Professor untuk urusan jurnal dan rencana studi lanjut, saya meluncur menuju Kantor Bersama SAMSAT di Polda Metro Jaya. Saya masuk lewat pintu samping (SCBD) dan begitu masuk, agak takjub karena kita akan disambut dengan beberapa gate parkir masuk yang cukup lebar dan nyaman. Melongo dan agak grogi, sayapun melewatkan tiket parkir saya, untungnya ada petugas polisi yang mengambilkan kartu parkir dengan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki pelataran parkir yang luas dan lega, nampak kesibukan yang luar biasa di sekelilingnya. Tampak pula spanduk besar berisi pengumuman dan penjelasan untuk pengurusan STNK dan dokumen lainnya melalui "drive thru". Counternya berada di depan kantor SAMSAT dan nampak sekitar tiga mobil tengah mengantri. Wah-wah saya cuman geleng-geleng kepala. Kenapa yang kaya gini nggak pernah diberitakan ya ? Coba kalo saya tau, pasti tak saya sia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah parkir, saya memasuki lantai 1 gedung SAMSAT, celingak-celinguk sebentar, eh Bapak Polisinya ramah bertanya "Ada yang bisa dibantu mbak?" meski yang tanya cuman bapak-bapak dan bukan pemuda ganteng layaknya di bank, saya seneng juga ada yang menawarkan bantuan. Langsung saya jelaskan maksud saya dan si bapak menyarankan untuk naik ke lantai 4 termasuk apa saja yang musti dilakukan. Sebenarnya sudah ada petunjuk yang jelas di setiap pojok ruangan tentang informasi proses pengurusan administrasi, dll, cuman saya belum sempat membaca sudah ada yang membantu menjelaskan, ya Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 4 tampak ramai, namun ruangan yang luas ber-AC dan jumlah kursi yang memadai untuk pengantri membuat suasana antrian cukup menyenangkan. Proses pelayanan-pun cukup cepat. Proses pengurusan pajak, denda keterlambatan, tunggakan, dan pengambilan STNK berlangsung di lantai 3 dan 4. Tidak ada masalah berarti dengan proses pengurusan STNK motor saya kecuali bahwa November tahun ini musti ganti plat nomor karena genap berumur lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruhnya selesai kurang dari satu jam. Petugasnya-pun sangat membantu, baik yang berseragam polisi maupun sipil  (Dispenda), buah kerjasama yang apik. Sebagai pemula, saya memang banyak bertanya, merekapun  menjawab dengan sabar dan jelas. LUAR BIASA !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh berbeda dengan pelayanan publik yang berlangsung di kantor imigrasi dan kelurahan. Kebetulan belum terlalu lama saya juga sempat mengurus paspor dan KTP adik di kedua kantor tersebut dan mengalami kesulitan yang luar biasa. Aroma KKN masih kental. Reformasi belum menyentuh ke sana, masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;old school&lt;/span&gt;. Betul-betul MENGECEWAKAN :(.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, satu hal menarik yang ingin saya ceritakan, lantai 3 SAMSAT adalah tempat untuk mengurus denda, tunggakan premi jamsostek dan pajak motor. Menilik ramainya lantai itu, saya jadi berimajinasi, wah kesadaran masyarakat untuk bayar pajak mungkinkah mulai tumbuh ? mungkinkah karena pelayanan yang cepat dan mudah ? ataukah hanya karena tidak merasa aman di jalan ? takut kena tilang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik pula, karena mungkin diantara yang mengantri bersama-sama kita ada tukang ojek, guru, pedagang, maling ayam atau perampok sekalipun..tapi bagaimana dengan koruptor atau pengemplang pajak..ah saya kok nggak yakin mereka ada dalam antrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan akhir dari cerita ini, semoga kantor Imigrasi, kantor kelurahan, dan kantor pelayanan publik lainnya bisa belajar dari KANTOR BERSAMA SAMSAT POLDA METRO JAYA, melayani rakyat dengan ramah dan cepat tanpa repot. Apresiasi pula untuk Kepolisian atas buah reformasi birokrasinya, semoga semangat reformasi tersebut menjalar ke unit kelembagaan kepolisian lainnya hingga kepolisian secara utuh bisa menjadi lembaga pengayom rakyat.  BRAVO SAMSAT POLDA METRO JAYA dan BRAVO RAKYAT YANG TAAT BAYAR PAJAK !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-167188472573310348?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/167188472573310348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/167188472573310348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/02/apa-kabar-pelayanan-publik-hari-ini.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jAseDeIakGQ/TV_qxPdsY8I/AAAAAAAAAG8/gu0pg7puzC8/s72-c/public%2Bservice.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-2553000745181643372</id><published>2011-01-20T23:29:00.010+07:00</published><updated>2011-01-25T08:22:23.761+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TThkrGp6GII/AAAAAAAAAGs/MhD7xecfE_M/s1600/work.1118952.2.flat%252C550x550%252C075%252Cf.aishiteru.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 201px; height: 171px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TThkrGp6GII/AAAAAAAAAGs/MhD7xecfE_M/s200/work.1118952.2.flat%252C550x550%252C075%252Cf.aishiteru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564308031299786882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Ais&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;h&lt;/span&gt;iter&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku. Saat ku harus bersabar dan trus bersabar, Menantikan kehadiran dirimu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Entah sampai kapan aku harus menunggu...sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani, hidup dalam kesendirian sepi tanpamu, kadang kuberpikir cari penggantimu, saat kau jauh disana&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=D3-dvCXE-6E&amp;amp;feature=related"&gt;...&lt;/a&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sengaja fm radio yang tengah saya simak memperdengarkan irama dan  nada lagu yang sering dinyanyikan keponakan saya yang baru kelas 1 SD itu kemarin saat dalam perjalanan menuju stasiun Gambir untuk mengantar ibu saya pulang ke Malang. Lirik awalnya cukup menggugah dan mengundang komentar. Yang membawakan band baru-tak begitu dikenal namanya, tapi judul lagunya yang banyak diingat, ya &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=D3-dvCXE-6E&amp;amp;feature=related"&gt;AISHITERU&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu dalam satu obrolan dengan temen-temen &lt;a href="http://www.sinergi-inc.com/cgi-bin/datacgi/database.cgi?file=web2&amp;amp;report=page2&amp;amp;id=cust_contact&amp;amp;sub_nav=000&amp;amp;firstrecord=&amp;amp;finalrecord="&gt;Sinergi&lt;/a&gt; - kebetulan ada yang empat tahun menghabiskan master mesinnya di Osaka - aishiteru dimaknai sebagai ungkapan perasaan suka yang mendalam tapi masih ragu. Rekan yang lain mengomentari, "Oh, maksudnya digantung.. wah nggak enak banget tuh lagu", haha..menggelegarlah tawa yang saat itu mendengar komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, dari &lt;a href="http://wiki.answers.com/Q/What_does_Aishiteru_mean_in_japanese"&gt;wikianswers&lt;/a&gt; saya mendapat definisi pembanding bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aishiteru" means "I love you" in Japanese, but it's only really used unless you're absolutely serious about the relationship.  If you're not sure whether you are dedicated yet, you can say "Daisuki" instead, which means "I really like you". It's more relaxed, for example, if you're just starting a relationship with someone.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...saya mendadak  jadi merasa kalo makna dan lirik aishiteru ini  pas juga untuk menggambarkan  kondisi  pemerintahan yang sedang kita  hadapi sekarang. Liriknya lebih  menyindir dan kena dibanding  "seandainya aku jadi Gayus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin  birokrasi yang merasa  bekerja tanpa masinis. Rakyat yang merasa tidak  diperhatikan. Hukum  berjalan asal dan seenaknya yang semuanya bermuara  pada keraguan akan  kecintaan sang masinis pada mesin birokrasinya juga  sebagai pemimpin  pada rakyatnya. Dan benar, semuanya (merasa) digantung (untuk tidak menyebut sebagai absennya kepemimpinan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut   diacungi jempol untuk kecintaan sang mesin dan rakyat hingga rela dan   setia menunggu ragu itu menjadi keyakinan dan mengimbangi dengan  derajat  kecintaan yang sama. Lantas pertanyaannya menjadi sama dengan  lirik  lagu aishiteru yang mengantar tulisan ini, untuk berapa lama...  karena  ternyata menunggu itu menyebalkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segelintir  pemuka agama  kondang nekat berteriak "kamu bohong" karena merasa dibohongi, cintanya  dikhianati atau  cintanya tak berbalas, dan sialnya yang merasa  dibohongi juga banyak   :). Kemunculan 100 tokoh lainnya yang ikutan  berteriak senada menjadi  indikasi jika sebagian sudah mulai lelah  menunggu. Akankah menyusul  sekian juta lainnya ? Bisa ya  atau tidak,  mungkin masih banyak juga  yang berharap layaknya lirik penutup  aishiteru &lt;em&gt;"Lupakan segala obsesi  dan ambisimu, akhiri semuanya  cukup sampai disini, dan buktikan  pengorbanan cintamu untukku, kumohon  kau kembali..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, kalo masih tidak yakin mohon jangan bilang "aishiteru" tapi lebih aman "daisuki" biar nggak dicap pembohong, masa iya pemerintahan legitimate tapi diteriakin 'pembohong', apa kata dunia... :).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-2553000745181643372?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2553000745181643372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2553000745181643372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2011/01/ais-h-iter-u-menunggu-sesuatu-yang.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TThkrGp6GII/AAAAAAAAAGs/MhD7xecfE_M/s72-c/work.1118952.2.flat%252C550x550%252C075%252Cf.aishiteru.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-1990706693721003879</id><published>2010-12-04T23:11:00.006+07:00</published><updated>2010-12-20T00:35:10.638+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Social Security Net, Binatang Apa Itu ?&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Saya terpaku. Di kawasan Sabang Jakarta Pusat dan jarum jam menunjuk di angka 8 lebih. Hari-pun sudah beranjak gelap dan tak bersahabat. Seorang nenek berkerudung dan rapi, renta sekali terhuyung-huyung berlalu menjajakan tissuenya ke arah mobil saya begitu mobil depan tidak menunjukkan respon. Spontan saya buru-buru mengeluarkan beberapa lembar puluhan ribu untuk membeli dua pak tissue yang dia tawarkan. Saya ambil keduanya, dan si nenek bertanya “maaf mau beli berapa non?” dugaan saya waktu itu mungkin dia pikir lembaran yang saya kasih pecahan ribuan, saya jelaskan bahwa yang saya kasih sekian. Tergopoh-gopoh si nenek ke tempat barang dagangannya yang berada sekitar 3 meter di depan mobil saya sambil bilang “waduh non tissuenya kurang banyak”, saya pun berteriak “tidak usah” karena toh lampu sudah hijau. Masih dalam keadaan jendela terbuka saya maju dan pamit, eh nggak taunya dilemparnya segepok tissue ke dalam jendela mobil saya sambil terbata-bata si nenek bilang “terima kasih non” saya sahuti “sama-sama nek” dan saya-pun berlalu dengan pikiran berkecamuk. Jujur saya marah, tapi ada yang membuat saya berpikir...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Ah nenek itu mengingatkan saya pada almarhumah nenek buyut saya yang senantiasa rapi, anggun, dan sopan dalam bertutur kata. Saya menyumpah "terkutuklah yang membuat nenek baik tersebut hidup di jalanan". Mendadak mata saya menjadi buram oleh air. Subhanallah. Saya bersyukur bisa dipertemukan dengan nenek tersebut sambil dalam hati bergumam “ini ladang amal saya dan pengingat akan fitrah hidup saya”. Tidak masalah jika nilai amal saya harus berkurang karena menulisnya disini. Ah, saya kok masih berhitung :(.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Entahlah, apakah nenek tersebut terima atau tidak dengan keadaannya yang masih harus berjuang di kerasnya Jakarta. Kalo melihat raut mukanya yang bersinar dan ikhlas saya yakin nenek tersebut pasrah dan ikhlas menjalani hidupnya. Dia tidak tau apa dan siapa sebenarnya yang bikin dia tidak bisa menikmati masa tuanya selain bahwa itu nasib dan takdir yang harus dia jalani. Ya, nenek tersebut hanya segelintir dari ribuan atau mungkin jutaan manula termasuk pegawai usia pensiun yang ada di republik ini yang tak terurus dan tak terjamin kesejahteraan masa tuanya. Harus bekerja keras dan bersaing dengan angkatan muda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Sering pula saya melihat kakek2 terhuyung-huyung dengan membawa map harus mengejar atau turun dari metromini yang gaya nyetirnya ala setan mabuk. Saya tak tau apakah map itu jadi alat buat minta sumbangan ke kantor2 ataukah isinya surat lamaran kerja. Baru-baru ini pula saya terhenyak menyaksikan kakek berbatik, berpeci, dan bersepatu rapi menjajakan koran dengan sepeda ontel tuanya terserempet metromini biadab di kawasan blok m yang ramai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Saya yakin, mereka punya pikiran yang sama, hanya mampu pasrah dan menjalaninya sebagai bagian dari takdir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Pemahaman yang salah!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Bagaimana tidak, takdir yang menentukan bukan pemerintah bukan pula negara. Kakek-nenek masih terpaksa harus bekerja karena kelalaian negara dan penyelenggaranya mengurusi mereka-mereka ini. Secara normatif, Negara melalui Undang-undang Dasar 1945 dianggap 'sudah' menjamin manula untuk hidup sejahtera dimasa tuanya. Negara 'sudah' pula mengamanatkan dalam berbagai Undang-undang dan perangkat regulasi lainnya. Sudah pula menggelontorkan berbagai program yang terkait dengan kesejahteraan sosial manula, dll tapi apakah mereka (baca: kakek-nenek pekerja) tadi penerima manfaatnya? Sialnya jumlah regulasi yang berhasil disusun dianggap cukup sebagai pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Monitoring dan evaluasi yang berhenti pada tahap output menjadi dewa yang menyesatkan atas kinerja program dan pemerintah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;DPRnya juga demikian rakusnya, berani2nya jelmaan tikus curut mengaku-aku sebagai jelmaan rakyat. Sistem perundangan dan perpolitikan ala dagang sapi, menjadikan DPR hanya syah sebagai mesin keruk pundi-pundi termasuk pada saat pembahasan RUU Jamkesmas dan sejenisnya. Departemen yang berani bayar mahal dan setor pundi2 terbanyak maka dialah yang bakalan mulus regulasinya. Aaargh...gelapnya negeri ini !! Dahulu waktu masih dibangku kuliah dan mendapatkan materi sistem jaminan sosial, saya senantiasa bertanya-tanya  kepada dosen yang mengajar, namun tak pernah menemukan jawaban yang pas. Katanya berbagai program yang ada sudah tepat dan sesuai text. Wah akademisi yang memble dan tidak tau perkembangan, batin saya. Maaf..tapi apa boleh buat, saya manusia dan saya sedang marah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Jika India yang dipusingkan dengan tingkat korupsi yang cukup tinggi dan ledakan penduduk tapi kenapa mereka mampu mengalokasikan program pengamanan untuk manula dengan lumayan baik. Nah kenapa kita tidak bisa?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Para kakek, nenek yang tengah berjuang hidup dipenjuru tanah air, Semangat !&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-1990706693721003879?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1990706693721003879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1990706693721003879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-4137265149545021299</id><published>2010-10-25T23:34:00.001+07:00</published><updated>2010-10-26T00:00:58.770+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;Terlibat dan Melihat Lebih Dekat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Carrie  Bradshaw karakter utama Sex and the City dengan romantika percintaannya  mampu menulis kolom menarik di media beroplah besar dan rutin ditunggu  oleh pembaca setianya. Ditulisnya apa yang dia rasakan dan lakukan dalam  kesehariannya. Kolomnya tidak terlalu istimewa, tapi isinya  menginspirasi banyak pembacanya. Tulisan dengan gaya bertutur dan  mengalir. Banyak berkisah seputar refleksi keseharian, jatuh bangun  mempertahankan relationship yang lama atau bahkan ganti dengan yang  baru, cerita pertemanan, dan keluarga dari perspektif dirinya sebagai  subyek atau pelaku dari cerita yang dibangunnya. Artinya bagian dari  ceritanya adalah bagian yang dia lakukan pula di versi senyatanya. Meski  cuman serial fiksi, tapi lagi-lagi pemirsa terhipnotis.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dipikir-pikir, dalam beberapa hal saya (berusaha) agak mirip dengan Carrie, maksud saya tulisannya :).  Namun karena profesi saya adalah development worker (terjemahan  bebasnya bukan pekerja bangunan) maka yang saya tulis jauh pula dari  romansa dan drama percintaan layaknya Carrie. Tentu kompleksitas  pembangunan yang banyak menjadi fokus dan sorotan saya. Masalah ekonomi,  politik, dan sosial menjadi menu utama kolom blog pribadi saya dalam  versi yang sangat-sangat ringan. Apa yang saya tulis adalah wujud  ekspresi atas benturan-benturan dari &lt;i style=""&gt;development process&lt;/i&gt;  yang saya saksikan. Dahulu sekali saya pernah mengidolakan kolom  ekonomi Chatib Basri alias dede di Kompas, tapi beberapa tahun terakhir  dia menjadi pelit tulisan. Untuk bercita-cita selayaknya kolom Paul  Krugman, tentu saya tak berani.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Bersyukur  bahwa dalam tiap kesempatan saya bisa masuk dan terlibat untuk melihat  persoalan (pembangunan) dengan lebih dekat, termasuk berkontribusi -  sekecil apapun - terhadap perubahan di dalamnya. Bahkan mungkin juga  untuk mengurangi kerusakan yang lebih besar, mengapa tidak? Demikian  seloroh saya kepada beberapa teman yang mencibir pilihan lembaga dimana  saya bernaung dua tahun belakangan ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Bersyukur  pula, saya mendapat kesempatan untuk melalui semua tahapan dan  prosesnya. Dari level strategic, directive, tactical, hingga  operasional. Namun memang, mengetahui persoalan lebih dekat jika tidak  dikelola dengan baik maka akan mendatangkan persoalan tersendiri.  Stress, prihatin berkepanjangan, dan keputusasaan sering pula saya alami  demi melihat langsung kerikil-kerikil yang mengganggu jalannya  pembangunan di republik ini. Kerikil ini pula yang saat ini saya lihat  di Amungtai.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tulisan  ini ditulis dimalam kedua perjalanan dinas saya di Amungtai, ibu kota  Kabupaten Ulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan. Jujur pada saat  menerima telpon undangan dari HSU, baru sekalinya saya mendengar nama  kabupaten tersebut. Jauhnya kira-kira empat jam perjalanan darat dari  Banjarmasin. Berpenduduk tak lebih dari 300 ribu dengan luas wilayah  daratan hanya sekitar 20% dan selebihnya adalah rawa-rawa, praktis HSU  tak dapat berbuat banyak. Satu-satunya kecamatan yang selama ini menjadi  penopang ekonomi daerahnya dengan bongkahan batu bara telah pula mekar  dan lepas dari HSU.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tak  ada halaman rumah. Tak ada trotoar. Jalanan adalah halaman bermain  anak-anak HSU. Rumah panggung sudah mulai jarang. Katanya kayu sudah tak  ada lagi. Bangunan mahal karena musti pilih tiang pancang atau urug  lahan rawa. Sungai merupakan halaman belakang. Karenanya tidak tertata  dan nampak kumuh, airnyapun coklat keruh.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Infrastruktur  yang mahal, karenanya investor enggan masuk Amungtai. PAD yang hanya  mengandalkan retribusi dari parkir dan pasar yang terbatas. Alih-alih  untuk bikin proyek besar yang mampu menyedot tenaga kerja banyak, untuk  kebutuhan rutin saja daerah harus berputar otak menyiasati belanjanya.  Mengandalkan dukungan dari pusat, ibarat minta satu gergaji mesin namun  dikasihnya pisau buah tapi banyak. Katanya ada musyawarah perencanaan  pembangunan (musrenbang) yang sedianya mempertemukan kebutuhan pusat dan  daerah? Bagaimana evaluasi pelaksanaannya? Apakah sejauh ini fungsi  hub-nya sudah berjalan? Dst, dst... &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dalam  sebuah percakapan dengan aparat setempat, saya sempat nyeletuk “apa  yang bisa kita lakukan dengan rawa-rawa pak?”. Mereka terdiam, tak mampu  menjawab. Sekitar lima menit, aparat tersebut melanjutkan “baru-baru  ini ditemukan tambang emas dikawasan tak jauh dari Amungtai, jadi kami  optimis ke depan ekonomi HSU akan lebih baik”. Syukurlah masih ada  harapan, gumam saya. Senyampang masih ada harapan maka perubahan akan  datang, Obama dalam salah satu pidatonya pernah bilang demikian.  Amungtai, semangat! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-4137265149545021299?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4137265149545021299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4137265149545021299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/10/terlibat-dan-melihat-lebih-dekat-carrie.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-3399635540144217009</id><published>2010-09-22T07:53:00.016+07:00</published><updated>2010-10-29T07:29:18.147+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TJlVKpCUcsI/AAAAAAAAAFQ/DfViUkaCzIc/s1600/kumuh-dalam1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 285px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TJlVKpCUcsI/AAAAAAAAAFQ/DfViUkaCzIc/s320/kumuh-dalam1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519536459621888706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Citra Yang (Semoga) Mensejahterakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju Jayapura malam ini saya ingin menuliskan kesan saya akan cerita panjang dan curahan hati sopir taksi yang mengantarkan ke Bandara sesaat tadi. Perjalanan yang macet memberikan saya keleluasaan untuk menyimak cerita Pak sopir yang berasal dari Tegal itu, sayang sekali saya lupa menanyakan namanya. Terkesan karena ternyata pengetahuan pak sopir cukup luas dan cukup baik.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Obrolan dimulai dari komentar saya tentang kemacetan yang semakin menggila, hujan sedikit saja sudah menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Apalagi sepanjang hari ini Jakarta hujan cukup deras. Pak sopir menimpali “iya mbak, Jakarta makin sumpek. Saya sebenarnya kalo ada kesempatan lebih memilih untuk bekerja di kampung”. Kemudian tanpa diminta mengalirlah cerita pak sopir. Dimulai dari mengkritisi tentang kinerja presiden dan kabinetnya, otonomi daerah yang tak jelas kemana arahnya, korupsi yang makin tak terbendung, kinerja kepolisian, kejaksaan, dan hakim yang mengusut kasus Gayus, proses pembahasan UU oleh DPR, dan pilkada yang memunculkan konflik baru.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Khusus untuk kasus Gayus pak sopir setengah mengumpat bilang “enak aja tuh si Gayus, masak korupsi ratusan miliar cuman kena kurungan setahun? Udah gitu hartanya juga nggak disita” “Wah kalo begini ceritanya, bakalan banyak Gayus-gayus baru yang muncul”, saya timpali ringan “emang sudah jatuh putusan pengadilannya pak? masa sih nggak ada sita harta? Harusnya ada tuh pak” saya tak berdaya untuk mengomentari lebih jauh karena memang tidak mengikuti perkembangan beritanya. Agak penasaran juga dengan cerita pak sopir. Singkat kata singkat cerita pak sopir merespon dan melanjutkan ceritanya...&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Saya terpana dengan ujung cerita yang diakhiri oleh Pak Sopir dengan perkataan “Saya sedih mbak, karena sekarang cari uang makin susah”. Setengah menyemangati, segera saya sahuti “apapun yang terjadi tetap semangat pak, kita bekerja saja dengan profesional dan berusaha sebaik-baiknya karena kalo mau ngikutin politik nggak akan ada ujungnya, tapi tetap kritis boleh”. Pak sopir melanjutkan “iyalah mbak, kita kan cuman rakyat kecil, ya mau nggak mau harus kerja, kalo nggak gimana mau ngasih makan keluarga?”, dia menambahkan “tapi betul juga mbak yang sampean bilang, barangkali dengan saya kerja dengan baik, sampean juga, trus mungkin banyak juga orang yang seperti kita-kita ini jadi masih ada harapan untuk negeri ini menjadi lebih baik”. Cerdas!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Masalah ekonomi dan kesejahteraan memang seolah kerja yang tak ada ujungnya. Presiden kita yang jago dalam hal pencitraan dan &lt;i style=""&gt;branding&lt;/i&gt; ini juga punya konsep yang ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ear&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; catching&lt;/span&gt;’ dan punya nilai &lt;i style=""&gt;customer intimacy&lt;/i&gt; yang tinggi - meski banyak isue kecurangan - tak heran pemilihnya banyak. Pro-pertumbuhan, pro-lapangan kerja, pro-pengurangan kemiskinan, pro-lingkungan sebagai triple track strategy yang jadi andalan dan sekaligus jargon kampanye ekonominya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Namun presiden kita lupa kalo citra pinter, baik, ganteng, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool&lt;/span&gt; tak cukup buat rakyat senang, kenyang, dan mentas. Sebelum kecintaan rakyat pemilihmu memudar, ayo pak jangan ragu-ragu untuk kembali berpihak kepada rakyat. Bersama-sama  rakyat melanjutkan pencapaian-pencapaianmu dulu sebagaimana kamu janjikan di kampanye lalu. Nggak usah sibuk mengkawatirkan rongrongan koalisimu yang terbukti nggak performed dan tak setia, tak perlu takut pula sama intimidasi Bakrie. Berhenti pada tahap jargon dan pencitraan saja karena pemilihmu mulai gusar dan menyesal. Entaskan rakyat  (termasuk pemilihmu) dari kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Saya percaya dengan resep sederhana Todaro (satu-satunya ekonom  dan bapak pembangunan yang ilmunya mudah saya pahami ^_^) yang menurutnya ekonomi dianggap mensejahterakan jika dapat tumbuh, dirasakan secara merata oleh rakyat, dan berkelanjutan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dan apakah kita sudah menuju kesana? Statistik menunjukkan pencapaian yang nampaknya baik, GDP kita bahkan sempat mencapai angka 6persenan ditengah situasi ekonomi global yang tengah lesu, sekaligus sebuah pencapaian tertinggi sejak krisis 1997. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Share&lt;/span&gt; usaha mikro dan kecil terhadap GDP yang berkisar diangka 50persenan sebagai ukuran keterlibatan masyarakat kecil dalam kegiatan ekonomi nasional juga patut diapresiasi. Namun sekarang  statistik bicara lain, dia menunjukkan angka yang kurang menggembirakan, belum lagi HDI yang jeblok, indeks korupsi yang makin tinggi, dst. Lantas, pertanyaannya, mau berubah atau punah (pinjam judul tulisan teman)?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Mesin dan segala prasyarat sudah dipersiapkan. Kapasitas juga telah tersedia, tinggal nunggu instruksi dan ketegasanmu pak. Cukupkan disini memble dan marah tak jelasmu itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Saya masih berharap presiden kita empat tahun ke depan mengubah strategi politik dan kebijakannya dari SEKEDAR pencitraan dan bunyi-bunyian menuju strategi kerja nyata. Masih ada waktu pak SBY! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-3399635540144217009?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3399635540144217009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3399635540144217009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/09/ekonomi-yang-semoga-mensejahterakan.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TJlVKpCUcsI/AAAAAAAAAFQ/DfViUkaCzIc/s72-c/kumuh-dalam1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-6979385917930172221</id><published>2010-08-13T01:34:00.003+07:00</published><updated>2010-08-13T01:36:32.798+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TGQ-3f_DUzI/AAAAAAAAAFA/Efl9Tx5E1dY/s1600/quran.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TGQ-3f_DUzI/AAAAAAAAAFA/Efl9Tx5E1dY/s200/quran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504593767753274162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sorga Sebagai Hadiah Kesalehan (Kolektif) ?&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lamat-lamat saya mendengar syahdu tadarus. Tidak begitu mengenali surat apa yang dibaca karena diperdengarkan dari pengeras suara masjid yang agak jauh dari rumah. Tadarus mengingatkan saya pada bulan ramadhan. Bulan yang konon katanya penuh berkah, pahala, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ijabah. Bulan dimana (harapannya) manusia membuang jauh-jauh sifat ke’setan’annya dan nafsu ke’binatang’annya. Bulan penuh kebaikan, kedamaian, jauh dari angkara murka, dan hal-hal buruk lainnya. Bulan dimana manusia berlomba-lomba meng up-grade spiritualitasnya dengan cara yang mereka pahami sebagai jalan yang benar menuju sorga mereka. &lt;/div&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Hari ini ramadhan baru genap memasuki hari kedua. Syahdu tadarus dan kedamaian ramadhan sontak sirna dari kepala saya saat metro tv menayangkan seorang ibu yang membakar diri bersama kedua anaknya di daerah Sleman Yogjakarta. Tentu ini bukan kejadian pertama. Kejadian ini cukup kerap di beberapa bulan dan minggu terakhir. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Tetangga sebagai saksi mata mengatakan jika korban mengalami kesulitan ekonomi. Ironis karena sebenarnya mereka tau bahwa si ibu tengah kesusahan. Pendengar dari Palembang (dengan suara terbata-bata) yang berkomentar lewat telpon menyalahkan pemerintah, masyarakat sekitarnya, dan sang korban. Menurutnya kebijakan pemerintah untuk masyarakat miskin tidak tepat dan tidak mendidik, harusnya kasih umpan jangan makanan. Masyarakat sebagai tetangga atau lingkungan terdekat korban juga patut disalahkan, empati sosial rupanya sudah tidak ada lagi. Yang ketiga dia menyalahkan sang korban, katanya korban tidak punya kadar iman yang cukup hingga memutuskan mengakhiri hidupnya dan kedua anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Boleh jadi komentar pendengar tersebut benar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Pemerintah lagi-lagi dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Bagaimana tidak, harusnya indikator makro ekonomi yang diagung-agungkan dan jadi referensi program pemerintah merefleksikan capaiannya hingga level household bukan? Jika makronya baik-baik saja maka demikian juga dengan mikronya? Apakah masih berlaku? Jangan bilang kalau kejadian bunuh diri ibu-ibu rumah tangga itu hanya anomali. Wah, ini akan menjadi pertanyaan kubur anda (pemerintah). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Masyarakat kita juga demikian. Kemana lagi itu semangat gotong royong dan tepo sliro. Kemana pula perginya semangat pantang ada tetangga yang kelaparan? Di kampung saya, rupanya memang tradisi antar makanan ke tetangga tiap kali ada yang syukuran atas kelahiran, ulang tahun, kelulusan, ada rejeki, dll sudah tidak ada lagi. Kemungkinan juga dengan daerah lain. Tradisi itu telah tergantikan. Tergantikan dengan apa? Anda yang tau pasti. Ajang kumpul-kumpul tetangga sekarang juga lain, tidak lagi jadi wadah motivasi dan saluran positif lainnya tapi sudah berganti jadi ajang pamer dan unjuk kebolehan (materialistik). Forum-forum pengajian juga telah berganti substansi yang dikaji, quran dan kitab sudah tidak utama lagi. Kajian politik nampaknya lebih menggelitik karena mendatangkan duit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Keimanan sang korban? Siapa yang bisa menilai? Ada yang paling berhak menilai dan itu bukan kita. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Pastinya pemerintah, masyarakat, dan individunya akan mengaku telah bekerja dengan baik, telah menjalankan amanah yang ada dipundak mereka sebagai aparat maupun sebagai masyarakat dan individu sesuai fitrah hidupnya. Selalu menjalankan perintah dan laranganNya. Lantas jika demikian apakah artinya pemerintah, masyarakat, dan individu kita telah cukup saleh? Jika iya, kenapa masih ada kejadian ibu dan kedua balitanya yang kelaparan hingga mati tak digubris sama tetangganya? Inikah yang disebut dengan kesalehan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Kesalehan itu bukan output apalagi atribut. Dia adalah proses dan tak berhenti di satu titik. Dia ada di input, output, dst. Dan dia tidak bisa berdiri sendiri melainkan kolektif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Pemerintah, masyarakat, dan individu ibarat jeruji roda. Jika ada satu yang patah, pastinya roda itu akan menggiring ketiganya menuju neraka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Artinya, kalo pemerintah, masyarakat, dan individunya enggan beroleh neraka sebagai hadiah atas kesalehannya nampaknya perlu mulai berpikir untuk saling menopang menuju saleh kolektif.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-6979385917930172221?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6979385917930172221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6979385917930172221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/08/sorga-sebagai-hadiah-kesalehan-kolektif.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TGQ-3f_DUzI/AAAAAAAAAFA/Efl9Tx5E1dY/s72-c/quran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8708517851283697172</id><published>2010-08-02T23:17:00.002+07:00</published><updated>2010-08-02T23:33:07.891+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ramadhan, (Harusnya) Lebih Banyak Diam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TFbxNGQy2dI/AAAAAAAAAE4/t7WmGKPH8O0/s1600/diam.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TFbxNGQy2dI/AAAAAAAAAE4/t7WmGKPH8O0/s200/diam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500849202201287122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam penerbangan menuju Banda Aceh siang tadi, saya membaca salah satu kolom Pak Komaruddin Hidayat di Majalah Garuda edisi Agustus. Judulnya singkat, Ramadhan milik siapa. Cukup menarik dan menggugah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba di hotel, sempat menonton tv dan memang iklan-iklan di televisi mensyaratkan bahwa Ramadhan telah akan tiba. Pernik-pernik ramadhan sudah mulai terasa. Saya bersama rekan dari Diknas yang menyempatkan untuk makan malam mie aceh kepiting dekat hotel barusan juga merasakan nuansa yang agak lain. Biasanya orang Aceh suka nongkrong di warung-warung kopi dari pagi hingga ketemu pagi lagi, tapi hingga jarum jam menunjuk di angka sembilan kok sepi-sepi aja. Ini bukan pertama kalinya saya ke Aceh jadi memang terasa bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar dan tak terasa dalam hitungan hari kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Tak terasa karena sibuk dengan urusan dunia. Tak terasa pula karena spiritualitas baru pada aspek ritualitas, baru pada tahap simbolisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komaruddin dalam catatannya menyebutkan jika Ramadhan identik dengan pertobatan, rehabilitasi, dan pengembangan kepribadian menjadi pribadi yang selalu ingin memberi dan bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak jauh dari pemaknaan Komaruddin, bagi saya ramadhan adalah waktunya diam. Diam dari hingar bingar dunia. Diam untuk bertuma’ninah. Diam untuk mengisi-ulang nilai-nilai yang hilang. Diam untuk menghindari dosa-dosa yang lebih besar. Diam untuk melumaskan hati dan segenap indra yang berkerak dan berkarat. Dan diam untuk melihat dunia tidak dengan mata tapi dengan hati. Melihat masalah dan merumuskan solusi dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati adalah suara Tuhan. Buka dan perdengarkan hatimu. Demikian rekan saya di Bappeda yang baru saya kunjungi minggu lalu menyimpulkan dalam satu obrolan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8708517851283697172?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8708517851283697172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8708517851283697172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/08/ramadhan-lebih-banyak-diam-dalam.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TFbxNGQy2dI/AAAAAAAAAE4/t7WmGKPH8O0/s72-c/diam.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-492091854958023593</id><published>2010-07-03T23:19:00.005+07:00</published><updated>2010-07-08T00:52:13.810+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;c&lt;/span&gt;O&lt;/span&gt;N&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;fesS&lt;/span&gt;ion &lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;o&lt;/span&gt;f a (&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;o&lt;/span&gt;R&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;k&lt;/span&gt;)shoP-a&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:130%;" &gt;h&lt;/span&gt;O&lt;/span&gt;lic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TC9kDejS0OI/AAAAAAAAAEw/Sf6G8sebIl4/s1600/orange+bag.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TC9kDejS0OI/AAAAAAAAAEw/Sf6G8sebIl4/s200/orange+bag.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489716481691406562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditengah-tengah workshop di Jogja awal minggu ini, tv kabel yang disediakan oleh Hotel tempat saya menginap memutar film komedi romantis bertajuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Confession of a Shopaholic&lt;/span&gt;. Film yang menarik dan sarat pesan namun dikemas dengan cara yang ringan dan mudah dicerna. Bahkan besoknya waktu jalan bareng temen-temen ke festival seni di Benteng Vredeburg, ada yang jual tas kerja orange persis sama yang ada di film, wah pucuk dicinta, ulam tiba :). Tapi yang utama, banyak sekali quote menarik untuk dikutip dan menginspirasi tulisan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Your mother and I think that if the American economy can be billions in debt and still survive, so can you”&lt;/span&gt;. Haha, motivasi yang cerdas! Kasih orangtua memang tak ada duanya, bagaimanapun  kondisi anaknya, orangtualah yang mau dan paling lapang menerima kembali, termasuk ketika Rabecca Bloomwood karakter utama film berlatar jurnalistik gayahidup ini dililit utang akibat gila belanja. Graham dan Jane, orangtua Rabecca yang merasa telah mengedukasi anaknya dengan pola hidup sederhana sejak kecil meski sempat terkaget-kaget tetap sigap mendampingi buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja bagi penggilanya ibarat ketemu soulmate, tanpa banyak kata seketika meluncur dan meleleh di dalamnya, seperti mentega dan roti bakar. Dunia serasa menjadi lebih baik dengan belanja. Semakin banyak berbelanja, makin jauh lebih baik meski nyatanya tidak. Setidaknya itu definisi yang coba dihadirkan sang sutradara film tentang penggila belanja melalui pengakuan Rabecca-sang ratu belanja. Jika para penggila belanja memaknainya demikian, bagaimana dengan para penggila kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya pengen ngomong, cuman..cukup mewakili nggak ya :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, dari perspektif saya, nampaknya gila kerja dimulai dari excitement berlebih terhadap pekerjaan; saya umpamakan seperti makan rawon..rasanya agak-agak asem ketika kuah yang kita seruput memasuki ujung lidah kita, satu detik..dua..tiga detik, segera kita akan merasakan manisnya. Begitu merasakan manisnya, saya akan merasa kurang jika hanya makan rawon satu atau dua sendok saja, saya mau satu mangkok penuh dengan kuah melimpah. Kalo perlu makan pagi, siang, dan malam tetap dengan menu yang sama: RAWON. Seperti diduga, besoknya saya akan merasa pusing-pusing karena kebanyakan rawon, mungkin tekanan darah naik agak tinggian (biasanya darah rendah, jadi mungkin kaget ^_^), ah nggak papa kan belum tentu setahun sekali makan rawon bikinan ibu, ups..focus jeng!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah gila kerja juga demikian, awalnya nggak enak dan berat namun begitu tantangan pertama terlewati kita akan terus haus untuk mencari tantangan berikutnya (yang lebih berat). Namun karena umumnya spesialisasi pekerjaan menghendaki untuk konsisten pada area pekerjaan yang sama akhirnya tantangan yang ada tidak terlalu mengedepan mengingat hal yang akan dikerjakan bukan hal yang baru-baru amat. Kompensasinya adalah menggabungan beberapa aktivitas sekaligus menjadi satu tantangan besar. Nah, akhirnya diambillah beberapa aktivitas sekaligus dalam sekali tebas. Menumpuk beberapa laporan hingga deadline, akibatnya musti begadang dalam beberapa hari, mematikan handphone dan jauh dengan social life, mengurung diri untuk konsentrasi, blablabla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo penggila belanja bermasalah dengan belitan utang akibat gesekan kartu kredit yang tak terkendali. Nah kalo penggila kerja kemungkinan akan bermasalah dengan kesehatan karena sering sakit akibat telat makan atau terlalu capai bekerja dan mengabaikan kehidupan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila belanja atau gila kerja saya pikir-pikir sama sakitnya, meski kasusnya beda tapi paling nggak cause, event, dan effect-nya mirip. Barang belanjaan dan pekerjaan yang menumpuk hanya sebagai obyek pengalihan, karena ada ruang kosong atau kehampaan yang melingkupi pelakunya. Dengan rajin berbelanja dan rajin bekerja, dunia serasa menjadi lebih baik. Dia merasa eksistensinya diakui, orang membutuhkan keberadaannya. Tapi ini baru hipotesa saya dan (moga-moga) bukan pengalaman pribadi, kalo iya tetap bersyukur karena bisa mendeteksi lebih awal dan semoga Allah mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah pada ketentuan dari Yang Maha Menilai dan Maha Bijak sebagimana catatanNya  dalam Al-An'am 132 "Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan" Wallahu'alam bissawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya cukup terkesan dengan ending film yang simple tapi kena. Setelah sembuh dan jauh dari mall, Rabecca mulai belajar Bahasa Finlandia yang selama ini selalu dia jadikan bulan-bulanan karena menganggap tak ada yang menarik dengan Finlandia. Punya banyak waktu juga untuk dirinya, untuk mengejar hobi dan cita-citanya yang lain. Dan, yang perlu digarisbawahi dia akhirnya lebih memilih untuk berhubungan dengan yang bener-bener sayang dan peduli dengan dia tanpa syarat dibanding menjalin hubungan dengan kartu kredit yang hanya cinta jika taat bayar tagihan. Waaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya lantas berpikir, kira-kira kalimat penghibur dan motivasi seperti apa yang akan dilontarkan para orangtua untuk anak-anak mereka yang gila kerja dan terlilit masalah karenanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti Allah senantiasa hadir dengan motivasinya "Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan" (Al-Ahqaf: 19). Yup, semangat!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-492091854958023593?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/492091854958023593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/492091854958023593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/07/c-o-n-fess-ion-o-f-w-o-r-k-shop-h-o-lic.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/TC9kDejS0OI/AAAAAAAAAEw/Sf6G8sebIl4/s72-c/orange+bag.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-2481257563557735465</id><published>2010-05-19T12:46:00.007+07:00</published><updated>2010-05-19T22:43:16.058+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S_OBq1ApWrI/AAAAAAAAAEo/rAMqPr-VsBQ/s1600/head+explotion.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 184px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S_OBq1ApWrI/AAAAAAAAAEo/rAMqPr-VsBQ/s200/head+explotion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472860544969562802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;My head feel like it's going to explode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many ideas on my head need to be written&lt;br /&gt;Many works on progress need to be finalized&lt;br /&gt;Many commitments on queue need to be executed&lt;br /&gt;Very limited time and energy to say that I can handle everything&lt;br /&gt;Even harder to convince myself that everything is OK...&lt;br /&gt;One thing for sure, I need a peaceful and wisdom break for my head :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-2481257563557735465?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2481257563557735465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2481257563557735465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/05/my-head-feel-like-its-going-to-explode.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S_OBq1ApWrI/AAAAAAAAAEo/rAMqPr-VsBQ/s72-c/head+explotion.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-7654794404598724815</id><published>2010-05-08T01:23:00.002+07:00</published><updated>2010-05-08T01:27:03.970+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholli Wa Sallim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5DX2R7BTNuY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/5DX2R7BTNuY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sungguh sayang, orang pintar yang tak mau 'ngaji'&lt;br /&gt;Kepala tengadah, merasa benar sendiri&lt;br /&gt;Semua dituding dan dicaci maki&lt;br /&gt;Yang lain salah, hanya dia yang suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, mohon ayomi bangsa ini...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-7654794404598724815?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7654794404598724815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7654794404598724815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/05/sholli-wa-sallim-sayang-sungguh-sayang.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-4297699273954350719</id><published>2010-05-05T22:29:00.002+07:00</published><updated>2010-05-05T22:32:28.756+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Lima Mei Dua Ribu Sepuluh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S-GPRmYfhMI/AAAAAAAAAD4/FXCkfv3RfJY/s1600/srikandi.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 305px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S-GPRmYfhMI/AAAAAAAAAD4/FXCkfv3RfJY/s400/srikandi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467808955128317122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-4297699273954350719?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4297699273954350719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4297699273954350719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/05/lima-mei-dua-ribu-sepuluh.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S-GPRmYfhMI/AAAAAAAAAD4/FXCkfv3RfJY/s72-c/srikandi.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8599066660693292749</id><published>2010-05-04T20:22:00.003+07:00</published><updated>2010-05-04T20:28:51.339+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S-Agvy77-pI/AAAAAAAAADw/JRQLA8bvxlA/s1600/wc2010.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 170px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S-Agvy77-pI/AAAAAAAAADw/JRQLA8bvxlA/s200/wc2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467405953126890130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Bola dan Perekat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini diinspirasi dari slogan besar yang tercetak di mobil box pengangkut produk perekat material bangunan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang saya temui di sepanjang kuningan dua minggu yang lalu. Label produk nampaknya awam dan tidak begitu dikenal tapi siapapun yang baca slogannya saya yakin nggak bakalan lupa. “Merekatkan yang sulit menjadi mudah”, slogan yang sederhana tapi kena. Sekonyong-konyong slogan tersebut mengingatkan saya pada peristiwa yang lain, yakni tontonan bola. Waktu itu di ruang tunggu kantor imigrasi yang panas tanpa AC, berisik dan penuh sesak, kursi tunggu yang sepertinya sengaja dibikin tak nyaman menambah kegelisahan dan menguji kesabaran yang mengantri di sepanjang siang hingga sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang bikin mereka bertahan dikursi kerasnya. Ya, ada dua televisi yang menayangkan pertandingan sepakbola. Dimulai dari kehebohan belasan anak sekolah berseragam putih-biru yang mengikuti jalannya pertandingan, teriakan menjagokan kesebelasan masing-masing, membuat kita menoleh. Tentu kita merasa terganggu, awalnya. Kita juga tak begitu peduli dengan apa yang bikin mereka heboh karena gambarnya tak begitu jelas. Namun beberapa detik, akhirnya jadi ikut terprovokasi untuk nonton. Jalannya pertandingan lumayan seru. Nampaknya liga nasional, Kalo tidak salah antara kesebelasan Persebaya lawan apa gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tadinya lebih memilih berhaha-hihi dengan handphone-nya, ber-BBM, ber-facebook, baca koran, melamun atau mengistirahatkan mata, akhirnya ngobrol satu dengan yang lainnya dan kompak berteriak “GOBLOK” ketika sang striker gagal memasukkan bola ke jaring lawan, padahal dia dan kiper berhadap-hadapan tanpa ada pemain belakang. Probabilitanya berkisar 99% harusnya gol. Itu kurang lebih obrolan yang menyeruak dan gambaran saya tentang pemandangan yang awalnya tak ramah menjadi rekat sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik, karena melalui bola batasan usia, gender, etnis, agama, lapisan sosial, dan pandangan politik yang tadinya berseberangan akan rekat dengan mudahnya jika kebetulan mendukung kesebelasan yang sama. Cuplikan yang menggugah ditengah isue disintegrasi, perpecahan, dan kekerasan yang belakangan mendominasi headline nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak beda dengan pemandangan sore itu. Tuan rumah hajatan besar Piala Dunia 2010, Afrika Selatan juga menganggap bola sebagai berkah perekat. Postingan Freakonomics Senin kemarin menggambarkan dalam frase yang pas dan cerdas. “South Africa Forecast: Not So Rich, but Happier?”. Menjadi tuan rumah perhelatan bola internasional bagaimanapun mampu menaikkan national wellbeing mereka meski secara ekonomi tidak mendapatkan manfaat yang terlalu besar, atau singkatnya..nggak kaya-kaya amat tapi makin asyik aja &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga Indonesia juga mendapat berkah yang sama. Paling nggak berkah damai – dan bukan rusuh karena tawuran antar supporter yang berseberangan.&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8599066660693292749?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8599066660693292749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8599066660693292749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/05/bola-dan-perekat-tulisan-ini.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S-Agvy77-pI/AAAAAAAAADw/JRQLA8bvxlA/s72-c/wc2010.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-1469046424685204964</id><published>2010-05-02T18:33:00.003+07:00</published><updated>2010-05-02T19:01:34.447+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S91knyasNqI/AAAAAAAAADo/TY5Ht5tcMN0/s1600/free+education.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S91knyasNqI/AAAAAAAAADo/TY5Ht5tcMN0/s200/free+education.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466636157409048226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Satu dan Dua Mei 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Potret negeri yang ditampilkan media kita hari ini sedikit berbeda. Ada harapan dan kegembiraan. Ya cerita keberhasilan dan prestasi anak negeri yang selama ini ditunggu-tunggu dan banyak dinantikan. Mulai dari keberhasilan mahasiswa-mahasiswa tehnik lokal (ITB, UI, dan ITS) dalam menciptakan mesin prototype dan city car, hingga prestasi-prestasi lulusan UN - diluar kontroversi tentang pelaksanaan UN - dengan nilai yang membanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Dua Mei 2010 yang jatuh pada Hari Minggu bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional saya harap menjadi momentum bagi kita semua dan juga seluruh pegiat pendidikan yang ada di negeri ini untuk evaluasi dan membulatkan tekat bahwa pendidikan adalah pondasi penting bangsa. Dengan pendidikan yang baik, masa depan bangsa juga akan menjadi baik. Jadi dukung penuh kebijakan pendidikan nasional yang mengentaskan dan mencerdaskan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundur satu hari. Berbeda dengan hari ini, kemarin bertepatan pula dengan peringatan Hari Buruh atau dikenal dengan Mayday. Saya bersyukur demonstrasi yang berlangsung besar-besaran kemarin berlangsung damai, meski ada gerakan-gerakan provokasi. Untuk iklim perburuhan yang kondusif dan menyehatkan, pekerjaan rumah dan janji pemerintah perlu untuk segera dipenuhi yakni implementasi UU Sistem Jaminan Sosial Nasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-1469046424685204964?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1469046424685204964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1469046424685204964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/05/satu-dan-dua-mei-2010-potret-negeri.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S91knyasNqI/AAAAAAAAADo/TY5Ht5tcMN0/s72-c/free+education.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-6130953340596673121</id><published>2010-04-25T12:32:00.007+07:00</published><updated>2010-04-28T00:05:22.944+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;Am I Just a Fool to Believe That I Can Change the World ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-KGXd4TUEMc&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-KGXd4TUEMc&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;The smallest thing can make all the difference&lt;br /&gt;Love is alive,  don't listen to 'em when they say&lt;br /&gt;"You're just a fool to believe you can change the world"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The world's so big it can  break your heart&lt;br /&gt;And you just want to help not sure where to start&lt;br /&gt;So  you close your eyes, and send up a prayer into the dark&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" together we can make the world a better place for all "&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-6130953340596673121?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6130953340596673121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6130953340596673121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/04/youre-just-fool-to-believe-you-can.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-7599240314492707058</id><published>2010-04-19T23:24:00.007+07:00</published><updated>2010-04-21T23:09:31.823+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Tuma'ninah dan Evaluasi Ilahiah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang menjelang sore tadi selepas rapat dengan Diknas saya berlarian  mengejar waktu untuk sholat Dhuhur di mesjid, sebenarnya bisa  aja sholat di ruangan satu lantai dibawah tempat rapat tadi namun karena  merasa tak nyaman akhirnya saya lebih memilih untuk tergopoh2 ke tempat  yang agak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sekali lagi saya diingatkan - setelah melepas sepatu dan  kaus kaki saya turun ke tempat wudlu dengan setengah berlari, rupanya  karena karet anti slip di tangga tidak tertata dengan baik, akhirnya  begitu kaki saya menapak, meluncur bebaslah karet tersebut kompak  bersama saya - bangkit dengan bagian belakang berasa ngilu saya perlahan  berjalan ke wastafel dan mengamati wajah saya yang meringis kesakitan  di kaca. Lima detik kemudian saya tertawa dalam hati dan lima menit  kemudian bergegas mengambil air wudhu. Tentu tidak seperti  sebelum-sebelumnya yang hanya mengambil air wudhu sebagai ritual tanpa  makna. Gusar, ngilu, keburu-buru segera saja larut oleh segarnya air wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik ke lantai utama masjid, saya lihat masih ada beberapa orang yang  menunaikan sholat Dhuhur dan sebagian lainnya menantikan Ashar. Selesai  sholat saya masih sempat untuk berdzikir meski bagi sebagian yang lain mungkin terlalu minimalis, dan doanya cukup generik. Lumayan, karena saya tidak keburu bergegas  kabur seperti sebelum-sebelumnya. Saya nantikan pula kedatangan Ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, saya amat-amati masjid itu ternyata indah juga. Kubah besar  yang menaungi hampir tigaperempat bagian atas masjid dengan lima lampu  gantung besar terbuat dari kayu, dan kaligrafi melingkari sekeliling  kubah seperti menghentakkan saya. "Hello..sudah berkali-kali kesini kok  baru tau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa penantian ada jeda yang cukup lumayan untuk saya melakukan  self assessment terhadap aktivitas di hari itu. Ya, sepanjang hari itu  saya akui memang penuh dengan energi negatif hingga beberapa detik sebelum  insiden luncuran karet :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ber-tuma'ninah membantu saya untuk berpikir. Berpikir tidak saja soal pekerjaan dan urusan kedunia-an. Tapi lebih pada hal-hal yang bersifat spiritual. Memonitor dan  mengevaluasi diri untuk mengantisipasi dari berbagai kemungkinan  penyakit moral, memperbaiki rencana yang tidak sesuai dengan itikad  awal, dan berikrar tidak berulang pada kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia selalu ingin menjadi orang yang baik dan lebih baik. Hari ini  harus lebih baik dari kemarin, dst. Saya juga kurang lebih demikian,  selalu ingin menjadi orang yang lebih baik. Bukan melulu untuk diri saya  sendiri, tapi pengennya dengan sekeliling saya, dan Tuhan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang saya sebut sebagai evaluasi ilahiah. Evaluasi untuk melihat ke  dalam yang muncul dari diri sendiri semata-mata karena keinginan untuk  mencapai final goal yakni ridho Allah. Bukan karena ancaman bos,  perintah orangtua, karena nggak mau kalah sama teman yang lebih rajin,  atau karena ingin naik gaji atau dapat promosi (Jujur dulu saya pernah  mengalami fase2 itu :)). Untuk menggenapi final goal, ada dua intermediate goal yang harus dicapai, yakni  membaiknya hubungan dengan sekeliling/lingkungan dan hubungan dengan  Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi yang bersifat spiritual bisa jadi pengukurannya tidak  serumit evaluasi program atau kebijakan. Termasuk dalam menentukan  kira-kira indikatornya apa saja untuk mengukur pencapaian masing-masing  tujuan antara tersebut? bagaimana pembobotannya? Apakah keduanya  diboboti sama? Apakah jika kelompok indikator tujuan antara 1 nilainya  lebih baik dibanding ke-2 maka tujuan final gagal tercapai? lagi-lagi  boleh jadi itu semuanya tidak perlu karena yang menilai apakah seseorang  menjadi lebih baik atau tidak; tercapai atau tidaknya ridho allah bukan  kita, tapi ada yang maha menilai. Yang pasti evaluasi kebijakan dan program atau evaluasi spiritual didasari kebutuhan akan perencanaan dan implementasi yang lebih baik pada periode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh jeda yang agak lama untuk memikirkannya...atau ada yang mau  sharing referensi? monggo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iringan suara tartil yang syahdu, bening dan menenangkan menambah nuansa  kedamaian dan kesejukan siapapun yang kebetulan sedang berada di mesjid.  Sempat penasaran apakah itu suara rekaman atau asli. Apapun,  terberkatilah wahai engkau suara bening. Alhamdulillah..terima kasih  Allah, tak henti-hentinya saya bersyukur atas insiden yang membuka mata  saya akan sore yang indah itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-7599240314492707058?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7599240314492707058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7599240314492707058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/04/tumaninah-dan-evaluasi-ilahiah-siang.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-1786161313444007307</id><published>2010-04-16T22:07:00.003+07:00</published><updated>2010-04-16T22:26:22.321+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S8h_AMlh-wI/AAAAAAAAADg/DtZbcdA8O54/s1600/autumn-leaves.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S8h_AMlh-wI/AAAAAAAAADg/DtZbcdA8O54/s400/autumn-leaves.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460754189542095618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Matahari Naik Sepenggalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi waktu duha&lt;br /&gt;dan demi malam apabila telah sunyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu&lt;br /&gt;dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sungguh kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNya kepadamu, sehingga  engkau menjadi puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah Dia mendapati(mu) sebagai seorang yatim, lalu Dia  melindungi(mu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Dia mendapati(mu) sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan  petunjuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Dia mendapati(mu) sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia  memberikan kecukupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang,&lt;br /&gt;dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya&lt;br /&gt;dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan  bersyukur)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-duha QS 93: 1-11&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-1786161313444007307?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1786161313444007307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1786161313444007307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/04/ketika-matahari-naik-sepenggalah-demi.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S8h_AMlh-wI/AAAAAAAAADg/DtZbcdA8O54/s72-c/autumn-leaves.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-4402749995775538697</id><published>2010-04-15T12:08:00.003+07:00</published><updated>2010-04-15T14:17:56.240+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Elegi buat Tragedi Priuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semalam sekitar jam 10 maag saya kambuh. Bisa jadi karena paginya hanya minum segelas susu tanpa makan apapun karena musti ngejar antrian di kantor imigrasi atau mungkin  tersentak dengan berita rusuh penggusuran Makam Mbah Priuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, lagi-lagi peristiwa berdarah kembali mengisi lembar sejarah negeri ini.  Ada yang salah dengan negeri ini. Sudah tidak ada lagi penghormatan terhadap tradisi di negeri ini. Luluh lantak bersama kobaran api yang disulut oleh massa yang terpancing dan marah. Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priuk merupakan salah satu situs sejarah Islam betawi yang dicintai jamaahnya. Tolong hormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tempat itu menjadi salah satu tempat wisata ziarah. Apapun alasannya, makam tersebut tidak bisa dibongkar demi pembelajaran sejarah perjuangan penyebaran Islam buat umat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya terbangun dengan berbagai pikiran berkecamuk. Sedih juga belum bisa menjadi bagian dari solusi. Pagi ini saya putuskan untuk dirumah saja. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-4402749995775538697?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4402749995775538697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4402749995775538697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/04/elegi-buat-tragedi-priuk-semalam.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-479951097795523551</id><published>2010-04-13T00:17:00.016+07:00</published><updated>2010-04-15T12:29:43.535+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Drama Petani dan Pupuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lahir dan menghabiskan masa kecil di perdesaan menyisakan banyak cerita  tak terlupakan. Jauh dari hingar bingar kota seperti yang saya jalani  dewasa ini. Ingat betul masa-masa SD dulu banyak saya habiskan dengan  bermain di sawah dan sungai. Hehe, rasanya kok ngganjel nyebut sungai,  saya dan teman-teman biasa menyebutnya  dengan ‘Kali Brantas’ yakni  sungai terpanjang di Jawa Timur dan bersumber di Batu. Beruntung  alirannya juga lewat tak jauh dari rumah. Saat musim kemarau, Kali  Brantas menjadi tempat main paling favorit. Air yang bening, dangkal,  dan aliran yang tak begitu deras membuat saya dan teman-teman betah  berlama-lama hingga lupa akan waktu. Main petak umpet dibalik batu-batu  besar menjadi permainan yang seru kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari-larian di hamparan sawah hijau dan batu-batu besar di sepanjang  kali menjadi pengalaman yang berkesan dan langka. Metik bunga tanpa ijin  atau makan tomat di sawah orang kemudian kabur karena ketahuan juga  pernah saya alami. Ikutan main layang-layang atau kelereng bersama  saudara-saudara yang kebanyakan adalah laki-laki adalah bagian dari masa  kecil saya. Atau bermain rumah-rumahan dengan daun dan gedebog pisang  bersama dengan teman-teman perempuan sepulang sekolah, seru. Saya  bersyukur saya pernah mengalami masa-masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa yang hari-hari ini dijual mahal dan banyak diincar. Back to  nature atau go green menjadi slogan yang belakangan akrab dikuping kita.  Gemericik suara air yang coba dipindahkan ke kota. Sesautan burung,  kokokan ayam, hijau dedaunan, ragam warna bunga yang dibikin versi  digital dan imitasi. Bahkan sekarang ini RBT suara kambing mengembik dan  sapi melenguh lagi rame digandrungi. Wisata alam untuk anak, yang  mengharuskan mereka untuk membayar mahal sekedar agar bisa memandikan  kerbau di sawah berlumpur. Bermain-main dengan ikan di empang. Menanam  padi di sawah, dll. Yang mengenaskan, harus menyewa lapangan plastik  untuk sekedar menendang bola. Bisnis hijau yang bikin mata jadi hijau.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal bisnis dan yang ijo-ijo, sepulang dari perjalanan dinas ke  Kutai kemarin saya berkesempatan untuk membaca banyak karena berangkat  sendirian, biasanya kalo rame-rame waktu habis untuk ngobrol. Salah satu  yang saya baca dan masih mengganjal adalah tajuk berita terkait rencana  kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 50%.  Disitu sang menteri baru dari rezim yang sama bersikeras jika kenaikan  tidak akan berdampak terhadap petani mengingat harga pokok pembelian  (HPP) gabah dan beras sudah naik 10%. “Harga pupuk telah diimbangi  dengan HPP”. Spontan waktu itu saya bergumam “lha wong kenaikan 10% kok  disandingkan dengan yang 50%, opone sing imbang pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lantas saya tertawa geli begitu baca kutipan Mentan di paragraf  berikutnya “Dengan kenaikan HPP 10% petani mendapatkan penerimaan Rp 1,4  Juta tiap satu hektar. Sementara kalo harga pupuk dinaikkan maksimal  50%, tambahan biaya operasional hanya Rp 200.000. Jadi petani masih  untung Rp 1,2 Juta per hektar”. Huahaha, kebijakan yang aneh. Pak,  kemampuan berdiplomasi mbok ya tolong jangan disalahgunakan untuk  memperdayai rakyat apalagi petani. Ntar kalo dibilang “kebijakan kok  mbulet dan gak jelas”, kan malu. Saya sengaja gunting dan simpan  beritanya :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drama berlanjut...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-479951097795523551?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/479951097795523551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/479951097795523551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_13.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-1951459942233270665</id><published>2010-04-03T00:12:00.006+07:00</published><updated>2010-04-12T17:48:12.850+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Api dan Harapan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Warnanya merah-kuning menyala dan mengkilat. Dia adalah energi, nampak indah dan kuat. Dia adalah simbol harapan hidup. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Api dan harapan hidup ini mengingatkan saya pada satu frame dalam film Cast Away dimana Tom Hanks yang saat itu memainkan karakter sebagai pegawai perusahaan pengiriman barang cukup ternama mengalami kecelakaan pesawat dan terdampar di pulau terpencil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya, dia bisa bertahan hingga ditemukan karena api kecil yang berhasil dia ciptakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Api juga memungkinkan mengepulnya asap dapur. Nyala api di dapur mengisyaratkan penghidupan yang kembali tersambung, masih ada harapan untuk esok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun api juga menjadi penyebab hilangnya harapan hidup jika tidak dikelola dengan baik. Api tidak akan menyala jika tidak ada pemantik, tabung gas kosong, pipa tidak tersambung dengan baik, minyak tanah habis, sumbu kompor kurang ditarik, kayu basah, tumpukan tidak pas, dst. Sebaliknya, api menjadi tragedi jika tidak ada kendali dan disulut tanpa alasan. Kebakaran. Pupuslah harapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sama halnya dengan api, kebijakan yang menyangkut harapan hidup masyarakat idealnya juga dikelola dengan baik. Tinggi/rendahnya angka harapan hidup menjadi indikasi tingkat kesejahteraan suatu negara. BPS yang dipasrahi pemerintah untuk mengukurnya memaknai harapan hidup sebagai peningkatan usia harapan hidup penduduk akibat berhasilnya program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi secara bersamaan. Daya beli, akses kesehatan dan pendidikan yang lebih baik akan memperpanjang usia harapan hidup. Boleh saja pemerintah memperkirakan angka harapan hidup akan mencapai 73 tahunan dan menekan angka kelahiran secara maksimal pada tahun 2025 nanti. Seperti api tadi, perlu ada kendali. Membengkaknya angka penduduk usia lanjut yang notabene adalah usia tidak produktif akan menjadi beban di kemudian hari. Tapi hal ini bukan menjadi isue utama kegusaran saya dan tidak akan saya bahas disini sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya sedang ingin bicara tentang daya beli. Kalo lewat Pasar Minggu entah kenapa saya merasakan kesenangan yang tak terkatakan. Orang bilang ndeso gak papa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya bisa lama disana hanya untuk mengamati ekspresi para  pedagang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya bisa merasakan denyut perekonomian yang berdetak kencang penuh semangat dari pagi hingga ketemu pagi lagi. Tengah malam, Ibu-ibu dengan muka lelah tapi masih menunjukkan ekspresi pantang menyerah untuk menawarkan sisa dagangannya. B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;apak-bapak yang sudah tak muda lagi dengan pundak kuyu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masih semangat menunggu kedatangan muatan yang siap dia angkut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahkan saya sering berandai-andai "Seandainya uang saya  banyak, akan saya beli semua dagangan ibu itu dan saya kasih pekerjaan bapak itu". &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Luar biasa. Siapa bilang rakyat kita malas!! Jam berapapun pasar itu senantiasa ramai oleh pedagang dan pembeli. Entah berapa nilai uang yang berputar di situ semoga lebih besar jika dibandingkan dengan midnight sale yang digelar oleh Senayan City, dll. Ya benar, mungkin saja angka konsumsi yang tinggi menjadi pertanda bagi daya beli masyarakat yang mulai membaik. Dan ya mungkin juga harapan hidup ikut membaik pula. Tapi sayangnya ada tangan-tangan jail yang suka sekali bermain-main dengan api dan pasar? Ini yang bikin saya gusar...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagi ini, sebagian masyarakat kita yang hidupnya digantungkan pada geliat Pasar Kebayoran Lama tersentak. Harapan hidupnya dimakan dan diluluhlantakkan oleh kobaran api yang merah dan marah. Seorang ibu berseragam mendadak pingsan mendapati tempat kerjanya telah hangus. Rupanya dia pegawai Ramayana. Di sudut yang lain, ibu-ibu separuh baya nampak lelah namun masih semangat menyeret karung besar berisi barang dagangan yang masih bisa dia selamatkan. Sementara bapak yang lain sibuk berlarian dan memanggul sisa-sisa dagangan ke tempat yang jauh dari api. Ya, mungkin saja mereka adalah seorang ibu dengan beberapa anak yang hidupnya tergantung dari gaji pekerjaan tersebut. Atau orangtua yang masa depan keluarganya diinvestasikan pada tumpukan dagangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejam yang lalu Metro mengabarkan kebakaran Pasar Kebayoran Lama menghanguskan sekitar 500 kios. Jika setiap pemilik kios mempekerjakan satu orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;karyawan, maka akan ada sekitar 1000 orang yang kehilangan pekerjaan. Dan jika tiap-tiap pemilik dan karyawan tersebut mempunyai satu orang istri/suami dan satu orang anak, berapa orang yang terdampak? Siapa yang tahu? Siapa peduli? Tapi yang pasti besoknya mereka akan bangkit lagi sebagaimana korban-korban kebakaran pasar yang seringkali terjadi di penjuru negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tolong jangan lagi bermain-main dengan api dan harapan hidup mereka...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Ikut prihatin untuk korban kebakaran Pasar Kebayoran Lama dan pasar-pasar yang lain, tetap semangat! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-1951459942233270665?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1951459942233270665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/1951459942233270665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-7411195917189492197</id><published>2010-03-29T00:39:00.001+07:00</published><updated>2010-03-29T00:46:13.649+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Joyo Ono Ing Roso dan Information Economy&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan ini, seluruh penginderaan kita dibombardir dengan suara, gambar, aroma tak sedap yang datang dari seluruh penjuru negeri. Saya sudah berusaha menutup mata, kuping, dan hidung, tapi tembus juga. Kasus Century, korupsi, kekerasan - mulai dari tawuran pelajar, mahasiswa, rumah tangga sampai terorisme – pengemplangan dan makelar pajak, longsor, banjir besar di Jawa Barat dan Batanghari. Pemerintah yang legitimate tapi tak lagi punya wibawa. Anggota DPR yang kegenitan. Pengurus partai ramai berantem lewat media. Para perwira tinggi kepolisian saling unjuk kebolehan dengan berbalas gelar konferensi pers. Semua media kompak mengangkat tema yang sama. Mempertontonkan arogansi dan raut tak bersahabat sebagai ‘potret Indonesia’ yang saya tak yakin sepenuhnya, apa iya Indonesia tampak seburuk itu dan tak menampakkan ada masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya musyawarah, mekanisme penyelesaian internal-dialog, dan silaturrahmi sudah nggak jaman lagi, hingga penyelesaian melalui media sekarang lebih banyak dipilih? Sekalian dapat nilai tambah ngetop? Mungkin saja, kenapa tidak? Wajah ‘seleb’ baru berbagai type datang silih berganti mewarnai layar tv kita. Tak ada kabar gembira dan prestasi membanggakan. Kering Informasi alternatif dan tayangan menyejukkan. Sebaliknya siaran langsung tawuran, pengepungan, reality show yang senada, rekonstruksi pembunuhan dan tindakan kriminal lainnya sekarang menjadi tayangan favorit dan ber-rating tinggi. Saya berandai-andai, jika tindakan kriminal pembunuhan atau mutilasi bisa dibikin siaran langsung atau ada rekamannya mungkin saja akan ditayangkan. Negeri yang mengerikan *bergidik*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akerlof, Stigler, Stiglitz yang banyak menulis tentang teori informasi ekonomi dalam new Institutional economics  sedikitnya pernah bilang bahwa information economy menjadi media penting untuk akselerasi dari proses transformasi ekonomi, sosial, budaya, dan sistem politik. Informasi mempengaruhi ekonomi dan keputusan2 ekonomi. Mudah diciptakan tapi sulit untuk dipercaya. Mudah disebarkan namun susah mengontrolnya. Implikasinya berantai dan sistemik. Menariknya Birchler dan Vutler pernah bilang bahwa informasi adalah barang ekonomi yang paling dicari. Economics is about information, monopoli akan langgeng jika informasi sepenuhnya dapat dikuasai. Informasi adalah strategi dimana kita bisa bermain2 dengannya hingga tujuan ekonomi kita tercapai *kembali bergidik*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu kita ini sedang menuju kemana, atau mau dibawa kemana oleh media kita. Saya cuman mencoba memahami “what, how, and for whom” the economy produces. Kebebasan bermedia hendaknya juga diimbangi dengan "ROSO" tanggungjawab untuk membuat penikmat media kita menjadi lebih pintar, cerdas, dan bersemangat. Bukan sebaliknya. Itu mimpi saya untuk "JOYO". Yang pasti seperti Samuelsen pernah mengingatkan sebelumnya bahwa semuanya tak lepas dari economics thinking. Jadi berhentilah bermimpi dan berharap, lho kok jadi sinis, hehe. Eniwei, tetap semangat untuk media nasional yang lebih baik dan mencerdaskan!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-7411195917189492197?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7411195917189492197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7411195917189492197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/03/joyo-ono-ing-roso-dan-information.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-5232451910924953752</id><published>2010-03-25T21:42:00.007+07:00</published><updated>2010-03-25T23:01:38.158+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaza in Our Hearts&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;" 310="" height="259"&gt;&lt;embed id="VideoPlayback" src="http://video.google.com/googleplayer.swf?docid=7764755254240047322&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=true" style="width: 310px; height: 259px;" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="180" width="300"&gt;&lt;embed src="http://widget.lyricsmode.com/i/scroll2.swf?lid=701606&amp;amp;speed=4" type="application/x-shockwave-flash" height="181" width="318"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.lyricsmode.com/" target="_blank"&gt;Lyrics&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.lyricsmode.com/lyrics/m/michael_heart/" target="_blank"&gt;Michael Heart lyrics&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.lyricsmode.com/lyrics/m/michael_heart/we_will_not_go_down.html" target="_blank"&gt;We Will Not Go Down lyrics&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Gaza yang kembali membara,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha Tahu dan Maha Berkehendak...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-5232451910924953752?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/5232451910924953752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/5232451910924953752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/03/gaza-in-our-heart-untuk-gaza-yang.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-7890301488234101119</id><published>2010-02-23T23:11:00.001+07:00</published><updated>2010-04-25T20:14:03.841+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Joyo Ono Ing Roso dan Eksternalitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tulisan ini diinspirasi dari beberapa potongan diskusi saya bersama-sama dengan rekan kerja beberapa minggu ini dan ketika makan soto di satu resto besar yang konon katanya cukup kondang di pusat Kota Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cerita di balik makan soto ini layak untuk diangkat mengingat hari-hari ini ‘rasa’ sudah tak begitu penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan rekan yang lain terkesan karena rasa sotonya yang nggak biasa dengan penampilan super apa adanya. Sesaat sebelum makan soto-pun jujur tak begitu bersemangat selain berharap lapar terbayar-tak lebih. Tapi begitu merasakan sendok pertama, tak berselang lama, tau-tau sudah ada yang minta nambah mangkok kedua, hehe. Meski saya nggak nambah tapi mangkok saya bersih..jarang2 lho :) Selain itu saya juga nambah teh manis anget dengan gelas besar, karena enak dan wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari resto yang tergolong besar tersebut (tapi sepi, meski waktu itu jam telah menunjukkan jam makan malam dan yang berkunjung hanya saya dan teman2) saya lihat ada papan nama besar di sisi samping pelataran parkir “joyo ono ing roso” saya coba tanyakan maknanya kepada team leader kami yang kebetulan akrab dengan jogja, dan kata beliau “mungkin dahulu pernah berjaya dalam rasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi mikir dan mengira-ngira, mungkin saja dahulu resto tersebut cukup ramai karena memang rasa sotonya yang luar biasa, oya resto yang kami kunjungi itu cabang dari resto utama yang ada diseberangnya yang tak kalah besar namun sama-sama sepi. Ini bukan asal mengira-ngira..paling nggak saya bisa lihat sisa-sisa kejayaannya di masa lalu :). Manajemen yang tradisional mungkin saja sangat percaya diri dan berkeyakinan bahwa rasa soto yang tak ada duanya saja cukup dan mengabaikan aspek yang lain termasuk tampilan diyakini tak akan menurunkan peminat soto di kota itu. Kepercayaan diri manajemen tersebut rupanya tak terbukti karena ternyata rasa saja tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lantas apa hubungannya dengan eksternalitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal rasa dan ekternalitas ini mendadak muncul dan mengganggu pikiran saya ketika dalam satu obrolan disinggung tentang modus kegiatan sosial baru yang sekarang tengah banyak digandrungi oleh perusahaan-perusahaan besar dengan membentuk lembaga sosial internal di perusahaan mereka semacam Si A Peduli untuk perusahaan si A, Si B Peduli untuk perusahaan si B, dst.. lantas menggalang dana dari masyarakat dan dalam penyalurannya dengan menempel logo perusahaan besar-besar bahkan mengundang banyak wartawan lantas melakukan klaim sebagai bentuk kepedulian perusahaan sekaligus sebagai kewajiban CSR mereka kepada masyarakat. Yap, harum semerbak nama perusahaan tanpa keluar dana sepeserpun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengemas dan menjual (atau memanipulasi?) “rasa” dan kepedulian masyarakat dengan sedemikian rupa dan sangat cantik, terbukti menjadikan dagangan “rasa” dan “peduli” ini laris manis dan berhasil mengeruk dana miliaran rupiah dari masyarakat. Lantas apakah ini “rasa” yang dimaksudkan sebagai “joyo ono ing roso”? Rasa memang bukan segalanya tapi ketika bicara tentang kepedulian bukankah selayaknya atas nama rasa? rasa yang asli dan bukan fake. Lantas apakah namanya ketika rasa sudah tidak mendasari nurani manusia di republik ini? Eksternalitas negatif dari industri marginalisasi rasa? Jika ya, mahal sekali harga yang harus kita bayar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan, daripada nggak sama sekali ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mendadak males meneruskan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-7890301488234101119?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7890301488234101119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/7890301488234101119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2010/02/joyo-ono-ing-roso-dan-eksternalitas.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-6608912965853380442</id><published>2009-11-30T11:39:00.001+07:00</published><updated>2010-05-19T12:42:24.325+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S_N6KEIrK5I/AAAAAAAAAEY/unV2SZHrfEQ/s1600/happiness.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S_N6KEIrK5I/AAAAAAAAAEY/unV2SZHrfEQ/s200/happiness.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472852285512690578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Gross National Happiness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejenak setelah sang istri meninggalkannya karena masalah ekonomi, Will Smith yang berperan sebagai Chris Gardner dalam film apik the Pursuit of Happiness bertanya pada anaknya “Are you happy?”. Sang anak hanya mengangguk lemah dan Chris segera menyahut tegas “If you happy, then I’m happy”. Dalam frame yang lain, Chris menganggap kebahagiaan adalah wajah bahagia para broker saham sukses yang dia lihat lalu lalang di sekitar gedung pencakar langit, penuh senyum, seolah tak ada beban hidup, punya setelan bagus, dan mobil mengkilap. Ya mereka bahagia, batin Chris dan dia juga menginginkannya. Dari salesman portable scanner yang hanya lulusan SMA, magang menjadi broker saham “Saya mampu dan saya ingin belajar” kata dia saat meyakinkan board. Nyatanya perjuangan untuk mengejar kebahagiaan memang tak pernah semudah yang dia bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah masalah pajak, tunggakan sewa rumah, denda parkir, scanner ilang, biaya hidup, di kantor kerap dikerjain untuk beli minum, donat, dll Chris mencoba persistent dengan yang dia kejar. Meski gelandangan tugas rutin karyawan magang yang tidak dibayar dia lakoni dengan serius. Benar saja, begitu masa internship telah usai, dia dinyatakan diterima. “This little part of my life is called as happiness” seru Chris haru membayangkan sukses dan bahagia di depan mata. Chris meyakini bahwa kebahagiaan tidak jatuh dari langit melainkan harus dikejar. “Don’t ever let somebody tell you that you can’t do anything. When you want something then you will go get it, period.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda dengan pemaknaan Chris akan kebahagiaan yang lepas dari aspek spiritualitas. Dalam konsep Islam, kebahagiaan salah satunya dimaknai sebagai keseimbangan pola hidup baik material maupun spiritual, selamat di dunia maupun akhirat. Seorang muslim tidak serta merta dapat dikatakan bahagia jika ada tetangganya yang kelaparan atau kesusahan. Dengan demikian Islam juga menyerukan kebahagiaan kolegial. Seorang muslim dapat dikatakan berbahagia jika dia dapat berbagi. Tidak hanya berbagi shaf ketika melaksanakan sholat secara berjamaah, tapi juga berbagi penghasilan, bonus, komisi, dan dari tiap2 rejeki lainnya yang dia peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan pula bahwa tingginya derajat keimanan dan ketaqwaan seseorang pada Allah membawa kebahagiaan yang mutlak dan tak lekang oleh berbagai goncangan terhadap konsistensi seseorang tersebut. Dalam kondisi materi yang pasang surut tidak akan berpengaruh terhadap kadar kebahagiaan seseorang yang sudah mencapai tahap iman dan taqwa dimaksud. Senantiasa berbahagia dalam menjalankan segala amalan dan berbagai kewajiban sebagai umat. Menunaikan shalat, melaksanakan puasa, membayar zakat, memberikan sedekah, tolong menolong antar sesama, serta menunaikan tugas amar maruf nahi munkar. Kebahagiaan pada tahap ini disebut sebagai kebahagiaan tingkat tinggi. Berbahagialah teman2 saya yang sudah sampai pada tahap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah apa kemudian hubungan antara definisi kebahagiaan di atas dengan Gross National Happiness (GNH) atau Kebahagiaan Nasional Bruto? Kita tahu bahwa di republik ini begitu banyak masyarakat kita yang dari sebelum shubuh hingga ketemu shubuh lagi tak henti bekerja untuk mengejar kebahagiaan ala Chris namun tak sedikit pula muslim yang derajat spiritualitasnya cukup tinggi dan senantiasa berbagi kebahagiaan dengan sesama namun mengapa secara makro potret happiness itu masih belum nampak? Semuanya nampak buram dan suram. Ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke konsep GNH, sebagaimana dijelaskan oleh keponakan Raja Bhutan yang saya kutip dari drukpacouncil.org, konsep ini pada dasarnya diilhami oleh falsafah untuk menciptakan suatu lingkungan di mana kepuasaan dan kebahagiaan rakyat yang paling diutamakan. Konsep ini rupanya telah diperkenalkan lumayan lama oleh Bhutan sejak 1972 lalu, meski kalo boleh jujur saya baru tahu dari artikel yang dikirimkan oleh seorang teman dan menginspirasi saya untuk menulisnya lebih jauh. Cukup menarik karena berangkat dari nilai-nilai spiritualitas yakni salah satu ajaran Buddhisme dan unik karena diinstitusionalisasi oleh negara. Layak pula untuk dipelajari dan dipertimbangkan setelah kita merasa tidak cukup bahagia dengan konsep GDP dan HDI yang telah lama kita adopsi dan agung-agungkan. Termasuk untuk menjawab kenapa potret happiness itu belum nampak di wajah rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah untuk mengadopsi konsep GNH. Dari beberapa informasi yang saya dapat melalui wikipedia, konsep GNH banyak melahirkan kritik terutama terkait subyektifitas dan tingkat kesulitan pengukurannya. Sangat sulit untuk membandingkan kebahagiaan antar orang per orang. Saya cukup bahagia jika bisa makan rawon yang saya anggap enak, namun mungkin bagi yang lainnya makan rawon adalah hal yang tidak terlalu istimewa dan tidak bikin dia bahagia, hehe. Namun meski demikian Neo klasik pernah menjadikan ‘indikator kebahagiaan’ sebagai parameter untuk mengukur utilitas dan general welfare. Memang konsep tersebut sempat dimentahkan oleh aliran neo klasik modern yang menganggap kebahagiaan adalah menyangkut preferensi seseorang, tapi dikemudian hari teori ini justru dinyatakan kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, Med Yones pada tahun 2006 menjadikan GNH lebih membumi karena dia menyodorkan variabel2 yang datanya bisa dikuantifisir sehingga memudahkan para evaluator untuk mengukurnya. Dia mengusulkan nilai GNH sebagai fungsi indeks dari total rata-rata per kapita untuk ketujuh variable mencakup 1) Economic Wellness yang mengukur besarnya utang konsumsi, rasio rata-rata pendapatan terhadap inflasi, dan distribusi pendapatan; 2) Environmental Wellness menyangkut tingkat polusi dan kemacetan; 3) Physical Wellness yang diukur dari kerentanan terhadap penyakit; 4) Mental Wellness yang bisa dilihat dari tingkat penggunaan obat anti depresi dan naik/turunnya pasien kejiwaan; 5) Workplace Wellness untuk mencakup ada/tidaknya tuntutan dari para pengangguran, frekwensi ganti pekerjaan dan munculnya gugatan; 6) Social Wellness yakni ada/tidaknya deskriminasi, keamanan, tingkat perceraian, aduan kekerasan dalam rumah tangga, tingkat kriminalitas, dan terakhir adalah; 7) Political Wellness yang dilihat dari kualitas demokratisasi di daerah, kebebasan individu, dan konflik luar negeri. Pengukuran ketujuh variable tersebut dilakukan melalui survey rumah tangga dan melalui penelusuran data statistik. Meski tidak teradministrasi secara baik, elemen data yang diajukan oleh Yones ini kita punya semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Amartya Sen dkk mengalami banyak kritikan dan pertentangan ketika konsep HDI pertamakali diperkenalkan maka konsep GNH ini juga patut untuk dicoba paling tidak untuk departemen-departemen di bawah Menkokesra yang mengkoordinasikan program-program PNPM, PKH, BLT, dll. Intinya bukan pada mau coba-coba atau tidak tapi adalah pada pencarian konsep yang terbaik untuk mengukur apakah rakyat cukup bahagia dengan hasil-hasil pembangunan yang konon untuk bikin rakyat lebih bahagia? Bahagia ala Chris atau yang lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama-sama dengan China dan India, GDP kita mengindikasikan kinerja ekonomi yang cukup baik meski peringkat HDI kita jeblok (ajaib kita bisa dibawah Srilanka dan Palestina yang habis perang saudara dan dibom Israel). Namun demikian, pemerintah masih butuh potret yang lain untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat lebih dalam, GNH mungkin bisa dipertimbangkan untuk alat ukur Indonesia yang lebih bahagia. Kenapa tidak?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-6608912965853380442?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6608912965853380442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6608912965853380442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/11/gross-national-happiness-sejenak.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/S_N6KEIrK5I/AAAAAAAAAEY/unV2SZHrfEQ/s72-c/happiness.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8445826962222170082</id><published>2009-11-01T11:01:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T11:10:36.426+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: center;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Opportunistic Behavior&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: normal;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa ikhlas karena Allah semata dalam amal dan perbuatannya. Umatpun menerjemahkan seruan ikhlas ke dalam dua hal yakni sebagai niatan dan penutup, mengawali dan mengakhiri, dua hal yang menurut saya sangat berbeda. Memulai segala aktivitas yang kita lakukan dengan ikhlas atau meletakkan ikhlas di akhir upaya secara psikologis juga berbeda hasilnya. Rasa ‘plong’nya pun beda, tapi apakah nilainya juga akan berbeda, mana yang lebih baik di mata Allah? Apakah derajatnya juga sama? Wallaahualam bissawab. Ikhlas adalah urusan dan tugas hati dan hanya Allah yang tahu pendirian hati para hambaNya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: normal;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tapi di mata saya mengawali atau menjadikan ikhlas sebagai niatan adalah lebih baik dan jauh lebih mulia. Jujur, saya sendiri-pun yang saat ini tengah berupaya dan belajar keras untuk menjadi muslimah yang lebih baik, masih terus bergulat untuk memilih mengawali atau mengakhiri, hehe..belum bisa secara otomatis mengawali. Kenapa belajar keras? Saya nggak mau munafik karena saya sadar betul bahwa saya juga dilahirkan dengan prilaku ekonomi yang sudah terlanjur melekat yakni prilaku oportunis. Prilaku ini mungkin sajai menjadi salah satu dasar bagi saya dalam menjalankan amal ibadah saya selama ini atau dalam mengambil keputusan2 yang terkait dengan masalah ekonomi. Tapi mudah2an hanya yang kedua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: normal;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Melihat celah atau kemungkinan kita akan mendapatkan manfaat atau keuntungan yang lebih meskipun saya selalu menyadari bahwa manfaat dan keuntungan lebih ada harganya, dalam ilmu ekonomi fenomena tersebut ada teorinya tapi mungkin nanti akan saya angkat di coretan berikutnya, sekarang kita bicara tentang prilaku oportunis dulu. Perilaku oportunis ini merupakan salah satu asumsi dasar prilaku manusia dalam teori ekonomi politik. More is always better than less, demikian axiom yang menggambarkan dari prilaku oportunis tersebut dianggap sebagai rational choice. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: normal;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Secara definitif prilaku ini kurang lebih diartikan sebagai ekspektasi yang dianggap mampu memberikan manfaat atau keuntungan yang lebih besar bagi individu pelaku ekonomi tersebut. Prilaku ini muncul umumnya karena mungkin saja pernah dilakukan sebelumnya dan berhasil, adanya informasi yang terbatas atau terdistorsi, ketidakjelaskan kesepakatan atau aturan main, perjanjian yang tidak dapat dipercaya, manipulasi informasi, dll. Menurut teori ini konon katanya semua manusia dilahirkan dengan prilaku tersebut. Saya lupa siapa yang melahirkan teori ini, ayo temen2 yang mau nambahin tulisan ini...mungkin yang dulu sering saya titipin absen :).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: normal;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya melihat prilaku oportunistik ini juga muncul karena dipicu oleh terbatasnya ratio pelaku ekonomi lainnya. Ada yang jadi korban dan dirugikan kenapa bisa dianggap sebagai rational choice? Meskipun dalam New Economic Institution (NIE, yang menggugat neo klasik) keduanya diasumsikan berkedudukan sejajar. Paling nggak ini kejadian sama saya kemarin. Kalo boleh jujur tulisan ini sebenernya dimotivasi oleh pengalaman saya kemarin dengan oknum petugas asuransi dan tiket pesawat. Kedua agen ekonomi tersebut mencoba memanfaatkan keterbatasan saya dan berekspektasi dapat mengeruk keuntungan yang besar. Beberapa temen yang tau tentang kasus ini menyerukan untuk diikhlaskan saja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: normal;" class="UIMediaHeader_Title"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bagi saya ikhlas adalah proses dan itu pasti. Ikhlas tanpa ada upaya sama dengan lemah. Betewe, tulisan ini juga menjadi media saya untuk mengikhlaskan lho, hehe...tapi ya itu tadi kalo ditulis begini mungkin nilai ikhlasnya jadi ilang. Kesimpulan saya ikhlas termasuk dalam materi berat yang diujikan dengan variable-variabel pengganggu yang cukup berat juga untuk dihilangkan. Mungkin yang pernah bilang nggak relevan menyambungkan ekonomi dengan ideologi, nasionalisme, dan agama ada benernya juga, well?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8445826962222170082?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8445826962222170082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8445826962222170082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/11/opportunistic-behavior-islam.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8131574847317165171</id><published>2009-09-18T07:10:00.006+07:00</published><updated>2010-09-11T16:02:22.531+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center; font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Crowding Out*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Istilah ini pertama kali saya dapatkan ketika dulu mengikuti matrikulasi makro ekonomi. Jadi teringat karena dalam pertemuan awal sang dosen muda yang baru pulang dari studi masternya di Amerika tersebut berhasil membuat mahasiswanya terbengong-bengong dengan sukses. Sebenernya sebelum kelas dimulai saya agak merasa sedikit percaya diri bisa menyerap materi dengan baik karena S1 saya dulu di ekonomi juga meski jurusannya ‘cuman’ Manajemen dan sering nitip absen :). Awal pertemuan itu sang dosen berusaha menjelaskan secara sekilas tentang kurva IS dan LM sebagai kerangka analisis yang biasa dipakai untuk menganalisis keterkaitan kebijakan moneter dan fiskal. Namun harapan tinggal harapan, apa boleh buat ternyata memang saya gagap ekonomi (hehe istilah baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mohon baca pembelaan saya, informasi yang disampaikan oleh Pak Dosen terlalu banyak dan tanpa pengantar, tidak terstruktur, serta tanpa melihat reaksi mahasiswanya apakah paham atau tidak, padahal latar belakang akademik mahasiswanya cukup beragam. Tiap-tiap menjelaskan kapan, apa penyebab, dan akibat terjadinya crowding out tak satupun terserap kecuali kata crowding out yang berhasil masuk ketelinga dengan jelas, lainnya samar. Kecepatan kata yang keluar kira-kira sepuluh kata per detik (berlebihan ya? hehe, intinya beliau kalo ngomong cepet banget) hingga yang saya bisa tangkap waktu itu hanya kata terakhir yakni crowding out dan crowding out. Di kelas tersebut saya sempat mengajukan pertanyaan ke sang dosen namun penjelasannya justru menimbulkan kebingungan baru, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah jika kemudian ketika keluar kelas saya memaknai kata crowding out sebagai berkurangnya pemahaman akibat informasi yang masuk secara bertubi-tubi. Saya berharap cuman saya aja yang mengalaminya tapi kalo saya lihat gerundelan dan ekspresi temen-temen yang tidak menunjukkan sesuatu yang menggembirakan menghantarkan saya pada kesimpulan bahwa sepertinya kami sama-sama tidak paham, hehe cari teman.. moga saja asumsi saya salah. Tapi kalo mau fair sepenuhnya kesalahan tidak bisa kita timpakan pada pak dosen, saya maklum beliau hanya menjalankan tugas sesuai target, bisa jadi karena teaching plan dengan pokok bahasan yang sangat padat harus disampaikan hanya dalam satu pertemuan sementara alokasi waktu yang dipunyai sangat terbatas. Ya, kedok BHMN menjadikan kampus semakin komersil dan menjadi mesin keruk uang yang mengerikan, kualitas deliverables-pun akhirnya menjadi tidak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kembali ke topik utama kenapa saya menulis dengan judul dimaksud. Singkat cerita saya baru paham artinya ketika mengikuti perkuliahan makro dengan dosen yang berbeda. Dalam ilmu ekonomi crowding out dimaknai sebagai berkurangnya dampak investasi yang diakibatkan dari naiknya suku bunga riil. Peristiwa kenaikan suku bunga ini terjadi melalui proses multiplier yang agak panjang yang dimulai dari kebijakan fiskal ekspansif yakni kebijakan untuk menaikkan pengeluaran pemerintah melalui pembiayaan defisit yang lebih besar. Kebijakan tersebut idealnya membawa dampak positif terhadap investasi, pada tingkat bunga yang sama serta melalui proses multiplier, income masyarakat diasumsikan akan naik menuju titik keseimbangannya seiring dengan membaiknya ekonomi masyarakat. Namun demikian peningkatan income tersebut secara bersama-sama juga berpengaruh terhadap bergesernya keseimbangan pasar uang karena permintaan uang juga naik. Naiknya permintaan uang ini menjadi penyebab naiknya tingkat bunga dan turunnya investasi sehingga income masyarakat ikut turun. Teori tersebut menjadi pengantar dari cerita yang akan saya tulis, lumayan sambil nunggu shubuh, jadi jangan ngantuk dulu ya..karena ceritanya masih panjang, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur mendapatkan kesempatan libur untuk berlebaran di kampung halaman lebih awal, selasa sore (15 September) praktis saya sudah di rumah. Pulang kampung terakhir saya lakukan lebaran tahun lalu. Banyak sekali perbedaan dan kemajuan yang saya temui antara lain Garuda sudah masuk Malang, begitu mendarat di Bandara Abdurrahman Shaleh (BAS) suasana di airport yang kecil dan sederhana tersebut telah padat oleh penumpang, taksi dengan jumlah armada yang cukup juga sudah ada meski hanya oleh satu operator, rencana bandara internasional malang cukup megah berlokasi tak jauh dari BAS dan pembangunannya sudah mencapai 90%, konon katanya siap beroperasi menjadi bandara sipil Malang menggantikan BAS di awal 2010. Disepanjang karanglo, karangploso, dan menuju Batu kanan-kiri jalan sudah dipadati dengan pembangunan perumahan dan pertokoan baru. Perang papan reklame resto, hotel dan vila mengindikasikan kalo bisnis tersebut hari-hari ini sedang banyak diminati oleh investor. Malang-Batu dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, seperti Bogor dan Bandungnya warga Jakarta, jadi wajar jika perdagangan, hotel, dan restoran menjamur untuk menopang sektor pariwisata di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru pinggiran Malang-nya karena hingga menulis ini saya belum main ke Kota Malang, tapi dari pengalaman saya tahun lalu saja Malang pada hari-hari itu dah mirip Jakarta, tiap gang ada mall atau paling nggak ruko satu lantai dengan minimal tiga unit, semuanya ramai oleh pengunjung dan mudah-mudahan oleh pembeli juga. Properti disana juga lagi sumringah meski sempat lesu karena terimbas krisis global. Tapi kembali lagi itupun kalo boleh disebut sebagai kemajuan, karena yang dilihat hanya penampakan luarnya saja. Kemajuan ekonomi dari konsumsi masyarakat yang terus tumbuh hingga kisaran 6 persenan saya percaya tapi apakah ini akan berlangsung secara berkelanjutan? Mudah-mudahan. Namun demikian mengandalkan konsumsi bukan pilihan tepat, selain itu kata Todaro dan Samuelson, pertumbuhan saja tidak cukup, masih tersisa tiga syarat mutlak lainnya yang musti dipenuhi yakni pemerataan, kemandirian, dan kelestarian. Tiga hal ini yang saya belum lihat, tapi saya tidak akan mengupasnya disini, insya Allah di tulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain, pulang kampung mengingatkan saya kembali kepada bencana lumpur lapindo. Bencana tersebut merupakan tamparan keras bagi ekonomi Jawa Timur (Jatim), betapa tidak bencana tersebut terjadi di jantung ekonominya, yakni Sidoarjo, penyumbang terbesar pendapatan Provinsi Jatim melalui industrinya, ratusan pabrik mulai dari makanan, pakaian, furnitur, logam, kerajinan, hingga perabotan rumah tangga tenggelam. Selain pabrik, lumpur juga menenggelamkan pekarangan, sawah, kampung, serta tempat bergantungnya warga Sidoarjo, ratusan ribu buruh dan penggiat ekonomi informal lainnya seperti tukang ojek, warung nasi, penjual bakso, hingga kontrakan rumah. Lumpur juga merusak jalan tol dan rel kereta yang selama ini menggerakkan roda perekonomian Jatim. Ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah juga ikut kolaps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang bersama-sama dengan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan adalah kota penyangga perekonomian di Jawa Timur, timpangnya Sidoarjo berakibat buruk terhadap kota penyangga lainnya. Berlarut-larutnya dan tidakadanya keseriusan pihak Lapindo Brantas maupun pemerintah untuk menangani lumpur lapindo sejak tahun 2006 lalu praktis membuat rantai kehidupan dan kegiatan ekonomi masyarakat Jawa Timur terganggu. Mimpi masa depan Jatim yang gemilang tenggelam bersama derasnya lumpur yang mengalir. Satu tandatanya diantara tandatanya yang lain, jika pemerintah sanggup menerbitkan Rancangan Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (RUU JPSK) untuk mengantisipasi dampak krisis global yang dikawatirkan akan menyebabkan dampak sistemik, kenapa tidak dengan kasus krisis yang dihadapi oleh warga Jatim yang nyata-nyata berdampak sistemik bagi bagi ekonomi Jatim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dampak multidimensi dan menyangkut nasib masyarakat Jatim yang diakibatkan dari bencana lumpur tidak termasuk dalam kategori berdampak sistemik dan ancaman bagi ekonomi nasional? Jika memang pemikiran pemerintah pusat masih demikian, mestinya Jawa Timur harus mulai berhitung, tiga tahun bukan waktu yang pendek jika Century hanya perlu waktu sekian minggu untuk mendapatkan sekian triliun. Mental KKN yang menjadi semangat dari penyusunan RUU JPSK menjadikan negara sebagai lembaga penanggungjawab kebangkrutan individu, itulah intisari dari RUU JPSK dan (mungkin) RUU lainnya. Jika UU ini digolkan tanpa ada revisi mendasar maka kita telah membiarkan peristiwa legalisasi pencurian uang Negara oleh maling berkedok penguasa berlangsung di depan mata, tinggal menunggu waktu kapan Republik yang sudah dibangun dengan susah payah ini akan bangkrut. Citra penguasa bobrok dan tidak amanah yang semakin tinggi ini akan berdampak pada melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang akan membawa dampak multidimensi pada krisis-krisis yang lain. Penurunan dampak investasi yang diakibatkan oleh mental KKN, alokasi dana negara yang besar untuk memperkaya individu atau kelompok, ini yang saya maksudkan sebagai crowding out!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya salut, warga Jatim dikenal dengan semangat dan kerjakerasnya, dengan demikian tidak bertanggungjawabnya Lapindo dan tidak tegasnya pemerintah pusat tidak membuat daerah berputus asa, Malang salah satunya yang menjawab kemandegan tersebut dengan membuka akses bandara militernya untuk penerbangan sipil. Akses baru ini sekaligus menggerakkan ekonomi kabupaten disekitarnya termasuk di wilayah tapal kuda yakni pasuruan, probolinggo, lumajang, jember, dan bondowoso. Tetap berharap moga dengan adanya bencana di Sidoarjo menjadi motivasi untuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Jatim. Tetap semangat rek!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perenungan di penghujung ramadhan, moga membawa manfaat dan efek berantai untuk membangun kepedulian massal terhadap bencana lapindo a.k.a. lumpur bakrie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8131574847317165171?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8131574847317165171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8131574847317165171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/09/crowding-out-istilah-ini-pertama-kali.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8851610146079386657</id><published>2009-09-06T08:12:00.001+07:00</published><updated>2009-09-06T20:02:12.105+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demand Pull Inflation&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hari ini Minggu 6 September 2009, setelah shubuh melalui Metro pagi saya mendapatkan update tentang kondisi para korban gempa Tasikmalaya, kasus Century, beberapa peristiwa kebakaran di kawasan pemukiman, pasar, dan hutan di Kalimantan karena bencana kekeringan, serta harga-harga pokok yang makin asyik meroket. Meski nyaris nggak ada berita yang menggembirakan, tapi agak sedikit lega karena pagi ini sudah tidak ada lagi berita tentang teroris yang tak jelas itu, jadi iseng-iseng pengen nulis sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan telah memasuki hari keenambelas, Nuzulul Quran sudah di depan mata tapi masih separo perjalanan lagi ujian yang musti ditempuh untuk menuju hari kemenangan. Namun saya tidak akan mengupas aspek spiritualitas di sini - selain karena bukan ahlinya - saya hanya ingin menulis fenomena yang menurut saya tidak unik karena senantiasa ada tapi selalu saja bikin heboh. Heboh karena masyarakat selalu mengeluh tentang kenaikan harga gula yang sebelumnya hanya Rp 7500 dalam hitungan hari sudah menyentuh Rp 12.000an. Demikian juga harga-harga pokok lainnya seperti cabe, telur, daging, gula, minyak goreng, beras dll tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berbelanja dengan skala yang beberapa kali lipat lebih besar dari belanja yang biasa mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang puasa kali ini agak khusus karena bertepatan dengan akan segera dilantiknya anggota DPR terpilih dan berakhirnya periode pemerintahan SBY-JK. Desas-desus tentang nama-nama yang dipanggil ke Cikeas dengan bungkus buka bersama dan pertemuan-pertemuan politik lainnya menambah hangat suasana. Perpindahan kekuasaan dari pemerintahan lama ke yang baru umumnya dimaknai oleh masyarakat sebagai situasi yang tidak stabil dan potensi menimbulkan konflik. Ditambah lagi bencana gempa bumi Tasikmalaya yang terjadi awal pekan lalu. Jadi dugaan saya motif belanja masyarakat yang agak gila-gilaan kali ini sebenernya gabungan dari motif menimbun dan berjaga-jaga, semangat berbagi di bulan puasa, dan persiapan lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan saya minggu lalu, di mall deket rumah, panjang antrian di kasir dengan kereta belanjaan yang menggunung rata-rata mencapai tujuh sampai sepuluh meteran, duhduh lumayan bikin lemes. Saya yang waktu itu termasuk dalam antrian musti sedikit bersabar menunggu ibu-ibu di depan saya untuk menyelesaikan transaksinya. Rata-rata nilai transaksi masing-masing dari tiga ibu-ibu yang antri di depan saya mencapai hampir dua jutaan rupiah dengan jenis belanja makanan, bahan pokok, sirop, berbagai jajanan, dan biskuit kaleng dengan minimal kelipatan empat pada masing-masing itemnya. Berlama-lama di mall padet kepala jadi nyut-nyutan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan saya memasuki pertengahan ramadhan ini semangat belanjanya sudah lebaran. Mall dan pasar-pasar yang ada dipenjuru Jakarta dan nusantara saya yakini telah sepuluh kali lebih padat dan penuh sesak. Dulu waktu tahun pertama berada di Jakarta, sempat heran melihat lautan manusia di kawasan Blok M, hehe saya pikir ada apa ternyata mereka berbondong-bondong untuk berbelanja lebaran. Semangat berbagi di bulan ramadhan dan spirit baru pada hari kemenangan memotivasi mereka untuk menyerbu penjuru pasar dan mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin satu-satunya sisi positif dari semangat berbagi yang dimaknai dengan bersedekah sembako adalah raut riang yang dirasakan segelintir masyarakat lapisan bawah seperti Mbok Tinah, tukang urut langganan yang sengaja saya panggil jauh-jauh dari Citayem. Dengan lugu si-mbok bercerita “Alhamdulillah, puasa sekarang dapet sembako dari lengganan lumayan banyak jadi nggak perlu belanja sampai lebaran nanti” begitu jawabnya lugu ketika saya tanya “gimana mbok harga gula mahal tuh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke peristiwa kenaikan harga. Salah satu teman di Facebook mengomentari status yang saya tulis minggu lalu tentang kenaikan harga-harga sebagai akibat dari nafsu ibu-ibu mengumpulkan bahan pokok yang sangat berlebihan. Senada dengan komentarnya, dalam ilmu ekonomi fenomena tersebut dinamai sebagai demand pull inflation yakni fenomena ekonomi yang terjadi karena adanya permintaan terhadap barang dan jasa secara berlebihan. Berlebihnya permintaan mengakibatkan perubahan pada tingkat harga hingga kelipatan tertentu tergantung kondisi dan lingkungan yang menyertainya, bisa jadi parah sekali. Saya nggak tau nama yang mengiringi fenomena itu munculnya kapan yang pasti sudah lama sekali. Tapi untuk kasus sekarang, fenomena ini tidak unpredictable karena peristiwanya rutin, kejadian berlangsung tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita resmi BPS tentang inflasi bulan ini barusan saya cek di webnya BPS belum keluar jadi saya tidak tau pasti berapa tepatnya tingkat inflasi yang terjadi,lebih tinggi dari tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya ataukah sama, temen-temen kalo ada bocoran please feel free nambahin. Sekedar untuk persandingan, jika pemerintah menggunakan asumsi tingkat inflasi yang sama dengan tahun lalu pada bulan yang sama (bulan puasa-lebaran) dan tingkat perubahan harga yang terjadi tidak terlalu jauh maka idealnya pasokan barang yang konon katanya cukup di pasaran nggak bikin masyarakat semenderita ini. Gimana nggak, untuk pegawai dan buruh yang pendapatannya cenderung tetap sudah pasti sangat dirugikan dan paling terdampak oleh inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen moneter dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar dan menaikkan suku bunga nggak mungkin dilakukan karena sudah terlanjur dikapling untuk mendongkrak sektor riil dalam rangka mengantisipasi kriris global yang nyata-nyata masih terus merongrong. Satu-satunya harapan melalui operasi pasar yang dijanjikan akan mampu menurunkan harga-harga. Janji-janji pemadam kebakaran. Masyarakat boleh berharap moga cukup dan sesuai dengan skala kebakaran yang mau dipadamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tradisi puasa dan jelang lebaran yang menuntut masyarakat terus berbelanja musti dilanjutkan, menunggu pasar murah kelamaan, pilihannya apalagi kalo tidak berhutang atau antri di pegadaian. Masyarakat kota memaknainya dengan menggesekkan kartu kreditnya seoptimal mungkin, adapun masyarakat desa dengan menggadaikan barang apapun yang bisa digadaikan, termasuk panci sekalipun. Kredit yang konsumtif apakah pilihan yang bijak? Pemerintah sih tidak mau ambil pusing, mereka hanya mengacu pada indikator makro, sejauh konsumsi masyarakat naik maka sharenya terhadap pertumbuhan ekonomi akan semakin besar. Oya konsumsi masyarakat yang naik juga dimaknai sebagai membaiknya ekonomi masyarakat. Jrengjreng, naiklah pamor pemerintah dengan klaim pencapaian-pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu tetap semangat ya, maksudnya semangat ngatur pengeluaran dan bukannya semangat berbelanja, hehe..            &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8851610146079386657?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8851610146079386657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8851610146079386657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-6156661058368323173</id><published>2009-08-09T04:32:00.007+07:00</published><updated>2009-08-10T12:06:11.607+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;APBN-Holic : Untuk Para Pecinta Anggaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, praktis sebulan menghilang dari peredaran parlementaria. Hiruk pikuk pembahasan APBN yang kini tengah berlangsung yang dulu seringkali memaksa saya untuk begadang sekedar untuk diskusi, berburu dan mengolah data, membaca literatur, menulis paper, laporan, atau naskah press release, praktis juga hilang dari ritual harian saya. Jujur saya akui seperti ada yang hilang, dinamika dan perdebatan yang kadang nggak penting dan nggak substantif somehow menjadi hal yang menarik dan ngangenin yang sayang untuk dilewatkan. Sesekali luapan ketidakpuasan yang saya terima karena pandangan dan aspirasinya nggak terakomodasi namun tak sebanding dengan apresiasi yang datang dan ekspektasi yang berlebih terhadap keterlibatan saya selama dalam proses praktis membuat hidup saya tanpa jeda, dua tahun lebih laksana sekejapan mata saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telat makan berturut-turut adalah makanan sehari-hari, rumah sakit menjadi jadwal rutin tahunan. Ironisnya saya tetap cinta dengan semua aktivitas saya, bahkan cinta mati (bingung juga definisi cinta mati apa ya?) emosi juga terlibat. Layaknya seorang chef yang emosinya terlibat dalam pekerjaannya maka akan nampak dalam citarasa masakan yang diciptakan, begitupun saya. Ketika menulis kalimat ini dalam imajinasi saya seketika muncul..tamtam..chef yang ganteng (pasangan main catherine di film no reservation? Lupa, hehe mulai ngelantur, abaikan yang ini) dengan celemek dan topi tinggi putihnya sedang meliuk-liukkan adonan tepung di kedua tangannya dalam adegan lambat dan smokeysmokey, wihiiii...luv it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terlibat dalam proses-pun, jujur substansi anggaran masih memiliki peringkat paling tinggi di hati saya (huuuhuu) meski perlahan tapi pasti mulai terdegradasi seiring dengan sekolah saya yang telah selesai dan pergeseran konsentrasi aktivitas saya lainnya yang tidak berhubungan dengan anggaran. Terdegradasi karena tidak ada alasan khusus yang mendorong saya untuk terlibat lebih dalam. Membaca atau menulis serius saya lakukan jika terkait dengan pekerjaan atau aktivitas yang saat itu tengah saya lakukan. Jika tidak maka saya lebih memilih untuk mengistirahatkan mata dan otak saya yang kecapean dan mulai menua (hehe), baca komik dan menulis yang lucu-lucu seperti sekarang adalah kesukaan saya..ya sebagai media pembanding, hehe alasan untuk tidak menyebut males.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, meski masih reses, tapi proses pembahasan anggaran dimulai agak awal. Praktis hanya satu-dua artikel saja yang saya baca selama proses pembahasan RAPBN 2010 sekarang berlangsung disamping update SMS dari temen tentang perubahan angka selama proses pembahasan asumsi. Entah momentumnya yang gagal menciptakan stimulus bagi pemerintah transisi dan anggota panggar yang banyak nggak kepilih lagi dan tidak bersemangat untuk menuntut lebih ekspansif ataukah karena secara politis rezim yang memimpin sudah merasa aman dibanding sesumbar dan takut dinilai gagal jika tidak tercapai menjadikan pembahasan kali ini tidak se-seksi periode sebelumnya, ini sekedar duga-duga awal saya saja. Sampai akhir minggu lalu belum ada alasan khusus untuk menggali lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Males ah, asumsinya nggak bakalan mampu mengenerate apapun, bahkan nggak ada pemerintahpun mungkin bisa jalan segitu, hehe”. Hmm..komentar yang sombong dan apatis. Sebenernya aliran saya konservatif, seneng banget kalo pemerintah bisa efisien dan menekan belanja yang sifatnya hura-hura, nggak penting, nggak mendesak, dan bikin huru-hara, sampai-sampai syukuran kalo angka defisit bisa ditekan sampai angka yang saya hitung maksimal meski mimpinya nggak ada utang. Dulu suka rajin bikin simulasi lalu bikin matrik untuk dipersandingkan, komentar, dan putuskan which one is the best. Ah bikin simulasi capek juga, sekarang saya malah pengennya bikin novel yang lucu kaya Hilman dengan series Lupus-nya. Wahwah jadi inget sama Boim le bon, play boy keriting cap duren tiga, hihi. Psssst..dulu kalo gak salah saya curi-curi bacanya pas SD atau SMP karena Lupus termasuk daftar bacaan yang dilarang sama orang tua ^_^V. Atau bikin novel kaya mbak kirana cuman kalo mbak kirana backgroundnya konsesi pertambangan dan perjuangan masyarakat kawasan timur indonesia, kalo saya mungkin intrik proses pembahasan anggaran tapi dibikin komedi, seru kali yaa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kok jadi ngelantur ke mana-mana, (maaf baru bangun jadi nyawanya masih belum penuh)..sampai lupa, saya mau nulis apa ya? Oya, jumat kemaren ketemu temen Panggar yang ngajak untuk rame-rame bikin komunitas pecinta anggaran termasuk jadi salah satu kontributor, weleh-weleh..saya dikira pecinta anggaran, sounds pathetic, hiks. Tapi saya senang karena aktivitas ini akan menyatukan saya dengan ‘hobi’ saya utak-atik anggaran. Jadi akhir kata-akhir cerita, cita-cita bikin novel lucunya musti ditunda dulu, maaf ya belum ada klimaks, konflik, dan dramanya tau-tau dah ending. Ending yang tak seru :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya buat temen-temen yang APBN-holic, boleh lho kalo mau gabung jadi tim inti, tapi biar jiwanya nyambung syarat mutlak S1/S2nya musti ekonomi dan kecintaannya terhadap APBN bisa dibuktikan, hehe. Mengenai alat pembuktian kedalaman kecintaan nanti akan di define sama temen2. Untuk kontributor edu background gak penting, yang penting punya concern yang tinggi terhadap anggaran &amp;amp; tentunya bisa menulis. Ok, tunggu update berikutnya. Happy weekend!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-6156661058368323173?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6156661058368323173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/6156661058368323173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/08/jeda-dari-hobi-yang-berat-tanpa-terasa.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8504571722826696026</id><published>2009-07-21T19:54:00.002+07:00</published><updated>2009-07-21T19:58:37.839+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Back to back episodes : Jilid I&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Belakangan saya rajin nonton serial komedi situasi Friends dan The Nanny yang diputar ulang di TV. Tontonan yang ringan dan menghibur dengan cara yang cerdas dan kreatif, saya pribadi seringkali berpikir bagaimana penulis cerita bisa menemukan lelucon-lelucon segar di tiap episode-nya, saya juga penasaran di mana kira-kira tempat yang ideal bagi penulis untuk berdiam diri mencari inspirasi, menggali dan mendapatkan ide-ide lucu dan meraciknya menjadi sebuah cerita yang luar biasa kocak dan menarik. Begitu menariknya hingga semua jaringan televisi harus membayar mahal untuk memutar ulang seluruh episode. Menjadi acara yang pantang dan haram untuk dilewatkan bagi type penonton seperti saya yang nggak begitu suka nonton TV berubah menjadi dengan sukarela mengingat jadwal pemutarannya dan duduk manis menontonnya tengah malam adalah satu prestasi yang patut untuk saya apresiasi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Sedikit berbeda dengan apa yang saya ceritakan di atas, beberapa kejadian belakangan mulai dari hajatan pilpres yang konon katanya milik rakyat dan ledakan bom kuningan mengingatkan saya pada peristiwa lima tahun yang lalu. Peristiwa tersebut membuat saya iseng-iseng membuka kembali lembar coretan-coretan iseng saya lima tahun yang lalu di blog. Dan bukan sulap bukan sihir ceritanya kurang lebih sama. Saya kutip secara utuh tulisan dimaksud yang saya posting tepatnya pada tanggal 28 September 2004, sesaat setelah pilpres putaran dua berlangsung. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;“ halo kawan, apa kabar ? bicara seputar pilpres nih..ehm..meski putaran kedua kemaren saya putuskan untuk golput, tapi hasil perolehan suara yang sudah hampir final setidaknya ada sedikit dari ego saya yang turut menaruh harapan pada kandidat terpilih yang kata iklannya ganteng ini, hehe..Cerita lain, adalah mantan dosen saya yang menjadi ketua tim kemenangan lawan kandidat terpilih di daerah, antara lain yang sangat menarik untuk dikutip adalah "...yah meski capresnya nggak sukses yang penting tim suksesnya kan dah sukses.." hehe, bener juga ya..tim suksesnya telah dengan sukses 'ngakalin' capresnya..berapa duit tuh ? sayang saya nggak kecipratan..hehe. Ehm..satu lagi cerita yang ada hubungannya sama bom kuningan, pokonya saya sebel banget sama tuh teroris, gara-gara dia saya musti ngojek dari kantor buat ngejar jadwal pesawat untuk pulang kampung, yaa..kantor memang deket lokasi bom sih..karena sudah cukup banyak yang ngeluarin kutukan buat tuh teroris, &amp;amp; apa yang saya rasakan juga sudah cukup terwakili.. jadi kayanya itu aja dulu ya..GTG BACK TO WORK NOW”. Kalo masih belum percaya boleh klik link berikut http://umihanik.blogspot.com/2004_09_01_archive.html &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Seluruh stasiun televisi lokal yang ada berikut komentator-komentator andalannya mengeluarkan seluruh jurus yang ada untuk menganalisa, membedah kira-kira motif apa yang melatarbelakangi peristiwa pengeboman tersebut. Koran, radio, dan obrolan warung kopi praktis topik yang dibicarakan sama. Di kancah internasional, Indonesia kembali menjadi headline untuk CNN dan BBC. Sidney Jones, Ustad Abu Bakar Baasyir, Pesantren Al Ngruki di Solo, dan Jamaah Islamiyah setelah lima tahun menghilang bak ditelan bumi tiba-tiba menjadi kondang kembali. Ya, seperti de javu peristiwa lima tahun lalu tiba-tiba muncul kembali dalam visualisasi saya dengan gerakan lambat. Nggak menarik, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membosankan, cerita dan alurnya mudah ditebak, dan nggak mampu memancing emosi penonton, utamanya saya. Jujur ketika jumat pagi itu bom meledak komentar saya pendek “Sudah bisa diduga”. Apalagi disusul dengan pidato yang bernada curhat oleh capres yang direncanakan akan menang dan kebetulan masih menjabat sebagai RI-1. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Mendengarkan pidato RI-1 nyaris saya terpancing ikut marah, sebenarnya yang bikin saya marah bukan pidatonya tapi karena Islam kembali menjadi bulan-bulanan. Tapi tiba-tiba suara bang Ahmad Albar sontak mengingatkan saya untuk tetap tenang “...Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan. Ada peran wajar, ada peran berpura-pura. Dunia ini hanya panggung sandiwara...”. Jadi kesimpulannya rekans, jangan terpancing. Ini hanyalah satu episode yang sudah diskenariokan untuk melupakan masalah yang muncul sebelumnya dan ditujukan dengan gamblang untuk membuat kita lupa. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8504571722826696026?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8504571722826696026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8504571722826696026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/07/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-9205713633855141902</id><published>2009-07-09T11:00:00.005+07:00</published><updated>2009-07-09T12:17:28.149+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Sulitnya Menjadi Kakak Yang Baik&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Menjadi kakak yang baik untuk adik seusia anak baru gede (ABG) bukanlah hal yang mudah, apalagi setelah sekian tahun tidak berinteraksi secara dekat. Sejak di bangku kuliah hingga kemudian lulus dan bekerja, saya tidak tinggal sekota dengan orang tua, begitu juga dengan kakak-kakak saya. Kalaupun pulang kampung, itu hanya saya lakukan setahun sekali yakni pas lebaran layaknya ritual mudik yang dilakukan oleh para urban lainnya. Selain karena kesibukan, orang tua juga sering berkunjung, jadi saya berpikir pulang kampung sering-sering menjadi tidak relevan lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya interaksi dengan adik-adik di kampung halaman praktis minim, meski komunikasi terus terbangun lewat telpon yang cukup intensif. Melalui telpon, saya mendapatkan update tentang berbagai info dikampung termasuk ‘pangling’ ketika mendapatkan fakta bahwa dua adik kecil saya telah beranjak menjadi remaja, fakta tersebut saya kenali dari perubahan suara adik-adik yang sebelumnya khas suara riang anak-anak beralih menjadi suara berat lelaki remaja, meski tak seberat suara saya sendiri terutama kalo pas lagi batuk, hehe. Oya, saya punya dua orang adik berusia ABG, Fathoni 18 tahun barusan lulus SMA dan Fathir 16 tahun naik kelas 3 SMA. Meski mereka pernah jauh dari orang tua karena masuk pesantren, namun umumnya dari segi kemandirian dan tanggungjawab nilainya ‘NOL BESAR’.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Fathoni seingat saya dulu ketika masih kecil sampai usia SMP pemberani dan sangat periang, dimana ada Fathoni suasana pasti menjadi rame, beda dengan Fathir yang biasanya pendiam dan berusaha menjadi periang dan lebih heboh kalo ada Fathoni. Fathoni tidak suka baca termasuk baca koran, dia tidak peduli dengan masalah politik, isue internasional, dll. Tapi dia suka sekali baca komik ‘Slam Dunk’, nonton film kartun terutama ‘Tom and Jerry’, dan gemar berolahraga, dulu waktu masih balita saja sudah jago push-up dan berenang. Setelah masuk sekolah, olahraga yang secara rutin dia ikuti sepak bola, berenang, dan basket, dia juga masuk klub profesional. Ketiga-tiganya dia unggul dan menonjol. Kalo untuk bidang akademik nilai dia standar, tidak ada yang menonjol. Yang menarik - selain perubahan suara - fathoni juga mengalami perubahan banyak terutama perubahan karakter.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dari diri Fathoni saya dapati ketika masuk kelas 2 SMA, dia sudah mulai mengenal cinta monyet, dia punya pacar dan berani mengundang main kerumah, orang serumah sempat kaget dan pusing, duh. Sejak itu penampilan menjadi penting bagi dia. Dia berusaha keras untuk kurus - secara fisik Fathoni dulu gemuk lucu - dan menaikkan lagi tinggi badannya, selain itu dia cukup concern dengan model celana, saya sering dikritik karena pakai celana model pipa padahal yang sekarang lagi mode celana pinsil, potong rambut juga nggak mau di tukang cukur tapi maunya di salon, katanya kalo di tukang cukur suka malpraktek, haha. Yang nggak menyenangkan dari perubahan yang ada, Fathoni menjadi agak tertutup dan main rahasia, tidak seriang sebelumnya, dan agak sensitif. Ah, saya kok jadi merindukan Fathoni yang dulu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathoni saya hilight karena setelah adanya berbagai pertimbangan terutama untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab diputuskan setelah lulus SMA Fathoni kuliah di Jakarta dan dia memilih untuk tinggal bersama saya “mau nemenin Mbak Hanik” katanya. Praktis dua hari setelah kelulusan, Fathoni sudah di Jakarta. Dihari pertama dia di Jakarta saya minta tolong tetangga untuk mengantarkan Fathoni ke UIN dan UI untuk melihat-lihat situasi dan mencari informasi, meskipun saya sudah mendapatkan info lengkap dari website. Sorenya saya berusaha pulang cepat dan mengomunikasikan tentang rencana masa depan dia.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya sebut di atas tentang tanggung jawab yang ‘NOL BESAR’ jawaban dia singkat “terserah sampean mbak, tapi aku sih pengennya tehnik informatika” dia melanjutkan “oya mbak aku mau potong rambut” kata dia sambil sibuk dengan hpnya, rupanya dia sedang ditunggu temannya. Saya pura-pura nggak mendengar jawaban dia, saya melanjutkan ceramah saya tentang pilihan bidang studinya dan mencoba mengarahkan dengan bidang-bidang alternatif lainnya. Wah rupanya saya ngomong sama tembok, karena lawan bicara saya sedang konsentrasi penuh dengan SMSnya. Saya sengaja mengulur waktu, dan benar teman yang menunggu dia akhirnya telpon. Akhirnya saya bilang “Toni, disini mbak hanik jadi pengganti abah dan ibu, mbak hanik yang bertanggung jawab penuh kalo ada apa-apa sama Toni, ini Jakarta beda sama Batu atau Malang, jadi mulai sekarang harus jujur, bener mau potong rambut?”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia ngaku kalo temennya nunggu di Pejaten Village, dia minta ijin “cuman mau makan kok mbak” saya berusaha kooperatif “lho, memangnya Toni sudah tau jalannya? Ya udah mbak hanik dan mbak nuning ikut, ntar toni makan, mbak hanik ke tempat lain” jawab saya, kebetulan waktu itu lagi ada kakak ipar dari Semarang yang datang karena ada acara kantor di Jakarta. Fathoni menolak dengan berbagai alasan “Aku naik motor aja mbak, jam 9 dah sampai rumah” akhirnya saya mengiyakan dan dia berangkat. Sesaat setelah itu saya menerima telpon penting dari temen panggar DPR sampai tidak sadar kalo Fathoni kembali lagi karena motornya nggak mau nyala (setelah ditabrak, praktis motor nggak pernah dipake dan dipanasin). Dia minta kunci mobil punya kakak dan saya serahkan begitu saja. Oya di Jakarta meski saya tinggal satu komplek dengan kakak tapi kita beda rumah, pada waktu itu mereka sedang merayakan akikah untuk anak keduanya di rumah mertuanya di Palembang sekalian cuti liburan selama 10 hari.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita saya baru sadar ketika mendekati jam 9 Fathoni telpon minta ijin nganterin temennya pulang ke Ragunan, saya jawab dengan agak keras “Memangnya kamu tau Ragunan itu dimana? Temenmu tadi bisa berangkat sendiri mestinya pulang juga bisa sendiri. Kalo dah janji jam 9 pulang harus ditepati, kalo nggak selamanya mbak hanik nggak akan percaya sama kamu”. Jam 9.10 saya telpon dia, kawatir kalo dia nekat nganterin temennya. Dalam telpon jujur saya juga mengintimidasi dia untuk pulang tepat waktu dan tidak membuat insiden di hari pertama dia di Jakarta. Betul saja, feeling saya kejadian, Fathoni sampai rumah jam 9.30 dengan muka bete dia langsung ngomong “Mbak gara-gara telpon sampean aku jadi panik trus disenggol sama mobil pick-up, tapi penyoknya dikit kok, jadi sampean yang harus tanggung jawab”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha, kok malah saya yang diminta tanggungjawab? Lebih mengejutkan lagi ketika besoknya saya cek penyoknya lumayan gedhe. Kejutan lainnya ketika saya dapati fakta dari tetangga yang nganterin ke UI dan UIN sebelumnya kalo temen yang dia temui malam itu adalah SPG yang usianya jauh lebih tua dari dia yang dia kenal waktu di Malang, ketika dikonfrontir dia bilang temennya cowok namanya Edo anak Pak RT yang lagi liburan di Jakarta, alamak kebohongan apalagi ini. Saya sebenernya nggak mempermasalahkan dia mau berteman dengan siapa, cuman kalo dia bohong artinya ada sesuatu yang tak patut yang dia mau sembunyikan. Ah, rupanya PR saya cukup berat ^_^. Setelah insiden itu saya coba terus berkomunikasi dengan Fathoni, termasuk mencoba mencari cara untuk melatih kemandirian dan tanggungjawab dia. Treatment pertama lumayan hasilnya, Fathoni mau bertanggungjawab masukin mobil ke bengkel dan bayar sendiri sampai uang pesangon dia dari kampung habis.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, karena minat baca yang tidak ada dan tanggung jawab yang masih dalam tahap pembelajaran, maka untuk tahap awal kemarin saya berpikir kalo Fathoni ini masih harus disuapin. Dapat dibayangkan bagaimana info penerimaan mahasiswa baru yang sudah saya download dan simpankan untuk dia masih pula harus saya temenin bacanya, saya juga yang tanya kesana kemari, nganterin dia beli, ngantri panjang nukerin formulir, baca, isi, dan ngembaliin formulir SNMPTN, nyuruh belajar, nyiapin alat tulis, dll, bangunin dia yang kesiangan waktu test hari pertama soalnya saya juga kesiangan karena malemnya habis begadang ngerjain laporan, xixi..Praktis minggu-minggu kemarin jadi hari yang berat, termasuk buat dia juga. Saya yang terbiasa dengan ritme kerja yang cepat, somehow bikin dia agak tertekan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang komunikasi menjadi pintu utama untuk saya bisa masuk. Biasanya kalo saya mau memulai komunikasi dengan dia, fathoni selalu menyela “cicitcuit” yang artinya kurang lebih ‘cerewet’ itu berlangsung hingga sekarang. Pernah satu saat saya bilang ke dia “Ton, mbak hanik nyerah dah nggak sanggup lagi ngadepin Toni, diajak komunikasi aja susah, kalo nggak setuju bilang apa argumentasinya, kalo memang rasional mbak hanik pasti mau nerima. Baiknya Toni tinggal sama mas udin aja” haha, takut dia. Nah setelah itu perlahan tapi pasti dia mulai bisa berkomunikasi dengan baik. Setelah hampir satu bulan banyak progress yang dia buat, overall saya juga bersyukur karena anak ini dasarnya baik dan mau berubah, meski saya tau agak berat buat dia tapi dia nggak pernah mengeluh dan nggak pernah merengek atau telpon orang tua. Fathoni semangat!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-9205713633855141902?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/9205713633855141902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/9205713633855141902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/07/sulitnya-menjadi-kakak-yang-baik.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-8583842412297989168</id><published>2009-05-25T19:25:00.002+07:00</published><updated>2009-05-25T20:03:17.473+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ilusi Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak berakhirnya perang dunia kedua wacana dan berbagai literatur tentang perencanaan pembangunan cukup ramai diperbincangkan dan menjadi bahan yang tak kering untuk dikupas. Umumnya perbincangan berkutat seputar bagaimana perencanaan dapat diimplementasikan. Atau secara eksplisit bagaimana perencanaan dapat dilaksanakan sesuai dengan yang ditulis dan direncanakan oleh para perencana yang sudah capek-capek sampai rambut rontok demi menyusun dokumen perencanaan yang terbaik bagi negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Telah menjadi isue lama juga, dan hal ini juga sudah dicoba dicarikan solusinya dalam berbagai diskursus mulai dari sambil minum es kelapa muda di pelataran masjid sunda kelapa, di kantin PJP Bappenas, Pujasera DPR, di lantai 13 BEJ, talang betutu, bahkan sampai seminar dan simposium di berbagai hotel berbintang, termasuk di berbagai daerah. Ini-pun baru tahap yang saya pernah ikut terlibat langsung, belum lagi yang dilakukan para senior planner dan para petinggi lainnya. Berbagai advisory dan tool yang paling sakti dan ampuh-pun telah dicoba, ya akhirnya kita hanya bisa pasrah dan menemukan satu kesepakatan dan kesimpulan menarik bahwa ‘konsistensi antara perencanaan dan realisasi pembangunan’ adalah memang bukan budaya asli kita. Kita butuh waktu agak panjang untuk dapat mengadopsi budaya asing ‘konsisten’ tersebut. Hehe, kurang lebih seperti itu kelakar untuk menggambarkan betapa susahnya untuk konsisten pada rencana dan realisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Boleh sedikit berbesar hati karena ternyata Indonesia tidak sendirian, menurut referensi yang ada umumnya seluruh negara yang ada di dunia mengalami kendala yang sama utamanya negara-negara berkembang. Jangankan untuk lingkup negara yang cukup besar, untuk lingkup individu saja jika kita mau jujur seringkali kita tidak bisa konsisten dengan rencana-rencana yang sudah kita tetapkan, bahkan seringkali dan banyak yang hidup tanpa rencana yang jelas. &lt;i style=""&gt;Follow with the flow&lt;/i&gt; aja, mengalir seperti air, dan ikut kemana arah angin berhembus saja, toh takkan lari gunung dikejar, garam di laut asam di gunung ketemu juga di cobekan, apalagi jika kita hidup ditengah filosofi jawa yang sangat kental yang serba ‘nerimo ing pandum’, dan falsafah hidup lainnya dimana kita tidak banyak dituntut untuk berencana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Arthur Lewis dan Albert Waterson setidaknya mengidentifikasi masalah ketidakkonsistenan dalam rencana dan realisasi ini disebabkan oleh enam hal utama yakni : 1) Seringkali dokumen rencana yang ada hanya menjadi komoditas politik yang utopis; 2) Tidak mendapatkan dukungan politik dan kurangnya kestabilan politik; 3) Minimnya koordinasi antar stakeholder pembangunan; 4) Kurang dukungan data statistik dan informasi yang komprehensif untuk mendukung perencanan yang ideal tapi realistis; 5) Lemahnya kapasitas SDM yang ada; dan 6) Administrasi pemerintahan yang belum tertata dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Para ahli-pun yang telah mempelajari berbagai contoh dan &lt;i style=""&gt;best practise&lt;/i&gt; yang ada, agak sulit untuk dapat merumuskan formula yang mujarab untuk mengatasi persoalan di atas. Akhirnya para ahli hanya banyak berfokus pada teori-teori dan prinsip perencanaan dibanding pada aspek praktiknya. Ya wajar juga, para ahli toh juga manusia yang punya keterbatasan. Tapi paling tidak definisi perencanaan yang dirumuskan oleh Albert Waterston dapat saya jadikan pegangan. Dia menyebutkan bahwa perencanaan pembangunan adalah melihat ke depan mengambil pilihan berbagai alternatif dari kegiatan untuk mencapai tujuan masa depan tersebut dengan terus mengikuti agar supaya pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Keyword-nya adalah “terus mengikuti supaya pelaksanaannya tidak menyimpang”, dalam bayangan saya ini sudah masuk kepada wilayah monitoring dan evaluasi perencanaan pembangunan untuk selanjutnya saya sebut monev. Jadi solusi konsistensi ini terletak pada optimalnya peran monev. Namun demikian sebelum kita bicara lebih jauh tentang monev, sebagai informasi saja desain monev yang ada saat ini dengan berbagai regulasinya harus kita akui tak kalah ruwetnya dengan benang kusut, butuh waktu dan tenaga ekstra tersendiri untuk mengurainya. Namun dalam mimpi atau ilusi saya siang tadi, tampaknya dua masalah tersebut dapat begitu mudahnya diselesaikan. Bagaimana caranya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dulu pada saat pemerintahan Gus Dur beredar rumor akan dibentuk dewan perencanaan nasional untuk menggantikan Bappenas. Kecanggihan intelektual Gus Dur yang pada saat itu belum bisa ditangkap secara harafiah, dianggap sebagai keputusan yang absurd dan ngawur karena hanya mengandalkan bisikan-bisikan murahan. Peran Bappenas yang banyak dipertanyakan, tidak dianggap sebagai signal. Berlanjut hingga berlangsungnya reformasi anggaran (UU 17/2003). Bappenas limbung dan kebingungan. Daerah tambah bingung lagi. Akhirnya Bappenas diselamatkan oleh UU 25/2004. Inipun belum selesai karena pengaturan atau kesepahaman tentang pembagian peranan atau koordinasi perencanaan daerah dengan pusat juga masih belum tuntas. Belum lagi perdebatan dan pertentangan tentang peranan Bappenas paska era desentralisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, dalam mimpi saya siang tadi mengisyaratkan Bappenas dengan gagah beraninya mereformasi struktur dan organisasinya secara total dengan pendekatan ke-desentralisasi-an atau tepatnya perencanaan berbasis kewilayahan. Maksudnya begini, struktur organisasi didesain terinci berdasarkan kewilayahan. Misalkan untuk Unit Kerja Eselon (UKE) I akan ada tiga yakni mencakup : 1) Kedeputian Bidang Perencanaan Pembangunan Wilayah Indonesia Timur; 2) Wilayah Indonesia Tengah; dan 3) Wilayah Indonesia Barat. Adapun UKE II-nya akan fokus pada propinsi di wilayah tersebut, demikian seterusnya diikuti oleh Kasubdit yang akan mengkoordinasi beberapa kabupaten, sedangkan staf akan fokus pada penanganan satu kabupaten. Tupoksi yang melekat di tiap2 UKE adalah mulai dari aspek perencanaan, penganggaran, strategi pembiayaan, administrasi pembangunan, pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, pertahanan keamanan, agama dan kebudayaan, dll sampai dengan monevnya. Nah monev disini difungsikan juga sebagai instrumen untuk mengawal konsistensi antara rencana kegiatan, rencana anggaran, dan realisasi kegiatan, serta realisasi anggaran baik secara vertikal yakni &lt;i style=""&gt;inline&lt;/i&gt; dengan dokumen rencana di atasnya maupun secara horizontal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Staf perencana hanya akan fokus untuk menangani satu kabupaten saja. Dalam menjalankan pekerjaannya atau tupoksinya kitab wajib pegangan dia adalah RPJMN, RKP, RPJMD, RKPD, RTRWN, RTRWD, RKAPD, Renja K/L, RKAK/L, dll pokoknya seluruh dokumen rencana dan anggaran pembangunan yang ada di pusat, kementerian/lembaga, dan daerah. Staf harus menguasai betul karakter wilayah kabupaten yang menjadi tanggungjawab dia. Untuk menjaga konsistensi rencana dan realisasi anggaran serta menjamin tercapainya target pembangunan pusat dan daerah, secara berkala Bappenas mengadakan &lt;i style=""&gt;trilateral meeting&lt;/i&gt; dengan melibatkan daerah/kabupaten (yang menjadi tanggungjawabnya) dan sektor atau K/L terkait. Staf tersebut juga akan menjadi penghubung antara kabupaten dengan stakeholder pembangunan di pusat, selain itu staf juga bertanggungjawab untuk memberikan bimbingan teknis dan capacity building terhadap sumberdaya di daerah secara kontinyu. Jadi di Bappenas nanti akan ada desk-desk khusus wilayah, propinsi, dan kabupaten dengan isue lintas sektor. Hal ini juga berlaku sama ketika dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hajat besar tahunan Bappenas - Musrenbangnas - baru saja berlalu, outputnya jelas RKP atau Rencana Kerja Pembangunan pemerintah untuk tahun 2010. Demikian juga dengan Nota Keuangan RAPBN 2010 juga tengah digodog. Apa isinya? Mungkin saja tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi pertanyaan yang utama adalah apakah semua rencana yang ada akan terealisasi? Apakah rencana-rencana tersebut akan dapat dilaksanakan secara optimal? Ataukah rencana-rencana yang disusun oleh &lt;i style=""&gt;resource&lt;/i&gt;s yang cukup dengan &lt;i style=""&gt;effort&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;Please feel free&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; yang besar tersebut akan berhenti pada tataran ilusi? Jujur saya tidak tahu, mungkin mimpi saya adalah petunjuk. Memang saya belum sempat mencari referensi dan teori yang memadai untuk mendukung ‘kebenaran’ mimpi saya tersebut. Jika ada yang punya barangkali berkenan untuk berbagi? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya, semoga saja pemikiran yang muncul dari mimpi ini tidak sekedar menjadi ilusi. Desain yang lebih detail saya masih belum sempat pikirkan, tapi paling tidak ini telah menginspirasi saya untuk studi pendalaman di program doktoral nanti, tadinya sih saya pengennya cuman fokus di &lt;i style=""&gt;public budgeting&lt;/i&gt; tapi kayanya mimpi saya lebih menarik. Hehe, boleh kan bercita-cita? Setidaknya sumbangsih pemikiran saya buat optimalnya pembangunan bangsa ini tidak berhenti hanya di tataran ilusi. Semoga berkenan dan terima kasih telah bersedia meluangkan waktu untuk membaca mimpi-mimpi dan ilusi saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-8583842412297989168?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8583842412297989168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/8583842412297989168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_25.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-4835541399114782611</id><published>2009-05-23T22:09:00.001+07:00</published><updated>2009-05-23T22:20:36.923+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Derajat Keislaman dan Keimanan : Gimana Ngukurnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya kebetulan sedang di Jakarta, beliau lumayan sering nengokin saya meski cuman 2-3 hari tapi frekwensi cukup sering sampai dua minggu sekali ke Jakarta, saya sih seneng-seneng aja bisa makan rawon dan pecel kesukaan saya. Kalau jauh-jauhan suka kangen, tapi kalau sudah dekat suka berdebat tak karuan dan tak pernah ketemu karena sama-sama keras prinsip atau keras kepala kali ya? Seperti pagi ini, perdebatan bermula dari konsep tentang persaudaraan dan pertemanan akhirnya melebar ke masalah tentang derajat keislaman dan keimanan. Satu hal yang menurut saya cukup menarik untuk ditulis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya lahir di Bangkalan Madura, orangtuanya adalah tentara veteran yang sangat keras dan disiplin dalam mendidik anak-anaknya. Sejak lulus SD beliau memasukkan ibu saya ke Pondok Pesantren Wali Songo di Cukir Jombang yang diasuh oleh Kyai besar yakni KH Adlan Ali untuk menempuh pendidikan salafiyah, Pesantren tersebut terkenal dengan sebutan Pondok Cukir. Di pondok tersebut beliau memperdalam Islam sampai tamat Mualimat (setara dengan SMA). Selama masa itu pelajaran reguler yang harus beliau terima dan pelajari adalah baca-tulis Al Qur’an, ilmu tasawwuf yakni ilmu yang mempelajari tentang kedalaman keimanan, ibadah wajib, ibadah sunnah, puasa wajib dan sunnah, selain itu beliau juga mempelajari ilmu alat yakni nahwu dan shorof yang merupakan ilmu tentang tata cara untuk membaca dan menulis kitab kuning serta I’rob dan I’lal sebagai ilmu pelengkap untuk mempelajari nahwu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu beliau juga belajar tentang fiqih yang merupakan ilmu yang mempelajari tentang tatacara dan adab beribadah, Ilmu Falaq, dan yang terakhir adalah ilmu faroidl yang berkutat tentang ilmu waris. Menurut cerita beliau, pada waktu itu ibu saya merupakan santri yang cukup menonjol baik secara akademik maupun karena keaktifannya di berbagai organisasi. Setelah lulus mualimat, ibu menikah dengan abah saya yang berbeda usia sekitar sebelas tahun. Abah adalah lulusan terbaik dari Pondok Tebuireng , Tambak Beras, dan Lasem. Ketiga pondok tersebut sangat terkenal apalagi waktu itu abah belajar langsung dengan Kyai-kyai besar antara lain KH Wahid Hasyim, KH Wahab Hisbullah, KH Yusuf Hasyim, KH Kholik, KH Masduqi, KH Maksum. Ketika masih menjadi santri dan mengajar juniornya (termasuk diantaranya Gus Dur) di Tambak Beras, abah mendapatkan julukan sebagai ‘imam syibaweh’ karena kepiawaiannya dalam ilmu nahwu. Latar belakang cerita tersebut akan menjadi backbone dari apa yang akan coba utarakan melalui tulisan di bawah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti layaknya dulu waktu masih kecil, sampai sekarang-pun ketika ketemu yang ditanyakan selalu sama “Gimana sholatnya?” “Ngaji Quar’an-nya masih sempat tiap hari kan? Kalo nggak sempat, baca majemuk aja” kalau abah lebih berat lagi “Gimana sholat malam &amp;amp; sholat sunnah lainnya? Puasanya? Amalan wiridnya masih suka dibaca kan?” Beda dengan orang tua lainnya yang umumnya yang dianyakan “Pangkatmu dah apa nduk? Gajimu dah berapa? blablabla...”. Ya, saya lebih bersyukur orang tua saya tidak banyak menuntut, beliau hanya ingin diyakinkan bahwa anak yang mereka besarkan kelak akan selamat dari api neraka, jika api neraka bisa dijauhi Insya Allah hidup di dunianya juga akan barokah. Demikian kurang lebih saya memaknai maksud orang tua saya atas pertanyaan-pertanyaannya sederhananya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang membuka percakapan saya dengan ibu tadi pagi, akhirnya meluas ke obrolan tentang judul tulisan ini yakni tentang derajat keislaman dan keimanan. Lantas tiba-tiba muncul pertanyaan saya, iseng “Kira-kira gimana ngukur derajat keislaman dan keimanan seseorang ya?”. Bagi ibu saya, derajat keislaman dan keimanan adalah tingkatan pemahaman dan penguasaan orang perorang terhadap Islam dan iman sekaligus bagaimana dia menjalankannya dalam hidup. Beliau mengilustrasikan, “Kalo bicara tentang ketekunan dalam beribadah dan kedalaman ilmu tentang Islam termasuk tentang keimanannya, dulu ibu tuh selalu nomor satu, pokoknya yang terbaiklah baik itu diantara teman sealmamater, keluarga, dan lingkungan sekitar”. Beliau melanjutkan ceritanya “Namun begitu bertemu dengan abahmu mendadak ibu kok jadi merasa turun peringkat jadi nomor 20 karena apa yang ibu punyai, yakini, dan percayai tentang itu semua bagaikan terbang ditiup angin karena memang ternyata sangat jauh dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang dipahami dan ketekunan ibadah yang dilakukan oleh abah kalian yang seribu derajat lebih berlipat-lipat dibanding ibu” saya menimpali “Wahwah..bagaimana dengan kita anak-anaknya donk, peringkat 50 kali ya, hehe..” saya ketawa sambil meringis menahan sakit (maklum pas nulis ini lagi di RS). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ibu hanya bisa bersyukur anak-anak ibu tidak ada yang macem-macem, makanya pertanyaan ibu juga gak aneh-aneh cukup yang dasar-dasar aja. Ya, sebagai orang desa memang dulu ibu saya sangat berambisi punya anak hafidz (baca : penghafal Qur’an) baginya punya anak yang hafal Al-Quran adalah satu kebanggan yang tak ternilai. Faktanya, di satu sisi ibu cukup bersyukur di sisi lainnya agak-agak prihatin juga karena meski semua anak-anaknya pernah mengecap pendidikan di pondok pesantren (kecuali saya) tapi yang menguasai Nahwu misalnya hanya adik saya Habib itupun tidak mendalam. Yang lain paling banter hanya bisa baca kitab kuning. Apalagi saya, baca Al-Quran aja masih tidak percaya diri apalagi kalau harus bareng-bareng bersama keluarga..hehe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, akhirnya diskusi tidak bisa dilanjutkan lebih dalam lagi karena banyak tamu dan dokter sama susternya berseliweran. Tapi jujur saya masih penasaran dan belum puas dengan jawaban ilustratif dari ibu saya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-4835541399114782611?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4835541399114782611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/4835541399114782611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/05/derajat-keislaman-dan-keimanan-gimana.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-9183551834339096272</id><published>2009-05-22T08:02:00.003+07:00</published><updated>2009-05-22T08:19:57.765+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perempuan : pengabdian vs aktualisasi; keraguan vs keikhlasan &amp;amp; syukur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lahir sebagai perempuan di desa sangatlah sulit dan kadang menjadi beban tersendiri. Saya adalah salah satu perempuan itu. Saya lahir di lingkungan masyarakat yang tradisional atau ndeso. Dalam melihat peran perempuan dan banyak hal lainnya akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa masyarakat yang ada sangat bias gender dalam mengartikan peran dan fungsi perempuan baik dalam tatanan berkeluarga maupun lingkungan. Fungsi dan peran perempuan dalam perspektif mereka adalah sebatas pada fungsi reproduksi dan fungsi domestik yakni berkutat pada tugas untuk membesarkan anak, mengurus suami, mengatur rumah tangga, memasak, dsb.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan harus mau menerima apa yang sudah dititahkan dan diwariskan oleh keluarga dan leluhur bagi dia. Di pundak para perempuan-perempuan tersebut-lah panji-panji keluarga diamanatkan untuk dijaga kelestariannya. Bukan berarti saya menganggap fungsi reproduksi dan domestik tersebut adalah fungsi dan peran yang tidak mulia, tapi saya melihat terdapat ketidakadilan yang sistemik menimpa perempuan-perempuan di sana karena tidak diberikan banyak pilihan untuk beraktualisasi. Saya juga takjub dengan perempuan-perempuan teman saya dulu di SD, SMP, dan SMU yang dengan sukarela melepaskan masa studinya di tengah jalan untuk menikah di usia sangat belia karena permintaan orang tua, padahal secara akademik kemampuan mereka sangat jauh di atas saya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika-pun akhirnya ada yang memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta misalnya atau ke kota besar lainnya karena faktor ekonomi keluarga dan dalam waktu tidak lama mereka mampu mengirimkan sejumlah materi untuk orang tuanya, bahkan membelikan rumah, atau mobil, maka sindiran dan ucapan-ucapan nyinyir yang bernada negatif sudah bisa dipastikan langsung menyebar ke seluruh penjuru kampung tanpa ada yang tau siapa yang memulai. Informasi yang menyebar-pun tak tanggung-tanggung yang isinya kurang lebih Si Fulan bekerja tidak benar atau tidak halal. Nah, hal-hal seperti inilah yang menjadi beban perempuan di desa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu kondisinya di era sekarang ini mungkin saja telah banyak perubahan yang terjadi. Yang jelas saya menghabiskan masa kecil dan remaja saya di mBatu hingga tahun 1996/1997. Setelah itu praktis pulang kampung hanya setahun sekali. Namun demikian pada masa-masa itu adalah masa penting bagi dimulainya cerita saya dan pergulatan pemikiran saya tentang makna perempuan, pengabdian, aktualisasi, keraguan, dan keikhlasan meskipun tidak saya tulis secara utuh di sini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah sedikit dari perempuan di desa saya yang mencoba menuruti keinginan dan mimpi-mimpi untuk dapat beraktualisasi diri dan mengembangkan pilihan-pilihan atas hidup yang akan saya jalani. Pengambilan keputusan tersebut murni karena kebutuhan untuk aktualisasi diri dan menempa diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat. Tidak ada apapun yang ingin dibuktikan atau disombongkan dari keputusan yang saya ambil tersebut. Saya bersyukur keluarga menjadi pendukung dan motivator yang baik atas rencana saya tersebut meskipun dalam mengiringi perjalanan saya mereka menyisipkan sederet panjang catatan-catatan yang harus saya baca, resapi, dan amalkan. Saya percaya dan saya anggap itu sebagai jimat saya supaya selamat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya yang dialami perempuan lainnya, namun memang ada secuil keragu-raguan dari orang tua saya tepatnya dari Ibu saya tiap kali melepas. “Wah bisa nggak ya anak ini”, mungkin itu kira-kira pertanyaan yang muncul di benak beliau. Keragu-raguan inilah yang seringkali menjadi batu sandungan saya dalam ritme yang coba saya lakoni, dalam beberapa hal saya menjadi sedikit peragu dan terlalu hati-hati dalam mengambil keputusan. Namun memang dalam hidup kita tidak boleh ragu-ragu, setidaknya saya mencoba meyakinkan diri saya sendiri. Katakan ya jika kamu yakin itu benar dan katakan tidak jika kamu tidak yakin itu baik. “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”. (Qs.Al Baqarah 2: 147)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, supaya tidak ragu-ragu ikhlas-lah kamu. Islam juga mengajarkan bahwa semua ibadah (termasuk belajar, bekerja, dan beraktivitas lainnya) hendaknya dilakukan semata-mata ikhlas karena Allah (QS Al-An’am, 6:162-163). Tak terkecuali ketika kita sedang ragu dalam menjalankan ibadah dalam arti luas tersebut. Karena hanya dengan niat yang terikhlaslah, akan terjamin kemurnian ibadah yang akan membawa pelaksanaannya dekat kepada Allah. Tanpa adanya keikhlasan hati, mustahil ibadah akan diterima Allah (QS Al-Bayyinah, 98:5).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw berpesan, “Barangsiapa memiliki hati yang baik maka Allah menyukainya...”, “Barang siapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya,”. Karena itulah, Islam tidak mendefinisikan Ikhlas sebagai sikap pasrah, putus asa, statis, ataupun menyerah. Melainkan ikhlas adalah sikap progresif yang tidak menyerah pada keadaan termasuk keragu-raguan. Selalu berbuat untuk kebaikan orang lain semata-mata sebagai bentuk penghambaan atau penyerahdirian kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah syukur, “Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS Yunus : 58). Bersyukur dengan melaksanakan ajaran-ajaran Islam baik pada tataran pribadi, keluarga, dan masyarakat, berarti juga menjaga nikmat Allah. Terima kasih Allah atas berbagai nikmat dan kemudahan yang Engkau karuniakan kepada hambaMu ini. Saya juga sangat bersyukur memperoleh banyak kesempatan untuk banyak belajar dari kawan-kawan, senior-senior, guru-guru yang ada disekeliling saya selama berproses sekian lama, dimanapun saya berada. Saya juga belajar banyak tentang konsep ikhlas dan syukur dari teman-teman secara tidak langsung..seperti apa sih..karena memang tidak mudah.."Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali jika (pelaku) amal itu ikhlas dan mencari keridhaan Allah dengannya." (HR. Nasa'i)..ya saya masih akan terus belajar, termasuk belajar untuk menjadi muslimah yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ingin saya sampaikan dari tulisan saya adalah, meskipun secara kultural masih sulit, perempuan akan mendapat tempat sesuai proporsi dan kapasitasnya tanpa perlu untuk memaksakan diri melalui sistem atau regulasi. Yakinlah bahwa kita punya kapasitas yang cukup dan mampu berkompetisi secara fair meski kadang dunia selalu saja tidak fair ke kaum perempuan. Yakinkan diri sendiri mau mengabdi untuk keluarga dan suami terlebih dahulu atau aktualisasi dulu? Jika masih ragu-ragu yakinkan kembali pada tujuan, mencoba ikhlas, dan terakhir bersyukur atas apapun yang telah kita capai sebagai perempuan meski hanya sebagai ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga adalah karier yang sangat mulia, penting, dan menentukan karena ditangan dia-lah pemimpin atau penjahat besar dapat terlahir. Jadi baik-baiklah sama perempuan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sengaja ditulis untuk memotivasi diri sendiri dan teman-teman dekat, tidak ada maksud untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-9183551834339096272?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/9183551834339096272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/9183551834339096272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/05/perempuan-pengabdian-vs-aktualisasi.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-3283109082745638533</id><published>2009-05-18T12:36:00.002+07:00</published><updated>2009-05-18T13:02:54.564+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merah, kuning, hijau, putih, biru bangsaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Politik praktis yang dipertontonkan oleh elite-elite partai belakangan melahirkan dinamika yang cukup tinggi dan memunculkan dua perspektif yang berlawanan sekaligus, menarik di satu sisi dan memuakkan di sisi lainnya. Menarik karena perubahannya yang demikian cepat, memuakkan karena perubahan sudah tak mengenal ideologi dan warna yang dipegang. Perubahan yang dimaksud disini saya artikan sebagai suatu sikap pragmatis yang diambil dengan derajat yang berbeda dan berlawanan 180&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;°&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam perspektif saya, partai politik merupakan kendaraan untuk menyalurkan aspirasi politik sekaligus sebagai kendaraan ideologi bagi kader, simpatisan, konstituen partai tersebut. Selain sebagai kendaraan, idealnya partai politik juga merepresentasikan ideologi partai yang dianutnya secara konsisten dan tidak terbatas hanya pada simbol-simbol. Adalah tepat pada proporsinya jika kemudian terdapat partai dengan warna yang jelas merah, kuning, hijau, putih, dan biru. Nyatakan merah jika memang merah, hijau jika memang hijau, dan nyatakan tengah jika memang dari awal sudah mendeklarasikan dirinya sebagai partai tengah, tidak ada dusta diantara kita. Kejelasan sikap dan warna politik ini menurut saya baik sekaligus sebagai edukasi politik bagi masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terlepas dari perdebatan tentang politik aliran, Islam Yes Partai Islam No, Poltik abangan, dan sebagainya. Sekarang yang terjadi malah terbalik-balik, yang merah mengaku-aku bisa hijau, yang hijau bisa menjadi tengah, dan seterusnya. Belum lagi menjelang penentuan capres cawapres yang memanas sejak sebulan lalu. Elite partai A dengan mudahnya berkunjung ke partai B setelah menandatangani piagam koalisi dengan partai A, dan menebar janji-janji melalui safari politiknya dengan partai lainnya. Apa yang mau ditunjukkan oleh para elite tersebut? Sungguh bangsa ini telah kehilangan nuraninya. Nurani untuk berpolitik secara santun, berpolitik yang penuh martabat dan nilai-nilai. Keanggunan dan kecerdasan yang selama ini menjadi identitas bangsa kita juga mulai luntur. Apalagi yang bisa kita banggakan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Partai tak lebih dari sekedar kendaraan politik, semuanya ketahuan belangnya jika telah menyangkut urusan bagi-bagi kue kekuasaan dan urusan perut. Tidak ada ideologi disana. Yang merah, kuning, hijau, putih, dan biru semua sama tidak ada yang lebih baik atau lebih ideal. Politik sudah tidak lagi menyangkut surga atau neraka, tapi murni urusan materi duniawi alias urusan perut. Tidak ada merah untuk memperjuangkan kaum abangan, hijau untuk memperjuangkan kaum Islam, tidak ada. Yang ada hanya untuk menyelamatkan dapur kekuasaan masing-masing kelompok yang mengaku-aku mewakili atau representasi dari kalangan merah, kuning, hijau, putih, dan biru. Saya garis bawahi disini, setidaknya hingga saat ini partai tidak mengenal ideologi, ideologi hanyalah alat jualan politik mereka. Jadi jika orientasi anda saat ini adalah kekuasaan masuklah partai tapi kalau ideologi yang menjadi orientasi saran saya jangan karena ideologi anda perlahan tapi pasti akan terkikis oleh sistem dan lingkungan partai yang sangat pragmatis untuk kepentingan kekuasaan sesaat. Ya untuk saat ini kita tak dapat berbuat banyak dengan sistem dan kondisi kepartaian yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Saya ambil ilustrasi untuk mendukung premis yang saya ajukan, setidaknya masih lekat dalam ingatan kita slogan salah satu partai menjelang pileg lalu, “emang biru, kuning, merah, hijau bisa Partai XX? kalau untuk indonesia yang lebih baik kenapa tidak?”. Partai yang diawal gebrakannya lalu mendapatkan simpati banyak dari masyarakat kota karena dinilai lebih bersih dan amanah dalam perjalanannya mengalami kebingungan. Di parlemen dia banyak menjadi &lt;i style=""&gt;silent party&lt;/i&gt; yang hanya bisa mencari aman dan mencari kesempatan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sementara sangat berbeda dengan mesin militannya di &lt;i style=""&gt;grass root&lt;/i&gt; yang terus ekspansif bahkan sampai menyusupi lingkungan kampus. Termasuk dalam perjalanan koalisi capres-cawapres yang baru saja berlangsung beberapa hari kemarin, karena merasa ditinggal dan tidak diajak komunikasi oleh “sang calon mempelai” para elitenya sontak berang tapi itupun hanya sesaat, setelah konon dipastikan akan mendapat jatah lima kursi menteri mendadak jadi anak baik-baik kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Insya Allah tulisan saya ini cukup obyektif. Tidak ada tendensi untuk menjatuhkan partai politik tertentu selain sebagai bahan evaluasi untuk yang merasa dirinya masih amanah dan catatan untuk sistem politik dan kepartaian yang lebih baik ke depan. Semoga berkenan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-3283109082745638533?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3283109082745638533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3283109082745638533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-5455982738831967260</id><published>2009-05-15T18:39:00.009+07:00</published><updated>2009-05-16T20:10:52.849+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ternyata Sakit Itu Nggak Enak Banget&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Pengantar : Ini satu-satunya tulisan saya yang out of topic dan sangat personal, sengaja ditulis sebagai pengingat untuk diri sendiri ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Typhus abdominallis merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Typhus merupakan salah satu bentuk salmonellosis yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Salmonella. Inkubasi kuman penyebab typhus dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhosa. Kuman ini masuk melalui mulut terus ke lambung lalu ke usus halus. Di usus halus, bakteri ini memperbanyak diri lalu dilepaskan kedalam darah, akibatnya terjadi panas tinggi.  Penyakit typhus abdominallis sangat cepat penularanya yaitu melalui kontak dengan seseorang yang menderita penyakit typhus, kurangnya kebersihan pada minuman dan makanan, susu dan tempat susu yang kurang kebersihannya menjadi tempat untuk pembiakan bakteri salmonella, pembuangan kotoran yang tak memenuhi syarat dan kondisi saniter yang tidak sehat menjadi faktor terbesar dalam penyebaran penyakit typhus...” Hembing : 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, ngeri waktu baca definisinya. Baca di wikipedia lebih ngeri lagi. Masa iya separah itu? Kata Dokter Jusi Spesialis Penyakit dalam JMC sewaktu menginterpretasikan hasil tes darah saya Senin lalu, hasilnya masih negatif tapi kalo dilihat lebih dalam memang ada peningkatan...(apa, lupa) meskipun masih sangat kecil, tapi memang menunjukkan ada bakteri di usus. Kemudian ketika saya tanyakan tentang hasil diagnosa penyakit saya, sang dokter menjawab, kemungkinan infeksi usus yang berpotensi gejala typhus. Kemudian dia bikinkan surat ijin untuk istirahat selama seminggu tanpa saya minta, tulis resep untuk anti demam, obat pusing, dan antibiotik, dia juga sertakan no hpnya untuk dihubungi kembali pada hari Rabu jika tidak ada perbaikan berarti. Mengingat banyaknya PR yang musti diberesin, saya sih pengennya langsung dirawat biar cepet pulih, jadi saya tanyakan “jadi dok sekarang saya nggak dirawat?” sambil tersenyum ibu dokternya jawab “belum perlu, kita tunggu progress-nya sampai rabu besok ya. Hasil lab-nya disimpan disini aja ya, nggak usah dibawa pulang". Saya hanya mengiyakan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah demam dan pusingnya berangsur hilang begitu mulai mengkonsumsi obat yang dianjurkan. Paling tidak hal tersebut berlangsung hingga Kamis siang. Karena tidak bisa diam, memang dari hari Selasa malam sampai Kamis saya mulai beraktivitas seperti sebelum sakit (meski  di rumah) mulai baca bacaan wajib, nyicil thesis, ngetik-ngetik beberapa assignment dan kebetulan ada adik saya (dia biasa dipanggil Gus Habib) dari Batu dan istrinya (Rere) dari Serang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;datang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kamis paginya, dia bawa anaknya pula, mukanya lucu banget, jadi saya gendong-gendong keluar masuk kamar. Trus naik-turun tangga juga, ya bisa kita duga malemnya demam lagi meski dah minum obat. Bi Komang sampai heran Jumat paginya “mba umi kok sakit lagi, padahal obatnya belum abis”. Saya cuman pasrah mendengar pertanyaannya yang terdengar seperti ledekan. Moga aja nggak sampai gejala typhus, minggu depan soalnya mau rafting, ^_^. Kalo denger ini pasti Mas Udin bisa mencak-mencak, makanya saya upayakan kurangi komunikasi dengan dia semaksimal mungkin, bukannya apa soalnya kakak saya yang satu ini cerewet banget, he5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saya runut-runut kebelakang kira-kira apa sebab bisa sakit. Sekitar akhir bulan yang lalu memang dah kerasa badan nggak fit. Tapi saya bisa bertahan karena makan masih tepat waktu dan istirahat cukup (tidak begadang). Rabu saya ngantor untuk kegiatan Bank Dunia di Cipete seharian, makan siang  sama mbak ika temenku di reg ional monitoring pake gado2 &amp;amp; waktu itu emang tempatnya deket kali &amp;amp; banyak laler,  sedotan jus-nya mbak ika aja dilalerin, tapi dia sehat2 saja karena Selasa dia telpon nanyain untuk rencana meeting di BEJ, he5. Malemnya ketemuan sama temen2 indomonev di PP makan tepat waktu. Nah, Kamisnya ada meeting komunitas evaluator di Bappenas, acaranya abis magrib, harusnya sambil rapat kita makan malam tapi berhubung pak dadang tiba-tiba menunjuk saya untuk memoderasi forum jadi dengan terpaksa makan ditunda. Besok paginya sarapan pake mantau dua biji dan susu coklat, nah makan siangnya telat lagi, baru jam 13.45 karena nyiapin materi presentasi untuk rapat di Bappenas jam 15.00. Itupun akhirnya nggak habis karena tiba-tiba Donna telpon “Mbak umi rapatnya dimajuin jam 14.00 bisa nggak?” saya coba jelaskan kayanya nggak mungkin eh akhirnya pak dadang langsung yang bicara “Umi, saya jam 15.00 ada rapat dengan UNDP, kesini aja sekarang ya?” tanpa babibu saya langsung jawab “Baik pak, siap meluncur”. Nungguin taksi di DPR kelamaan, saya ajak si Karim untuk cari taksi sambil jalan aja.  Praktis dari DPR baru jalan jam 14.30, di taksi saya telpon si Nuki untuk segera meluncur ke Bappenas, dia ternyata lagi rapat di Red top pecenongan. Oya rapat di Bappenas ini dalam rangka Bintek Perencanaan Kabupaten Wajo Sulsel, timnya saya, karim, nuki, pak dadang, pak agus, dan pak ewing. Karena sampai Bappenas baru jam 15.00, akhirnya kita menunggu pak dadang selesai rapat dengan UNDP. Lumayan nambah-nambah bahan untuk dipaparkan “Ayo karim, nuki, data apalagi yang mau dimasukkan?”. Lohloh saya tadi mau cerita apa kok jadi melebar kemana2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya lupa cerita, Kamis malam kakak saya Mas Oviexer yang seniman dan tinggal di Semarang datang bersama istrinya (Kalo sama kakak saya yang satu ini saya lumayan dekat, bahkan kita sering ngomongin mas udin, he5..pssst). Dia menginap di tempat tinggal sepupu di Wijaya. Paginya kita dah janjian mau makan malam di Grand Indonesia. Mereka jemput saya di Bappenas jam 17.30. Nah pas keluar gedung Bappenas tiba-tiba Saiful, sepupu yang madura banget ini nyeletuk “eh kita nggak ajak mas udin sekalian?” saya langsung telpon mas udin. Baliklah kita ke Bappenas untuk jemput mas udin. “Mas kita mau makan ke GI, sampean mau ikut kan?” tanya mas Oviexer “ngapain, makan di rumah aja, mbak mel masak banyak” jawab mas udin ketus, semua langsung melongo nggak ada yang berani nyela. Seperti biasa cuman saya yang berani protes “lho kita ini dah janjian mau makan ke GI lho, lagian macet, voting aja siapa yang mau ke GI &amp;amp; siapa yang mau pulang?”. Sudah tau bakalan kalah, mas udin nyeletuk “ya udah aku naik taksi aja” karena nggak tega Saiful nyeletuk “lho, harus ikut yang tua donk, gini aja kita anterin dulu mas udin pulang baru kita makan di luar”. Apaboleh buat akhirnya saya makan saja persediaan cemilan di tas sampai tandas, tak cukup akhirnya beli bakpao di jalan. Dan bener, jalanan macet sekali, praktis sampai rumah dah jam 19.30. Magrib lewat. Badan mulai kerasa nggak enak, makan masakan bi komang, sholat, dan langsung tidur. Yang waktu itu nggak terpikirkan kenapa saya, mas oviex, dan mbak nuning (istrinya) nggak turun aja naik taksi ya? Donkdonkdonk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu seharian istirahat juga di rumah, mas udin, mbak mel, ina, leo (istri dan anak-anak mas udin), mas oviex, mbak nuning, saiful, berangkat beriringan ke Bandung pagi-pagi untuk silaturrahmi ke rumah mbak neni (kakak mbak nuning) dan cari pembantu. Mereka maksa ngajak, saya pasang muka sakit “waduh maaf, salam aja buat mbak neni”. Di telpon sih mbak neni juga janji mau bawain bunga rosella, katanya bagus buat penderita maag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kesalahan berikutnya adalah minggu siang abis dhuhur dan makan siang saya nekat ke ITC Kuningan kebetulan beras, dll abis (padahal-thanks to sutiyoso-daerah rumah dikepung sama hypermarket carrefour pasar minggu, pejaten village, dan kalibata mall). Pesan taksi, saya ajak bi komang dan anaknya si putri. Wew, ternyata ramenya bikin pusing. Pas belanja di carrefour di bagian food &amp;amp; beverage saya beli tahu sumedang yang masih mengepul panas “wah kayanya enak nih” tadinya mau makan disitu tapi masih panas banget akhirnya dijepret alakadarnya dan digabung dengan barang lainnya di kereta belanjaan. Nah pas mau pulang sambil nungguin taksi saya makan tahu itu, sempat nggak yakin meski sebelumnya saya dah cuci tangan dengan aqua tapi saya coba yakinkan diri sendiri “ah gpp”. Saya makan habis 4-5, Putri makan habis 3, Bi Komang nggak mau. Bener aja sampai rumah langsung pusing hebat dan perut sebelah kanan agak-agak nyeri. Saya yang pada dasarnya tidak suka kebisingan, memang tiap kali ke mall yang rame suka pusing, jadi saya pikir ini pusing dan maag biasa. Herannya Putri kok gpp ya, apalagi dia nggak cuci tangan, he5..hebat juga daya tahan tubuh anak itu padahal baru umur 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin pagi saya memutuskan untuk di rumah saja, dan betul sekitar jam 9 pagi setelah sarapan mendadak lemes pengen tidur lagi dan ternyata demam cukup tinggi sampai 38 derajat. Saya minta bi Komang bikin bubur. Meski lidah dah kerasa pahit, siangnya saya paksain makan bubur banyak-banyak dan setelah sekian lama tidak mengkonsumsinya lagi akhirnya saya coba minum redoxon, cuman karena nggak pengen sakit. Tapi rupanya tindakan itu telat karena abis itu demam lagi, dan pusiiiiiiingnya hebat. Saya cuman kawatir akibat pusing ntar ada bad sector lagi, udah bulan lalu abis jatuh kepala duluan yang kena ^_^. Sorenya saya telpon RS JMC janjian sama spesialis penyakit dalam. Dan seperti telah diceritakan di atas rupanya saya dah ada firasat bakalan kena penyakit ini from the first bite pas makan tahu sumedang.. ^_^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duluuu banget sewaktu masih kuliah di Jember, saya tinggal di Asrama Putri Whiwasya dan menyaksikan bahkan seringkali menunggui teman-teman yang tumbang bergantian terkena penyakit yang katanya khas anak kost tersebut. Alhamdulillah meskipun dengan setumpuk aktivitas saya belum pernah kena penyakit itu atau penyakit yang aneh-aneh selain pusing. Saya memang paling ngeri kalo harus ke rumah sakit, makanya dalam doa-doa saya permohonan sehat tak pernah ketinggalan. Selain itu saya juga tidak suka jajan sembarangan dan suka pilih-pilih makanan yang sesuai dengan selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir ini rupanya yang justru akhirnya mencelakai saya, seringkali saya lebih memilih untuk menunda makan jika tak sesuai selera, hal inipun berlangsung ketika telah bekerja. Tahun lalu usus buntu saya harus dioperasi karena infeksi. Dugaan saya karena kebanyakan minum redoxon tapi pasokan makan dan minum nggak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, untuk menunjang aktivitas yang sangat tinggi saya biasa minum vitamin C 1000mg dan minum air putih dengan porsi sangat besar, teman-teman di kantor suka mengatai gelas saya kaya akuarium atau menara air. Apalagi kalo dah mulai pilek biasanya saya minum vitaminnya dua kali sehari. Asumsi saya dengan minum vitamin dan air putih yang banyak maka badan akan fit dan penyakit apapun akan malas menghampiri. Saya memang suka main asumsi tanpa baca referensi yang memadai. Bisa dibayangkan di Bappenas dari pagi sampai malam kemudian kerja dilanjutkan di workshop di daerah Wijaya sampai jam 12 bahkan kadang sampai jam 3 pagi, belum lagi kuliah malam, perjalanan dinas ke daerah, sabtu-minggu juga masih harus lembur, dll. Memang benar, tahun-tahun itu aman, karena disiplin minum vitamin dan air putih masih bisa dijaga dan teman-teman kantor waktu itu pada doyan makan dan selalu ada saja makanan yang menarik selera, akhirnya tak ada kendala berarti terkait makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temenpun akhirnya banyak yang meniru kebiasaan saya, beli gelas gede-gede dan minum redoxon, he5. Nah ketika ada penugasan di DPR, waktu menjadi sangat mahal dan kebiasaan-kebiasaan itu praktis hilang kecuali minum redoxon saja.  Makan pagi yang hanya segelas susu dan biskuit dan makan siang yang pasti telat termasuk makan malamnya yang menjadi rutinitas baru itu akhirnya membawa saya ke meja operasi appendix atau usus buntu. Masih inget banget saya waktu 10 menit sebelum operasi senior2 banyak yang nelpon tentang acara seminar alumni besoknya yang jadi tanggungjawab saya untuk beresin. Thanks to Ayun, I owe you...mas udin juga yang nganterin shubuh2 sampe mobilnya baret, he5. Overall, praktis setelah operasi, saya nggak pernah lagi minum redoxon, saya memang suka trauma. Termasuk ketika motor saya habis ditabrak, praktis dah gak mau menyentuh motor lagi termasuk naik ojek. Jadi setelah episode khusus usus buntu, motor ditabrak, dan potensi gejala typhus mudah2an cukup bikin kapok dan gak ada edisi telat makan lagi. Harus sehat jangan sakit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sakit memang nggak enak banget, tapi kita baru ngerasa sehat itu enak kalo dah sakit. Allah yaa rahman yaa rahim, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-5455982738831967260?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/5455982738831967260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/5455982738831967260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/05/ternyata-sakit-itu-nggak-enak-banget.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-3144297167746712537</id><published>2009-03-09T10:00:00.006+07:00</published><updated>2009-03-09T11:05:04.289+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\;"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"\;font-size\:11\;"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{mso-style-priority:99; 	mso-style-link:"Footer Char"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.25in right 6.5in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.FooterChar 	{mso-style-name:"Footer Char"; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:Footer; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-family: arial;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);" name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;ARUS UTAMA PEMBANGUNAN PERDESAAN DAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;TATA KELOLA PERTANIAN DALAM ARTI LUAS : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;SKENARIO PENYELAMATAN DESA DAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-family: arial;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;SEKTOR PERTANIAN DARI DAMPAK KRISIS GLOBAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kondisi ekonomi global dewasa ini nampak murung dan kurang menguntungkan. Krisis sebagai penyebab tidak saja meruntuhkan sendi-sendi perekonomian Amerika, namun telah menjalar ke negara maju lainnya, serta telah berimbas pula ke berbagai negara di dunia. Krisis telah menyebabkan kerugian besar di berbagai Negara termasuk Indonesia. Namun berbagai langkah antisipasi dan instrumen penanganan yang dilakukan oleh pemerintah nampak berat sebelah. Hal ini ditunjukkan dengan postur fiskal yang diajukan akhir tahun lalu dan paket stimulus yang baru saja disetujui oleh DPR menjelang masa penutupan sidang kemarin.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Para pakar tak henti-hentinya berujar diberbagai media baik televisi maupun koran bahwa wilayah pedesaan menerima dampak krisis ekonomi global lebih berat daripada wilayah perkotaan di Indonesia. Dampak dari krisis ini telah menyebabkan turunnya harga komoditas pertanian dan petani harus menanggung penurunan harga paling besar. Para petani terpaksa harus menerima kerugian yang lebih besar karena para eksportir dan perusahaan inti yang menekan kerugian dengan cara melakukan &lt;i&gt;pass on&lt;/i&gt; atau membebankannya kepada petani yang tidak memiliki posisi tawar. Dengan demikian pendapatan petani semakin tergerus dan menurunkan nilai tukar petani (NTP).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Hal lainnya, perusahaan inti umumnya akan mendahulukan untuk menyelamatkan ladang pertanian miliknya sendiri untuk mengatasi penurunan permintaan ekspor komoditi pertanian sehingga pembelian dari petani akan dihentikan. Dampak berantai yang akan timbul antara lain keputusan petani untuk tidak memelihara ladang pertaniannya dan memberhentikan buruh tani yang diperkerjakan atau terjadi PHK secara informal. Akibat lebih jauh adalah petani kehilangan produktivitas dalam jangka panjang, antara lain karena tidak ada perawatan lading pertanian dan petani kehilangan potensi pendapatan jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/SbSURb2j_VI/AAAAAAAAADU/ocpuObzyB6k/s1600-h/petani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/SbSURb2j_VI/AAAAAAAAADU/ocpuObzyB6k/s400/petani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311032887831952722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Akibat lain yang luput dari antisipasi pemerintah adalah peluang terjadinya ledakan pengangguran di desa karena pekerja yang terkena PHK umumnya akan kembali ke kampung halaman dan menganggur. Termasuk korban PHK tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri yang akan kembali ke desa. Beban limpahan penganggur tersebut menyebabkan produktivitas pertanian menjadi turun dan kesejahteraan juga turun. Keadaan menjadi lebih berat karena desa harus menanggung dua beban, yaitu terimbas oleh krisis dan menerima limpahan beban pengangguran dari kota dan luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Selain itu yang lagi-lagi luput dari perencanaan pemerintah adalah karena selama empat tahun terakhir tingkat inflasi di wilayah pedesaan lebih tinggi dari perkotaan yang disebabkan oleh adanya arus barang dari kota kembali ke desa. Komoditas pertanian yang semula berasal dari desa dalam beberapa waktu kemudian harus kembali ke desa dan petani membeli kembali dengan harga yang lebih mahal. Kondisi infrastruktur di wilayah pedesaan juga menambah sebab keterpurukan desa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Masalah yang muncul di atas sebenarnya merupakan akumulasi dari berbagai persoalan ketimpangan pembangunan yang mengemuka. Harus diakui selama berjalannya pemerintahan sektor pertanian yang menjadi penopang sebagian besar masyarakat Indonesia (terutama di perdesaan) terabaikan. Hal ini dibuktikan oleh berbagai fakta empirik yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Menurut data yang di&lt;i&gt;release&lt;/i&gt; oleh BPS, per Februari Agustus 2007-2008 sektor pertanian masih menjadi kontibutor terbesar dalam menyerap angkatan kerja nasional yakni mencapai 40% lebih, jauh jika dibanding sektor manufaktur yang hanya mampu menyerap kurang dari 15%. Dalam penetapan kebijakan anggaran tiap tahun-pun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sektor pertanian dan pembangunan perdesaan tidak menjadi perhatian utama.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;Lebih jauh, lagi-lagi pemerintah menampakkan ketidakberpihakannya terhadap desa, para petani dan sektor informal lainnya. Profil paket stimulus yang diajukan oleh pemerintah sangat timpang dan lebih banyak terserap ke sektor formal atau manufaktur. Sektor pertanian meskipun menjadi primadona di dalam negeri nyatanya tidak cukup untuk meyakinkan pemerintah bahwa sektor tersebut juga perlu proteksi. Pemerintah dengan pemikirannya berasumsi bahwa ekonomi masyarakat pekerja formal-lah yang hanya bisa diandalkan untuk menjadi &lt;i style=""&gt;leverage factor&lt;/i&gt; bagi pencapaian target pertumbuhan. Dengan demikian penghematan pembayaran pajak dengan berbagai asumsi &lt;i&gt;multiplier effect&lt;/i&gt;-nya menjadi pilihan dan mendapatkan porsi stimulus terbesar, lebih dari 70%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;Seperti dinyatakan oleh pemerintah, proporsi tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui penurunan pajak pendapatan. Perlu digarisbawahi, para petani, nelayan, dan pekerja informal lainnya tidak turut menikmati fasilitas pajak tersebut, jadi daya beli masyarakat golongan ini akan tetap tertekan. Dengan paket stimulus, diharapkan masyarakat dapat melakukan &lt;i&gt;spending&lt;/i&gt; yang lebih besar dan industri manufaktur masih dapat hidup dan terus berproduksi karena masih tingginya permintaan dari pasar domestik. Sedikit catatan, pemerintah tidak mengantisipasi turunnya bea masuk impor yang akan menjadi insentif bagi para importir untuk membanjiri &lt;i style=""&gt;supply&lt;/i&gt; pasar domestik dengan barang-barang impor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lebih lanjut, alokasi yang benar-benar ditujukan untuk masyarakat perdesaan dan penanggulangan kemiskinan angkanya kurang dari 15% dari total dana stimulus yang diajukan. Kekawatiran akan meledaknya angka pengangguran sebagai akibat pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran dan lumpuhnya sektor industri yang selama ini didengung-dengungkan dan menjadi justifikasi pemerintah untuk mengalokasikan porsi yang besar untuk sektor formal tersebut tidaklah sepenuhnya salah namun hendaknya juga diiringi dengan perhatian yang berimbang pada sektor lainnya. 40% &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masyarakat kita yang bergantung di sektor pertanian menjadi pertaruhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;Memikirkan instrumen yang tepat untuk menjaga daya beli petani, nelayan, dan pekerja informal memang rumit. Insentif melalui kenaikan harga dasar komoditas pertanian saja tidak cukup bagi petani untuk menanam dan mendapatkan penghasilan lebih dari produksi tanamannya. Petani akan terus merugi dan miskin selama pemerintah tidak mempunyai &lt;i style=""&gt;mainstream &lt;/i&gt;untuk memajukan sektor pertanian. Pasokan pupuk yang seringkali langka dan mahal, infrastruktur dan teknologi pertanian yang tidak mendukung, serta masih dibanjirinya pasar domestik dengan produk impor adalah potret sehari-hari sektor pertanian kita dalam beberapa periode terakhir dan tidak mustahil akan kembali terulang di tahun-tahun mendatang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adapun insentif melalui industri dengan harapan ongkos produksi dapat ditekan dan pasar barang menjadi lebih murah juga akan menemui kendala berarti jika petani dan pekerja sektor informal tidak dapat mempertahankan pendapatannya. Dengan demikian, dapat dimaklumi jika kemudian pemerintah lebih memilih langkah p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="FI"&gt;raktis dengan memakai instrumen pajak untuk pekerja formal yang jelas datanya dan penghasilannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Purchasing power&lt;/i&gt; masyarakat yang dapat diselamatkan oleh pemerintah hanya sebesar 15%, sedangkan masyarakat yang terserap di sektor pertanian yang selama ini secara ekonomi sangat sensitif terhadap perubahan harga tidak dapat berbuat apa-apa. Ya, kita harus menerima fakta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Namun hendaknya pemerintah perlu untuk segera mengeluarkan cetak biru pembangunan yang berpihak pada sektor pertanian dengan &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;me-&lt;i style=""&gt;mainstream&lt;/i&gt; seluruh instrumen kebijakannya untuk membangun sektor pertanian dalam arti luas dan pembangunan perdesaan secara menyeluruh. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:100%;"&gt;Solusi tersebut merupakan pemikiran yang muncul dari berbagai pertimbangan utamanya jika mengingat sektor pertanian yang selama ini menjadi andalan masyarakat memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi 1) Penyediaan dan penyerapan tenaga kerja yang besar; 2) T&lt;/span&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-size:100%;"&gt;idak menggunakan kapital yang terlalu intensif seperti misalnya sektor industri manufaktur; 3) &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:100%;"&gt;Tidak tergantung pada modal asing yang saat ini semakin terbatas; dan 4) Dapat membantu mengurangi kebutuhan devisa impor dan mengurangi angka kemiskinan. Tidak rumit jika ada kemauan dan kepekaan untuk mengentaskan masyarakat desa dari rantai kemiskinan. Ya, &lt;i style=""&gt;mainstream&lt;/i&gt; pembangunan pada sektor pertanian adalah jawabannya. &lt;span style=""&gt;(Umi Hanik 9 Maret 2009 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-3144297167746712537?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3144297167746712537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/3144297167746712537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/SbSURb2j_VI/AAAAAAAAADU/ocpuObzyB6k/s72-c/petani.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-2443851942321872061</id><published>2009-02-23T22:45:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T22:51:10.686+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;CATATAN KRITIS KINERJA BIDANG EKONOMI&lt;br /&gt;TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat berbagai indikator ekonomi yang ada, secara umum kinerja bidang ekonomi sepanjang tahun 2008 menunjukkan prestasi yang kurang menggembirakan. Banyak faktor yang menjadi penyebab tidak optimalnya kinerja bidang ekonomi tersebut utamanya terkait antisipasi dan penanganan krisis keuangan yang disebabkan oleh adanya krisis keuangan global, perlambatan ekonomi dunia, dan kenaikan harga minyak serta pangan sebagai akibat rembetan gejolak ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (USA). Selanjutnya, mengingat penyebab tidak optimalnya kinerja ekonomi ini adalah faktor eksternal dan diluar kendali  maka catatan ini akan ditekankan pada aspek perencanaan dan pelaksanaan untuk antisipasi dan penanganan krisis dalam rangka merealisasikan target ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 16 Tahun 2008 Tentang APBNP 2008 mencakup pertumbuhan ekonomi pada tingkat 6,4%, inflasi sebesar 6,5%, SBI tiga bulan sebesar 7,5% dan harga minyak sebesar 95 dolar AS per barel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Momentum Pertumbuhan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hingga triwulan III-2008 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat sebesar 3,5 persen terhadap triwulan II-2008 (q-to-q). Peningkatan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pertanian 6,7 persen dan terendah di sektor jasa-jasa 0,9 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007 (y-on-y), PDB Indonesia triwulan III-2008 ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,1 persen, dimana semua sektor mengalami pertumbuhan, tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi 17,1 persen dan terendah disektor pertambangan dan penggalian 1,6 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada triwulan III-2008 mencapai 6,6 persen (y-on-y), yang berarti lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB keseluruhan yang besarnya 6,1 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan III-2008 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007 (c-to-c) tumbuh sebesar 6,3 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2008 Rp1.343,8 triliun sehingga kumulatif triwulan ke III-2008 mencapai Rp3.705,3 triliun. Dari sisi penggunaan, kontribusi konsumsi pemerintah pada pertumbuhan ekonomi selama triwulan III 2008 cukup besar yakni sebesar 7,9 persen. Sementara itu pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama triwulan III mencapai 1,9 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,4 persen, ekspor sebesar 0,0 persen, dan impor 1,2 persen. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan III-2008 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007 (6,1 persen) ditopang oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah 16,9 persen, ekspor 14,3 persen, PMTB 12,0 persen, impor 11,9 persen dan konsumsi rumah tangga 5,3 persen. Adapun terkait struktur perekonomian Indonesia secara spasial masih didominasi oleh Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 57,5 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,8 persen, Pulau Kalimantan 10,1 persen, Pulau Sulawesi 4,1 persen dan lainnya sebesar 4,5 persen. Secara umum pertumbuhan investasi masih jauh dari target pertumbuhan investasi selama 2008 sebesar 12-15 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai dampak resesi global, dari pertemuan G7 di Jepang beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa dampak resesi global terhadap Indonesia tidak signifikan karena ekspor Indonesia terdiversifikasi, sementara investasi sebagian besar dari domestik. Selama triwulan IV 2008 diharapkan berbagai paket kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga Minyak Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan berbagai faktor eksternal yang penuh ketidakpastian dan sulit diprediksikan mewarnai situasi perekonomian yang terjadi sejak kuartal IV 2007 dan terus berlanjut hingga kuartal II 2008. Ketidakpastian ini berawal dari krisis subprime mortgage yang terjadi pada pertengahan tahun 2007 dan telah memberikan imbas pada kondisi perekonomian dunia. Pada saat yang bersamaan, harga-harga komoditi dunia mulai dari minyak bumi, minyak sawit, gandum, dan kedelai mengalami peningkatan yang sangat tinggi hingga lebih dari 100 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya harga komoditi dunia terutama harga minyak mentah ternyata masih berlanjut hingga memasuki semester II 2008 dan belum ada tanda-tanda akan berakhir dalam jangka waktu dekat. Harga minyak dunia yang terus meningkat hingga mencapai kisaran US$140 per barel pada pertengahan Juli 2008 ternyata mulai menunjukkan tanda-tanda menurun pada akhir bulan Juli pada kisaran harga US$125 per barel. Walaupun harga minyak mulai menunjukkan kecenderungan yang menurun, namun berbagai prediksi oleh lembaga yang kompeten di bidang perminyakan menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak dunia masih akan tetap berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mencermati perkembangan permintaan dan penawaran minyak dunia selama Desember 2007 hingga Juni 2008, dapat dilihat bahwa produksi minyak dunia sudah melebihi permintaannya, namun demikian harga minyak internasional tetap terus meningkat. Tingginya harga minyak pada periode ini lebih disebabkan faktor nonfundamental akibat tindakan spekulatif di pasar komoditi. Harga rata-rata minyak mentah WTI untuk periode Januari – Juni 2008 mencapai US$111,1 atau naik 80,5 persen dari harga rata-rata periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$61,6. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) periode Januari – Juni 2008 mencapai US$109,4 per barel, meningkat 73,8 persen dari harganya pada periode yang sama di tahun 2007 sebesar US$62,9 per barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kinerja Pasar Modal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga komoditi termasuk harga minyak dan harga pangan telah memicu inflasi dan memperlambat perkembangan indeks harga saham. Sejak awal tahun 2008, indeks harga saham di pasar global terus mengalami koreksi, meskipun beberapa indeks di pasar modal mengalami recovery dibandingkan nilai keseluruhan indeks pada awal tahun. Perdagangan saham di Dow Jones yang pada awal tahun 2008 dibuka pada level 13.044,0, sepanjang Semester I 2008 terus berfluktuatif dan pada akhir Juli ditutup pada level sekitar 11.370,0 atau terkoreksi 1.674,0 poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks ini lebih rendah bila dibandingkan periode yang sama tahun 2007 dengan nilai 13.408,6 atau turun sebesar 2.038,6 poin. Hal yang sama juga dialami oleh bursa saham negara lain. Indeks saham global lain yang juga mengalami koreksi adalah FTSE 1000 (Inggris) pada akhir Juli 2008 ditutup pada level 5.625,9 atau turun 790,8 poin dari 6.416,7 di awal tahun. Penurunan indeks juga dialami oleh bursa saham regional. Indeks Nikkei (Jepang) turun 1.210,0 poin, indeks Hang Seng (Hongkong) turun 5.458,5 poin dan indeks BSE (India) turun 6.839,1 poin dibanding posisi awal tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2008, kinerja pasar modal domestik masih cukup baik dan mampu terus tumbuh serta menciptakan beberapa rekor baru, antara lain indeks harga saham yang mencapai 2830,3 pada tanggal 9 Januari 2008. Namun kondisi ekonomi AS yang semakin memburuk telah membawa sentimen negatif pada bursa saham. Indeks bursa saham utama termasuk bursa saham Indonesia kembali berjatuhan. IHSG turun mencapai level terendah 2180,1 pada tanggal 9 April 2008. Kebijakan untuk menaikkan harga BBM dan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2008 yang masih cukup kuat, membawa sentimen positif ke bursa saham Indonesia sehingga IHSG mampu kembali meningkat. Pada akhir Semester I 2008, IHSG ditutup pada level 2349,1 meningkat 9,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis finansial Amerika Serikat yang merambat ke berbagai penjuru dunia ini ditunjukkan dengan aksi jual saham besar-besaran para investor asing yang tengah membutuhkan likuiditas dan kemudian diikuti investor domestik yang panik membuat indeks saham terpelanting ke jurang. IHSG yang Januari lalu sempat pada level 2.830 kini bergerak di sekitar 1.200 poin atau telah tergerus hampir 60 persen. Keseriusan perusahaan BUMN melaksanakan program beli balik (buy back) saham pun masih diragukan. Sampai 1 Desember lalu, dana yang dibelanjakan untuk beli balik saham BUMN baru Rp 253 miliar atau sekitar 3,8 persen dari cadangan dana sebesar Rp 6,5 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Obligasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, gejolak keuangan dunia di awal tahun 2008 telah memberikan beban yang berat pada Surat Utang Negara (SUN). Hal ini tercermin dari semakin meningkatnya ekspektasi imbal hasil (yield) untuk SUN 10 tahun di pasar sekunder hingga mencapai 13,2 persen pada tanggal 9 Juni 2008. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu berarti yield SUN 10 tahun telah meningkat sebesar 412 bps. Instrumen surat utang dengan jangka waktu 10 tahun ini memang lebih mendapatkan tekanan dibandingkan instrumen surat utang dengan jangka waktu yang lebih panjang, misalnya SUN 30 tahun. Dengan semakin meningkatnya yield, Pemerintah perlu membayar bunga yang lebih mahal untuk penerbitan surat utang baru. Suku bunga yang meningkat akan menambah beban pembayaran bunga utang pada APBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga Komoditi Beras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harga beras dunia meningkat tajam dalam tahun 2008. Walaupun sudah mulai menunjukkan penurunan, harga beras Thailand - yang menjadi acuan harga beras dunia - mencapai US$741,65 per metrik ton atau mengalami peningkatan sebesar 97 persen dibandingkan dengan harga pada akhir tahun 2007. Kenaikan harga beras ini merupakan yang tertinggi selama 20 tahun terakhir. Kenaikan harga beras internasional terjadi pada saat produksi beras dunia mencapai puncaknya. Penyebab kenaikan ini lebih disebabkan karena tindakan beberapa negara pengekspor beras seperti India dan Vietnam yang memberlakukan restriksi ekspor dan sikap panik dari Filipina yang mendorong harga beras bergerak liar. Langkah koordinasi yang dipelopori oleh Indonesia dengan mendekati beberapa negara yang memiliki stok beras besar seperti Jepang dan Cina serta kebersediaan negara pengekspor beras seperti Vietnam dan Thailand untuk menyediakan pasokan beras telah meredakan gelojak harga beras tersebut. Di pasar domestik, harga beras dalam negeri kualitas sedang pada akhir Juni 2008 telah mencapai Rp5.544 per kilogram, atau hanya naik 8,2 persen dibanding harga pada dengan akhir tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suku Bunga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal 2008, pelaksanaan kebijakan moneter diarahkan untuk mengupayakan pergerakan suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) pada tingkat yang sesuai dengan BI rate. Sejak April 2008, kebijakan moneter yang telah diambil berhasil mengarahkan pergerakan tingkat suku bunga PUAB O/N mendekati BI rate yaitu sebesar 8,0 persen. Seiring dengan mulai meningkatnya laju inflasi, pada bulan Mei 2008 Bank Indonesia mulai menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat dengan menaikan BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 8,25 persen. Pada Juni 2008, BI rate kembali dinaikkan 25 bps menjadi 8,50 persen sebagai respons terhadap peningkatan ekpektasi inflasi yang mencapai 11,03 persen (y-o-y). Peningkatan BI rate terus berlanjut hingga pada bulan Juli 2008 menjadi 8,75 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan suku bunga BI rate akan diikuti dengan kenaikan suku bunga SBI 3 bulan dan suku bunga pinjaman perbankan, seperti suku bunga kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi. Suku bunga SBI 3 bulan yang pada awal tahun 2008 sebesar 7,83 persen meningkat menjadi sebesar 9,0 persen pada Juni 2008 dan diperkirakan akan terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tingkat Inflasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inflasi menunjukkan kecenderungan meningkat akibat meningkatnya harga pangan dunia dan juga dampak dari kenaikan harga BBM. Pada bulan Juli 2008, tingkat inflasi mencapai 1,37 persen (m-t-m), menurun dibandingkan inflasi bulan Juni 2008 yang mencapai 2,46 persen, dan inflasi tahunan sebesar 11,9 persen (y-o-y). Tingginya inflasi pada bulan Juni dan Juli 2008 tersebut menyebabkan inflasi selama Januari-Juli 2008 mencapai 8,85 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun 2007 yang besarnya 2,81 persen. Akibat dari kenaikan inflasi ini, Bank Indonesia secara perlahan mulai menaikkan tingkat bunga dari 8,0 persen pada bulan Januari 2008 menjadi 8,75 persen pada bulan Juli 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profil Rupiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hingga Minggu ke-3 November 2008, kurs rupiah menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Terhadap dolar AS, nilai tukar rupiah telah menembus batas psikologis 12.000, dan pada perdagangan kemarin ada di level 12.480 per dolar AS. Nilai tukar tersebut merupakan level terendah sejak 10 tahun lalu. Selama 2008, rupiah telah terdepresiasi lebih dari 30%, dolar Singapura berada di kisaran 24%, ringgit Malaysia 15%, dolar Taiwan 10%, baht Thailand 6% dan renminbi China hanya merosot 3%. Bahkan beberapa valuta di Asia justru mengalami apresiasi seperti dolar Hong Kong sebesar 1%, won Korea 9% dan peso Filipina 18%. Anjloknya nilai tukar rupiah membawa dampak yang serius bagi perekonomian nasional, mengingat masih besarnya ketergantungan kita pada barang-barang impor. Artinya beban hidup masyarakat menjadi bertambah berat, ongkos berusaha menjadi meningkat, yang pada akhirnya kondisi ini bisa memperlemah perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata uang adalah komoditas yang nilainya sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar. Besarnya upaya Amerika Serikat menyedot dolarnya dari pasar keuangan dunia guna menyelamatkan ekonomi negara adidaya itu, tentu akan memengaruhi kinerja mata uang dunia. Anjloknya indeks bursa-bursa global-khususnya IHSG-akan mengakibatkan perpindahan dana-dana di pasar modal. Kebutuhan dolar AS yang tinggi untuk membayar utang-utang korporasi besar dan BUMN yang jatuh tempo, juga ikut berpengaruh. Penambahan dana pihak ketiga di perbankan-mayoritas masuk ke 10 bank besar-tentunya tidak terjadi begitu saja tanpa sebab. Belum lagi sikap panik masyarakat yang mengkonversi rupiahnya menjadi valuta asing, membuat suasana menjadi bertambah keruh. Meskipun sedikit terlambat dan kehilangan momentum, kebijakan blanket guarantee melalui disyahkannya paket undang-undang penanganan krisis pada akhir masa persidangan ke-4 2008 oleh DPR akan sedikit menenangkan para pelaku ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketahanan Pangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkanya pupuk bersubsidi di pelosok nusantara, disinyalir akibat ulah penyalur yang sengaja belum menyalurkan pupuk sesuai dengan jatah daerah masing-masing. Potensi penyelewengan juga dipicu besarnya perbedaan harga pupuk bersubsidi untuk petani dengan harga pupuk non-subsidi. Saat ini harga resmi pupuk bersubsidi untuk petani Rp 1.200, sedangkan pupuk non-subsidi Rp 6.100. Perbedaan ini memancing distributor agar memperoleh keuntungan besar dengan menjual pupuk subsidi dengan harga lebih tinggi dengan dalih pupuk itu non-subsidi yang dijual di bawah harga resmi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6532020-2443851942321872061?l=umihanik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2443851942321872061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6532020/posts/default/2443851942321872061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://umihanik.blogspot.com/2009/02/catatan-kritis-kinerja-bidang-ekonomi.html' title=''/><author><name>jellyjuice</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00943942567417825205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6532020.post-9170022050882326082</id><published>2009-01-09T04:05:00.004+07:00</published><updated>2009-01-09T04:57:10.223+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/SWZ0dS2AgfI/AAAAAAAAAC8/MmghbxaJvz0/s1600-h/no_more_child_victims_of_terror.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 216px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y3JSggz-uQk/SWZ0dS2AgfI/AAAAAAAAAC8/MmghbxaJvz0/s400/no_more_child_victims_of_terror.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289042859016618482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUMIHAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qf
