Umi Hanik | Create Your Badge

Jellyjuice Column

"A slice of thought with Indonesia topping and jellyjuice sauce, spicy yet releasing!"

Hello there! Welcome aboard..you will straightly feel my expression when you first read the post title. My column is all about my concern about Indonesia and its surrounding. It's all about expressing myself with writings. I hope you enjoy all the writings posted in my column - Yes, it might not cheer you up - You will found anger and hatred here and there. Mostly i start to write with anger on my head, thus writing is a mean of meditation and an energy channel. A way to find peace and harmony. So, if you have comments to write on please feel free to do so, anger is also welcome :). Thanks for stopping by, please leave your blog's url so i can visit you back :). All and all, never stop expressing yourself to the world with writing !

Umihanik a.k.a Jellyjuice

| My mother drew a distinction between achievement and success. She said that achievement is the knowledge that you have studied and worked hard and done the best that is in you. Success is being praised by others. That is nice but not as important or satisfying. Always aim for achievement and forget about success | Me on Facebook | Follow @umihanik on Twitter| Keep in touch with me? Read my daily notes^ | Detail Profile


Chat Corner

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Paper Collections

  • M&E Penyelamat Instansi Pemerintah
  • M&E dan Pemanfaatan PHLN
  • Subsidi Minyak Goreng
  • Stimulus Fiskal 2009
  • Ekspor & Pembiayaan
  • Energi & APBN 2008
  • APBN, Investasi, Tabungan
  • Pembangunan Perdesaan
  • Banjir, Infrastruktur, Pangan
  • Ekonomi 2008
  • Catatan RUU APBN 2009
  • Pelaksanaan APBN 2006
  • Penanganan Krisis 2008
  • Reformasi Perpajakan
  • Ekonomi 2003
  • Pangan dan Inflasi
  • Krisis Global dan Pangan
  • Krisis, Ekspor, Pembiayaan
  • M&E Alignment, Aid Effectiveness
  • Postur RAPBN 2009
  • Pangan & Problematikanya
  • Kebijakan M&E Pinjaman Luar Negeri
  • Pertanian & Kedelai
  • Masalah Ketenagakerjaan
  • Subsidi BBM


  • Also available at :
  • umihanik@docstoc.com
  • umihanik@slideshare.net
  • Virtual Mate

  • Dadang
  • Finding : Hani
  • Mpud Ndredet
  • Tiara
  • Taman Suropati
  • Muhyiddin
  • Ponakan
  • Birokrat Gaul
  • Fahmi Oyi
  • Asal Njeplak
  • Bastomi
  • Cak Lul
  • Ery Ecpose
  • Berly
  • Robby
  • Pak Zuki
  • Previous Post

    Credit

    My Engine : Blogger
    My Campus : Google State University
    My Virtual Family : Blogfam
    Al-Hidayah : Free Education for All




    online



    Saturday, February 19, 2011

    Apa Kabar Pelayanan Publik Hari Ini ?

    Sesaat sebelum mudik libur Maulid, saya berkesempatan untuk mengurus sendiri perpanjangan STNK motor matic yang hampir dua tahun ini berada di Batu. Perpanjangan STNK yang terlambat saya perkirakan akan memakan waktu, proses yang lama dan ribet. Karena berkah kakak dan adik lelaki yang banyak, seumur hidup jujur saya belum pernah berurusan dengan polisi termasuk menyambangi kantornya. Ya, dalam benak saya, kantor polisi pastinya tidak nyaman, sumpek, dan angker. Aparatnya-pun mungkin tak ramah dan berwajah sangar. Jadi saya persiapkan stamina hari itu untuk akibat terburuk.

    Setelah paginya menghadap Professor untuk urusan jurnal dan rencana studi lanjut, saya meluncur menuju Kantor Bersama SAMSAT di Polda Metro Jaya. Saya masuk lewat pintu samping (SCBD) dan begitu masuk, agak takjub karena kita akan disambut dengan beberapa gate parkir masuk yang cukup lebar dan nyaman. Melongo dan agak grogi, sayapun melewatkan tiket parkir saya, untungnya ada petugas polisi yang mengambilkan kartu parkir dengan ramah.

    Memasuki pelataran parkir yang luas dan lega, nampak kesibukan yang luar biasa di sekelilingnya. Tampak pula spanduk besar berisi pengumuman dan penjelasan untuk pengurusan STNK dan dokumen lainnya melalui "drive thru". Counternya berada di depan kantor SAMSAT dan nampak sekitar tiga mobil tengah mengantri. Wah-wah saya cuman geleng-geleng kepala. Kenapa yang kaya gini nggak pernah diberitakan ya ? Coba kalo saya tau, pasti tak saya sia-siakan.

    Setelah parkir, saya memasuki lantai 1 gedung SAMSAT, celingak-celinguk sebentar, eh Bapak Polisinya ramah bertanya "Ada yang bisa dibantu mbak?" meski yang tanya cuman bapak-bapak dan bukan pemuda ganteng layaknya di bank, saya seneng juga ada yang menawarkan bantuan. Langsung saya jelaskan maksud saya dan si bapak menyarankan untuk naik ke lantai 4 termasuk apa saja yang musti dilakukan. Sebenarnya sudah ada petunjuk yang jelas di setiap pojok ruangan tentang informasi proses pengurusan administrasi, dll, cuman saya belum sempat membaca sudah ada yang membantu menjelaskan, ya Alhamdulillah.

    Di lantai 4 tampak ramai, namun ruangan yang luas ber-AC dan jumlah kursi yang memadai untuk pengantri membuat suasana antrian cukup menyenangkan. Proses pelayanan-pun cukup cepat. Proses pengurusan pajak, denda keterlambatan, tunggakan, dan pengambilan STNK berlangsung di lantai 3 dan 4. Tidak ada masalah berarti dengan proses pengurusan STNK motor saya kecuali bahwa November tahun ini musti ganti plat nomor karena genap berumur lima tahun.

    Seluruhnya selesai kurang dari satu jam. Petugasnya-pun sangat membantu, baik yang berseragam polisi maupun sipil (Dispenda), buah kerjasama yang apik. Sebagai pemula, saya memang banyak bertanya, merekapun menjawab dengan sabar dan jelas. LUAR BIASA !!

    Jauh berbeda dengan pelayanan publik yang berlangsung di kantor imigrasi dan kelurahan. Kebetulan belum terlalu lama saya juga sempat mengurus paspor dan KTP adik di kedua kantor tersebut dan mengalami kesulitan yang luar biasa. Aroma KKN masih kental. Reformasi belum menyentuh ke sana, masih old school. Betul-betul MENGECEWAKAN :(.

    Oya, satu hal menarik yang ingin saya ceritakan, lantai 3 SAMSAT adalah tempat untuk mengurus denda, tunggakan premi jamsostek dan pajak motor. Menilik ramainya lantai itu, saya jadi berimajinasi, wah kesadaran masyarakat untuk bayar pajak mungkinkah mulai tumbuh ? mungkinkah karena pelayanan yang cepat dan mudah ? ataukah hanya karena tidak merasa aman di jalan ? takut kena tilang ?

    Menarik pula, karena mungkin diantara yang mengantri bersama-sama kita ada tukang ojek, guru, pedagang, maling ayam atau perampok sekalipun..tapi bagaimana dengan koruptor atau pengemplang pajak..ah saya kok nggak yakin mereka ada dalam antrian.

    Kesimpulan akhir dari cerita ini, semoga kantor Imigrasi, kantor kelurahan, dan kantor pelayanan publik lainnya bisa belajar dari KANTOR BERSAMA SAMSAT POLDA METRO JAYA, melayani rakyat dengan ramah dan cepat tanpa repot. Apresiasi pula untuk Kepolisian atas buah reformasi birokrasinya, semoga semangat reformasi tersebut menjalar ke unit kelembagaan kepolisian lainnya hingga kepolisian secara utuh bisa menjadi lembaga pengayom rakyat. BRAVO SAMSAT POLDA METRO JAYA dan BRAVO RAKYAT YANG TAAT BAYAR PAJAK !!

    Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com