Bola dan Perekat Tapi ada yang bikin mereka bertahan dikursi kerasnya. Ya, ada dua televisi yang menayangkan pertandingan sepakbola. Dimulai dari kehebohan belasan anak sekolah berseragam putih-biru yang mengikuti jalannya pertandingan, teriakan menjagokan kesebelasan masing-masing, membuat kita menoleh. Tentu kita merasa terganggu, awalnya. Kita juga tak begitu peduli dengan apa yang bikin mereka heboh karena gambarnya tak begitu jelas. Namun beberapa detik, akhirnya jadi ikut terprovokasi untuk nonton. Jalannya pertandingan lumayan seru. Nampaknya liga nasional, Kalo tidak salah antara kesebelasan Persebaya lawan apa gitu.
Yang tadinya lebih memilih berhaha-hihi dengan handphone-nya, ber-BBM, ber-facebook, baca koran, melamun atau mengistirahatkan mata, akhirnya ngobrol satu dengan yang lainnya dan kompak berteriak “GOBLOK” ketika sang striker gagal memasukkan bola ke jaring lawan, padahal dia dan kiper berhadap-hadapan tanpa ada pemain belakang. Probabilitanya berkisar 99% harusnya gol. Itu kurang lebih obrolan yang menyeruak dan gambaran saya tentang pemandangan yang awalnya tak ramah menjadi rekat sore itu.
Menarik, karena melalui bola batasan usia, gender, etnis, agama, lapisan sosial, dan pandangan politik yang tadinya berseberangan akan rekat dengan mudahnya jika kebetulan mendukung kesebelasan yang sama. Cuplikan yang menggugah ditengah isue disintegrasi, perpecahan, dan kekerasan yang belakangan mendominasi headline nasional.
Tak beda dengan pemandangan sore itu. Tuan rumah hajatan besar Piala Dunia 2010, Afrika Selatan juga menganggap bola sebagai berkah perekat. Postingan Freakonomics Senin kemarin menggambarkan dalam frase yang pas dan cerdas. “South Africa Forecast: Not So Rich, but Happier?”. Menjadi tuan rumah perhelatan bola internasional bagaimanapun mampu menaikkan national wellbeing mereka meski secara ekonomi tidak mendapatkan manfaat yang terlalu besar, atau singkatnya..nggak kaya-kaya amat tapi makin asyik aja :).
Moga Indonesia juga mendapat berkah yang sama. Paling nggak berkah damai – dan bukan rusuh karena tawuran antar supporter yang berseberangan.

<< Home